Adalah hal sangat membahagiakan, ketika melihat bayi yang telah dikandung selama berbulan-bulan telah lahir dengan selamat.

Namun perlu menjadi perhatian yang harus diwaspadai yakni kondisi bayi setelah dilahirkan. Salah satunya adalah bayi kuning.

Bayi kuning merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi ketika bayi telah lahir. Akan tetapi kamu harus waspada alias jangan meremehkannya.

Karena jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan sang bayi rentan terhadap berbagai penyakit.

Kamu perlu mengetahui tanda-tanda bayi kuning, mata sang bayi yang semula berwarna putih menjadi berwarna kuning dan kulit bayi berwarna kuning.

Selain itu, tanda-tanda lainnya bisa dilihat dari warna urine yakni kuning pekat padahal seharusnya urine bayi yang baru lahir tidak berwarna.

Tinjanya pun berwarna pucat serta telapak tangan dan kaki yang menguning.

Lantas apa yang menyebabkan bayi kuning ini bisa terjadi?

Sebenarnya bayi telah memiliki bilirubin atau unsur kuning sejak ia berada dalam kandungan. Penyebab bayi kuning ialah memiliki kelebihan bilirubin pada darahnya.

Perlu kamu ketahui bahwa bayi yang baru lahir memiliki kadar sel darah yang tinggi sehingga memicu produksi bulirubin.

Saat sel-sel darah merah yang tua dihancurkan, maka bilirubin itu terbentuk. Ketika dalam kandungan, tubuh sang ibu mengeluarkan bilirubin untuk bayi melalui plasenta.

Nah, ketika bayi telah lahir ia tidak bisa melakukannya karena organ hati bayi belum berkembang dengan sempurna.

Maka dari itu, bilirubin yang seharusnya dapat dibuang melalui buang air kecil dan buang air besar menajdi terhambat.

Kondisi tersebut disebut penyakit kuning fisiologi. Sehingga bayi akan mulai menguning sekitar 24 jam setelah lahir dan berlangsung setelah empat hari.

Ia akan kembali membaik ketika berusia sekitar seminggu.

Tingginya kadar bilirubin dapat dicegah dengan terus memberikan asupan ASI pada bayi. Sering-seringlah memberikan ASI setiap 2 jam sekali.

Asupan ASI tersebut dapat membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi.

Selain itu kamu juga dapat meletakkan bayi di bawah sinar matahari pagi yakni sekitar pukul 8 dan 9 pagi. Semua cara itu bermanfaat untuk menurunkan tingkat bilirubin.