Nama penyakit anemia sering kita dengar. Secara awam orang mengistilahkan anemia dengan kekurangan darah. Sebenarnya pengertian anemia sendiri tepatnya adalah kondisi seseorang yang kekurangan sel darah merah.

Kadar sel darah merah atau hemboglobin (Hb) berkurang dalam kandungan darah. Sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke selutuh bagian tubuh jadi terganggu.

Orang yang menderita anemia akan merasakan lemas pada tubuhnya. Hal ini disebabkan proses oksidasi dalam tubuh terganggu karena pasokan sel darah merah berkurang. Oksidasi berguna untuk membentuk energi.

Orang yang menderita anemia juga akan menderita pusing, kulit dan ujung jari pucat, mual, kekebalan tubuh menurun hingga rambut rontok.

Agar terhindar dari anemia, ada baiknya kita mengetahui apa saja penyebab anemia tersebut. Harapannya kita bisa menjaga diri agar tubuh kita terus sehat dan kuat.

1Kurang Zat Besi

source: www.jadibunda.com

Salah satu elemen pembentuk sel darah adalah zat besi. Jika tubuh kekurangan zat besi, akan berpengaruh pada kurangnya kadar hemoglobin di dalam darah.

Kekurangan zat besi bisa disebabkan beberapa hal. Selain kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, perilaku diet makanan yang rendah zat besi bisa menimbulkan anemia.

Misalnya jika kamu diet konsumsi daging, padahal zat besi dalam daging lebih cepat diserap dibanding zat besi dari sayuran. Maka meski kamu diet, perhatikan juga asupan zat besi agar tidak kurang.

Sayuran yang mengandung zat besi antara lain bayam, jagung, kentang. Sementara zat hewani ada di telur dan daging.

2Kurang Vitamin

source: panduanhidupsehat.com

Selain zat besi, sel darah merah dibentuk dari senyawa vitamin B12 dan asal folat. Beberapa makanan yang mengandung asal folat adalah sayuran hijau, buah dan kacang-kacangan.

Jika kamu ada gejala anemia, bisa jadi asupan sayuran yang kamu konsumsi sangat kurang. Ada baiknya menyediakan menu makanan yang seimbang termasuk sayuran hijau yang kaya vitamin B12.

Selain sayuran dan kacang-kacangan, roti dan pasta juga mengandung asam folat yang tinggi. Sesekali mengganti asupan karbohidrat dari nasi dengan roti gandum juga baik untuk tubuh.

3Menstruasi

source: www.ummi-online.com

Wanita dalam masa produktif setiap bulan pasti kedatangan tamu. Siklus menstruasi sebagai bagian alami dalam metabolisme tubuh.

Kadang seorang wanita memiliki fase menstruasi beragam. Ada yang fasenya teratur ada yang tidak. Sekali menstruasi pun bisa banyak mengeluarkan darah.

Bagi wanita yang menstruasi, kemungkinan untuk terserang anemia sangat tinggi. Selain lemas karena menstruasi, lemas pada fase ini juga kadang terjadi karena anemia.

4Pendarahan

source: www.wijayarayaherbal.com

Seseorang mungkin bisa menderita kasus pendarahan. Pendarahan bisa terjadi karena kecelakaan. Saat terjadi kecelakaan, darah yang keluar dari tubuh harus segera dihentikan.

Jika tidak, asupan darah akan turun. Selain anemia, pasien yang pendarahannya sangat banyak harus juga melakukan transfusi darah.

Selain kecelakaan, pendarahan bisa juga karena mimisan atau muntah darah karena ekses penyakit tertentu. Pendarahan juga bisa terjadi pada wanita karena hormon atau stress yang meningkat.

5Penyakit Kronis

source: laacs.org

Beberapa penyakit kronis menyebabkan kadar sel darah merah dalam tubuh bisa berkurang drastis. Infeksi bisa menyebabkan tubuh memproduksi sel darah merah lebih sedikit.

Keadaan ini dapat menurunkan kadar hemoglobin. Sementara penyakit seperti talasemia dan hemolytic anemia dapat menyebabkan gangguan dalam produksi sel darah merah.

Penyakit seperti Sickle Cell Anenia juga menyebabkan sel darah menjadi abnormal

6Melahirkan

source: www.teakpalace.com

Saat melahirkan seorang wanita akan kehilangan banyak darah di dalam tubuhnya. Pasca melahirkan wanita akan mengalami anemia sehingga perlu asupan obat penambah darah.

Wanita yang melahirkan baik lewat operasi maupun normal juga pasti kehilangan darah. Selain suplemen khusus, wanita pasca melahirkan harus mendapat nutrisi makanan yang kaya zat besi.

SHARE