Tahukah kamu, bahwa gempa bumi adalah bencana alam yang paling mematikan dan paling memakan banyak korban jiwa?

Bahkan tsunami yang dianggap paling mematikan, sebenarnya juga bersumber dari gempa bumi dalam laut.

Bagi kita orang Indonesia yang berada pada lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan lempeng Pasifik. Harus tahu luar dalam tentang bencana ini, karena resiko gempa yang kapan saja bisa menimpa.

Berikut ini adalah empat hal yang selama ini menyebabkan terjadinya gempa bumi.

1Akibat Aktivitas Tektonik

wikimedia.org

Inilah penyebab gempa bumi yang paling banyak terjadi dan paling besar dampaknya. 90% gempa bumi yang pernah terjadi disebabkan oleh gempa tektonik ini.

Ada gaya-gaya tektonik yang terus berlangsung dalam bumi. Akibat nyata dari gaya tersebut adalah terbentuknya gunung-gunung dan terjadinya patahan-patahan batuan.

Gaya tektonik juga menyebabkan adanya tekanan dari pergerakan lempeng-lempeng batuan penyusun kerak bumi. Ketika ada pergeseran lempengan plat tektonik yang kuat, memunculkan tekanan yang besar.

Tekanan yang besar pada gerakan lempengan ke satu arah, akan melepaskan energi ke arah yang lain. Persis seperti kamu menekan karet dan melepaskannya, akan ada energi terlepas yang diakibatkan tekanan tersebut.

Energi yang terlepas itu menggoyang pinggiran lempengan. Gempa bumi terjadi ketika pinggiran lempengan sudah tidak mampu lagi menahan energi yang dilepaskan dari tekanan lempengan.

lintasnews.com
lintasnews.com

Plat tektonik memiliki teori bahwa kulit bumi atau litosfer yang menyelimuti bumi keadaannya tidak utuh. Kulit bumi terpecah-pecah berbentuk lempeng, satu sama lain bergerak saling menjauh, bertumbukan, dan berpapasan.

Gerakan lempeng yang bergerak itu disebut dengan gerakan litosfer, sedangkan gerakan litosfer sendiri disebabkan oleh gerakan astenosfer yang bersifat cair kental.

Posisi lapisan astenosfer yang bersifat cair kental dan berada tepat di bawah lapisan litosfer ini yang menjadi penyebab lempeng bumi terus bergerak (gerakan litosfer).

Urutannya dari gerakan astenosfer ke gerakan litosfer. Pada pergerakan lempeng yang kuat menimbulkan tekanan yang besar, maka ada energi yang dilepaskan.

Jika permukaan lempengan tak kuat menahan, maka terjadi gempa Bumi.

Gempa Bumi tektonik memiliki penyebaran yang unik. Ada pola dan aturan khusus yang menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi.

Ada 7 lempeng tektonik utama dan 8 lempeng tektonik penting.

Pergerakan masing-masing lempeng yang berdekatan itu memungkinkan tiga kemungkinan, bertabrakan, berpapasan, atau saling menjauhi antar lempeng.

2Akibat Aktivitas Vulkanik

arriqofauqi.blogspot.com

Penyebab gempa bumi yang kedua adalah berasal dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Kemungkinan terjadinya ini terbesar kedua setelah sebab tektonik. Mengingat masih banyak gunung berapi aktif di seluruh dunia.

Gempa bumi ini disebut sebagai gempa bumi vulkanik. Gempa bumi vulkanik terjadi baik itu sebelum letusan, selama letusan, maupun setelah letusan gunung berapi. Ada tiga penyebab dari gempa vulkanik.

trikfotografi.com
trikfotografi.com

Penyebab pertama berasal dari aktivitas magma yang bersentuhan dengan dinding gunung berapi. Penyebab lainnya berasal dari tekanan gas pada eruspsi yang begitu kuat.

Penyebab yang terakhir yakni karena perpindahan magma secara tiba-tiba di dalam dapur magma. Semua gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api saja dan biasanya tidak terlalu kuat.

Namun demikian kerusakan akibat gempa bumi vulkanik akhirnya cukup besar karena memang bersamaan dengan terjadinya erupsi gunung berapi.

3Akibat Runtuhan

maijebing.wordpress.com

Gempa bumi ini hanya terjadi pada daerah penggalian kapur, daerah pertambangan bawah tanah dan yang sejenisnya. Gempa bumi ini lebih jarang terjadi dan kalaupun terjadi hanya bersifat lokal.

Reruntuhan yang jatuh akan menimbulkan getaran bumi yang tidak begitu besar, paling besar getarannya hanya sampai 3 Skala Richter.

4Akibat Tabrakan Meteor

belajargeologi.com

Gempa bumi ini lebih jarang terjadi ketimbang yang lainnya. Gempa ini terjadi jika ada benda langit (meteor) yang jatuh dan menabrak bumi sehingga menyebabkan getaran pada bumi.

Seberapa besar getarannya tergantung seberapa besar dan cepat benda itu jatuh ke permukaan bumi. Sejarah mencatat ada meteor yang pernah jatuh ke Rusia yang getarannya sampai ke kota London.

Akibat tabrakan itu, terbentuk lubang besar yang menyerupai bentuk kawah. Banyak cerita-cerita serupa yang mengisahkan tentang tabrakan dahsyat meteor.

Namun karena waktu terjadinya sudah sangat lama, maka tidak ada catatan seberapa besar getaran yang ditimbulkan akibat tabrakan meteor ini.