Tahukah kamu jika sholat witir memiliki keutamaan yang besar dan memiliki urgensi yang harus didahulukan setiap malam setelah sholat tahajud maupun setelah sholat isya?

Jika melihat dalil yang ada, ternyata dulu Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkan sholat witir, baik ketika sedang berada di rumah ataupun dalam bepergian.

Apakah sholat witir memang penting untuk dilakukan setiap malam? 6 hal ini akan menjawab semua keraguanmu.

1Tambahan Sholat

idmuslim.com

Dari Abu Bashrah al-Ghifari ra, dia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.'” [HR. Ahmad]

2Memelihara Waktu Witir

akhwatindonesia.net

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.”

3Menjadikan Witir sebagai Akhir Sholat di Malam Hari

ummi-online.com

Rasulullah Saw juga bersabda: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir.”

Ibnu ‘Umar ra berkata, “Barangsiapa shalat sunnah di malam hari maka hendaklah ia menjadikan akhir shalatnya adalah shalat Witir, karena Rasulullah Saw memerintahkan hal itu.”

4Perkara yang Tidak Ditinggalkan oleh Rasulullah Saw

republika.co.id

Abu Hurairah ra berkata, “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat; berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat Witir.”

Dari ‘Ali bin Abi Thalib ra, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”

5Sholat Witir Satu, Tiga, atau Lima Rakaat

semua-tentang-agam-islam.blogspot.com

Dari Abu Ayyub al-Anshari ra, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Shalat Witir adalah haq (benar adanya), maka barangsiapa yang mau, maka berwitirlah lima raka’at, barangsiapa yang mau, berwitirlah tiga raka’at dan barangsiapa yang mau, berwitirlah satu raka’at.”

Dari ‘Aisyah ra ia menuturkan, “Bahwa Rasulullah Saw shalat di malam hari (shalat Tahajjud) sedang ia berbaring di hadapannya. Bila tinggal tersisa shalat Witir yang belum dilaku-kan, beliau pun membangunkannya, dan ‘Aisyah pun lalu shalat Witir.”

6Menyempurnakan Sholat Malam

tuntunanshalat.com

Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkan dua sholat sunnah, walau dalam keadaan safar atau bepergian sekalipun, yaitu sholat witir dan sholat fajar (sebelum subuh).

Nah, sholat witir selain dicintai oleh Allah, ternyata bisa juga disebut sebagai sholat sunnah penyempurna sholat malam. Itulah mengapa sholat sunnah ini sering disebut sebagai sholat pengakhir malam.

Rasulullah Saw memerintahkan kepada umatnya, bahwa jika seseorang itu takut tidak dapat bangun di tengah malam, maka dia bisa melakukan sholat sunnah witir pada awal malam sebelum dia tidur.

Namun jika seseorang itu yakin bisa bangun tengah malam, yaitu di waktu sepertiga malam, maka lebih utama dia melakukan sholat sunnah witir di akhir malam. Yaitu setelah sholat tahajud, dan sebelum sholat fajar (sebelum waktu subuh datang).

SHARE