Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker mulut rahim bukan nama yang asing lagi. Terutama bagi kaum wanita, ia merupakan momok yang paling mengerikan. Secara memang kanker ini merupakan pembunuh yang ganas bagi para wanita. Tidak sedikit wanita yang meninggal karena terkena penyakit ini.

Membaca kata kanker saja mungkin orang sudah banyak merinding, kata kanker bagi tiap orang adalah sesuatu yang mengerikan. Pasti banyak sekali orang yang berdoa agar dijauhkan dari penyakit semacam itu.

Untuk kanker serviks itu sendiri memang belum banyak dikenali oleh para wanita, tentu untuk menjadi lebih waspada semua wanita harus tahu, apa penyebabnya dan bagaimana resikonya agar tidak terkena penyakit yang menurut para ahli kesehatan ini adalah penyakit wanita yang mematikan.

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher Rahim, yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Kanker ini terletak di antara rahim (uterus) dengan liang vagina.

Yang perlu kita ketahui bahwa kanker serviks ini bisa datang pada wanita pada usia berapapun, walau pada faktanya penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun. Kanker serviks sangat jarang terjadi pada wanita berusia di bawah 25 tahun.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala atau tidak ada gejala yang dirasakan. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada organ wanita yang terjadi setelah berhubungan seksual, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

Meski terjadi pendarahan, belum berarti menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi , segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Untuk penderita kanker serviks di Indonesia sendiri sudah tergolong banyak sekali, pada tiap harinya, diperkirakan muncul 40-45 kasus baru dan sekitar 20-25 orang meninggal akibat kanker serviks. Berarti tiap bulan Indonesia kehilangan 600-750 perempuan akibat penyakit yang cukup mengerikan ini.

Mungkin timbul pertanyaan, kenapa sebanyak ini? Yah alasannya adalah  yang paling utama adalah terlambatnya diagnosis, kanker yang sudah menjalar keseluruh tubuh sudah terlambat diatasi.

Sudah terbukti dari sekian wanita yang saat pertama periksa ke dokter tiba-tiba langsung divonis kanker serviks stadium akhir. Mau tidak mau pengobatan akan sangat sulit sekali untuk menangani dan pada faktanya, mereka para wanita yang sudah divonis kanker stadium akhir akan mengalami kematian, memang ada juga yang sembuh tapi sangat sedikit sekali.

Untuk itu perlu sekali para wanita tahu penyakit kanker ini sedini mungkin, seawal mungkin bahkan kalau perlu pencegahan walau belum ada tanda-tanda terkena penyakit kanker serviks yang ganas , yuuk mari kita bahas bersama beberapa hal yang wajib kita tahu tentang kanker serviks yang sudah membunuh banyak para wanita di dunia.

1Kenali Penyebabnya

kalgenlab.wordpress.com

Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher Rahim. Apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.

Selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Kenapa kok bisa muncul virus? Pertanyaan yang tepat sekali, virus ini muncul karena beberapa hal yaitu yang pertama karena  hubungan seksual yang tidak aman atau bisa disebut terlalu sering ganti pasangan saat berhubungan, bisa saja salah satu dari orang saat berhubungan mempunyai penyakit.

Memang banyak penyakit menular seksual yang terjadi ketika sering ganti pasangan dan rata-rata mereka yang sering melakukan seperti itu pasti akan tertular.

Alat kontrasepsi semacam kondom mungkin saja menjadi solusi bagi mereka, tapi tetap saja itu bisa menularkan, karena namanya alat tidak bisa terus menjadi jaminan dan bersentuhan kulit saat berhubungan seksual juga bisa mempengaruhi tertularnya penyakit seksual.

Mungkin ini salah satu pelajaran kenapa kita harus setia pada satu pasangan saja, sungguh tidak terbayangkan bagaimana mereka para wanita yang menjajakan diri, potensi penyakit bagi mereka sangat tinggi.

Hal yang kedua yang menjadi faktor penyebab virus mematikan itu muncul adalah keputihan yang terus-menerus dan tidak segera diobati.

Keputihan itu sendiri ada 2 macam yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal

Faktor penyebab yang ketiga adalah membasuh kemaluan saat buang air besar atau buang air kecil di toilet yang kotor, jorok, airnya penuh dengan penyakit, air yang tidak pernah diganti, toilet yang tidak pernah dikuras.

Biasanya toilet semacam ini terdapat di toilet umum atau toilet tempat ibadah yang tidak terurus. Jadi banyak kuman dan penyakit yang bersarang di air maupun toilet itu sendiri.

