kesehatangigi.blogspot.com

Yuk Ketahui Berbagai Penyebab Gigi Ngilu Agar Kamu Bisa Mengantisipasinya

Posted on

Apakah kamu sering merasakan ngilu di gigi ketika mengonsumsi minuman panas atau dingin? Atau bisa juga merasakannya saat mengonsumsi makanan asam dan manis?

Jika ya, berarti kamu mengalami apa yang disebut dengan gigi sensitif atau hypersensitif dentin.

Umumnya rasa ngilu yang timbul terasa sangat tajam dan sebentar. Sayangnya, hal ini seringkali tidak terdiagnosis bahkan diabaikan begitu saja oleh penderita.

Tidak mengherankan jika akhirnya suatu penelitian menemukan bahwa 50 persen dari penduduk Indonesia mengalami masalah gigi sensitif yang mereka sendiri bahkan tidak menyadarinya.

Masalah gigi sensitif tidaklah muncul akibat adanya penyakit gigi yang menyerang si penderita. Hal ini justru sering terjadi akibat menipisnya enamel, penurunan permukaan gusi dan terbukanya dentin.

Dan nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas tersebut umumnya terjadi karena ada masalah pada saraf gigi.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Maria Melisa, Dental Datailing Manager, GSK Consumer Healthcare. Dia mengatakan bahwa,

“Biasanya masalah gigi sensitif mulai dialami saat usia 20- 50 tahun. Tapi, siapa bisa menduga, penderita gigi sensitif banyak dialami wanita yang menganut hidup bersih.”

“Kebanyakan wanita ingin tampil dengan gigi yang bersih dan putih. Sering melakukan bleaching gigi, bahkan menggososk gigi dengan tekanan berlebih,” lanjutnya mengatakan.

Kemudian Melisa menambahkan, “Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi.”

“Akibatnya, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.”

Selain itu, pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna atau yang sering disebut dengan ename hypoplasia dapat pula terjadi pada kasus tertentu. Kondisi ini juga akan menjadikan gigi menjadi lebih sensitif.

Penyebab lainnya yaitu adanya penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan yang pada akhirnya menimbulkan gigi ngilu. Sisa makanan tersebut menyusup masuk melalui leher gigi dan sulit terjangkau sikat gigi.

Akibatnya,  kotoran pun sulit dibersihkan. Lama kelamaan terjadi banyak penumpukan dan menekan saku gusi semakin dalam dari keadaan normal. Sehingga gusi pun turun permukaannya.

Menurut Drg. Robert Lessang, Dekan FKG UI, “Masalah gigi sensitif bisa diatasi, yakni dengan menggunakan pasta gigi mengandung potassium nitrar dan strontium chlorida.”

Selain itu, beliau juga menyarankan, agar tidak lekas menyikat gigi setelah makan. Menyikat gigi setelah makan dapat memicu terjadinya gigi sensitif karena PH di dalam mulut mengalami penurunan.

Ada baiknya menunda menggosok gigi setelah makan. Paling tidak 25 menit setelahnya. Saat menggosok gigi pun hendaknya menggunakan bulu sikat yang lembut tanpa harus menggosok dengan kuat.

Tambahnya, “Jika masalah gigi sensitif terus menganggu, lakukan konsultasi dengan dokter agar dilakukan perawatan lebih intensif untuk mengurangi pergerakan cairan dalam tubuli dentin dan menghambat respon ujung-ujung syaraf penyebab nyeri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *