Dunia mengenal penyakit HIV/AIDS sebagai penyakit yang mematikan. Dunia belum menemukan obat yang benar-benar manjur untuk pengobatan HIV/AIDS.

Sebenarnya ada sedikit kerancuan tentang HIV/AIDS. Jika disebut penyakit yang benar adalah AIDS yang merupakan kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.

AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia. Salah satunya yang menyerang kekebalan tubuh adalah virus Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV).

Jadi HIV sebenarnya adalah nama virusnya dan AIDS adalah nama penyakitnya. Namun untuk mempermudah penyebutan sering disingkat menjadi HIV/AIDS.

Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan organ kewanitaan, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Mari kita bahas satu per satu penyebab penyakit AIDS yang disebabkan HIV ini

1Hubungan Seks Bebas

www.dakwatuna.com

Seks bebas yang marak dilakukan memiliki dampak yang sangat berbahaya. Penelitian menunjukkan 90 persen orang yang melakukan seks bebas rentan tertular HIV/AIDS.

HIV bisa menular karena bertemunya cairan penderita dengan orang lain. Saat melakukan hubungan seksual, pertemuan cairan terjadi. Apalagi jika gaya hidup seks bebas yang memungkinkan tertular HIV/AIDS kemungkinannya jauh lebih besar.

Jika tetap nekat melakukan seks dengan orang asing yang baru kenal, resiko tertularnya juga semakin besar. Sebab ketika terjadi kontak sekresi alat kelamin, cairan tersebut akan menular pasangan yang normal.

2Jarum Suntik Bekas

portalkesehatanku.blogspot.com

Sangat riskan bagi kamu yang memiliki kebiasaan membuat tato atau memakai jarum suntik narkoba. Apalagi jika jarum suntiknya digunakan secara bergantian.

Bisa jadi jarum suntik sebelumnya bekas dari orang yang memiliki penyakit HIV. Sebab penularan bisa melalui pertukaran cairan.

Untuk menghindarinya,lebih baik hindari tato dan jangan sama sekali mendekati narkoba dengan jarum suntik.

3Donor Darah

imcv.org.au

Meski bersifat sosial dan mulia, donor darah juga memiliki kemungkinan tertular virus HIV. Hal tersebut terjadi ketika tidak melalui unit saring atau biasa disebut diskrining bebas HIV.

Pastikan tempat donor darah yang digunakan adalah lembaga resmi yang terpercaya sehingga kemungkinan tertular HIV melalui transfusi darah bisa diminimalisir.

4Alat Tindik

id.aliexpress.com

Penularan HIV/AIDS juga bisa melalui alat tindik. Biasanya menggunakan alat-alat yang tidak disterilkan dahulu atau pemakaian secara bersamaan.

Sehingga orang lain tidak tahu siapa saja yang sudah memakai alat tersebut, apakah ia menderita HIV/AIDS atau tidak.

Jika hanya ingin ikutan keren lebih baik kamu hindari penggunaan alat tindik utamanya bagi cowok. Selain masih tabu bagi sebagian masyarakat, bahaya HIV/AIDS yang bisa menular bisa mengancam kamu.

5Transplantasi Organ Tubuh

www.rumahsehatterpadu.or.id

Sekarang transplantasi organ sudah jamak dilakukan. Namun sebenarnya dibalik manfaatnya, ada hal yang sangat riskan sekali.

Orang yang mengalami kecacatan sangat menunggu ada orang lain yang besar hatinya mendonorkan organ tubuhnya. Sayangnya tidak semua normal.

Sehingga ketika pasien mendapatkan pendonor yang sudah terinfeksi virus HIV, secara langsungĀ  juga sudah melakukan pertukaran cairan.

Maka pastikan pendoroh organ tersebut bersih dari virus HIV/AIDS.

6Bayi dari Ibu HIV

cosmomom.net

Siapa yang tidak bahagia kala mendapatkan sang buah hati. Namun kebahagiaan itu bisa hancur seketika jika seorang ibu yang positif terinfeksi HIV melahirkan seorang anak.

Bisa dipastikan anak tersebut juga turut terinfeksi virus HIV. Pertukaran cairan didalam rahim adalah penyebabnya.

Biasanya bayi ini hanya bertahan beberapa bulan, sampai sistem kekebalan tubuhnya benar-benar habis. Sehingga ketika ia harus melawan kuman biasa, tubuhnya sudah tak mampu.

 

SHARE