Untuk faktor keempat munculnya virus tersebut adalah faktor genetik orang tua, tapi hal ini jarang terjadi, karena faktor genetik ini sulit sekali diprediksi. Yang sering terjadi adalah faktor satu sampai dengan tiga diatas.

2Gejala Munculnya Kanker Serviks

elmina.id

Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Dari itulah banyak wanita merasa seperti kecolongan.

Gejala yang harus diwaspadai adalah pendarahan pada organ wanita setelah selesai berhubungan intim, selain itu pendarahan yang terjadi di luar masa menstruasi atau setelah menopause, bahkan setelah menopause ini tidak hanya diwaspadai saja tapi harus langsung di periksakan ke dokter ahli.

Gejala lain yang biasanya terjadi adalah cairan yang keluar tanpa berhenti dari organ wanita dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.

Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual dan perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.

Untuk gejala kanker serviks pada stadium akhir seperti terjadinya hematuria atau darah dalam urin, bermasalah saat buang air kecil karena penyumbatan ginjal atau ureter, perubahan pada kebiasaan buang air besar dan kecil.

Penurunan berat badan, pembengkakan pada salah satu kaki, nyeri pada tulang, kehilangan selera makan. Rasa nyeri pada punggung dan samping, ini disebabkan pembengkakan pada ginjal dan kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis.

Setiap stadium ada gejala masing-masing dan berbeda, jika memang sudah merasa mempunyai gejala walau itu seperti gejala di stadium awal, lebih baiknya segera cek atau konsul ke dokter.

3Masa Pertumbuhan Kanker Serviks

testpap.com

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.

Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

Untuk itu inilah pentingnya cek up ke dokter kalau ada sesuatu yang berbeda atau mencurigakan. Dengan masa pertumbuhan nya yang lama, ini merupakan kesempatan bagi para wanita untuk segera cek up atau konsul ke dokter jika terjadi sesuatu yang berbeda atau mencurigakan.

Yang menjadi masalah dan berbahaya bagi para wanita adalah ketika merasa sesuatu yang berbeda tapi acuh tak acuh atau tak peduli, biasanya wanita yang terlalu sibuk dengan aktifitasnya, akhirnya mereka merasa terkena  penyakit saat kanker sudah menjalar ke seluruh tubuh.

4Cara Mendeteksi Kanker Serviks

pharmed-myanmar.com

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks, beberapa metode ini berbeda satu sama lain dan tentunya mempunyai harga dan kualitas yang berbeda.

Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Begini cara pendeteksian dengan metode pap smear. Organ Wanita dibuka dengan spekulum agar mulut rahim kelihatan, dilakukan usapan pada mulut rahim dengan spatel, spatel dioleskan ke obyek glas, kemudian diperiksa dengan mikroskop.

Metode berbasis cairan : usapan pada mulut rahim dilakukan dengan citobrush (sikat) > sikat dimasukkan ke dalam cairan fiksasi,dibawa ke laboratorium > diperiksa dengan miroskop.

Setelah, pap smear ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. seperti metode jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).

Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

Selain itu saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAPNET. Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear konvensional sampai 30% lebih peka.

Saat ini biaya untuk melakukan Pap smear maupun Pap Net memang tergolong mahal, beberapa RS mematok harga sekitar Rp 65.000 – Rp 300.000, tetapi ada juga suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui keadaan sel serviks dengan cara IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) cara ini tergolong lebih murah.

Media Asam Asetat disemprotkan ke bagian leher rahim (epitel). Jika bagian leher rahim yang tadinya berwarna merah muda berubah menjadi putih, maka dalam waktu 5-10 tahun kemungkinan akan menjadi prakanker. Dokter akan melakukan pembekuan terhadap kulit tersebut sehingga tidak menjadi kanker, dan biasanya 90 % tidak menjadi kanker.

Untuk wanita muda yang baru aktif berhubungan seksual, yang pernah melakukan hubungan seksual di bawah umur 20 tahun dan sudah dilakukan beberapa kali, pernah mengalami keputihan, pernah mengalami pendarahan, disarankan oleh para ahli kesehatan untuk menggunakan cek up menggunakan metode PapMear

5Perokok Berisiko Terjangkit Kanker Serviks?

aceh.tribunnews.com

Mungkin agak berbeda dengan faktor penyebab kanker serviks yang disebutkan diatas,  faktor dibawah ini merupakan faktor yang sudah diteliti, entah karena apa, yang pasti faktor ini, yaitu faktor kebiasaan merokok cukup menjanjikan kebenarannya.

Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.

Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim.

“Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

Penelitian itu memang benar, walau pada kenyataanya memang jarang para wanita yang merokok terkena kanker serviks, tapi dengan dikuatkan dengan masuknya racun rokok ke dalam darah cukup menguatkan penelitian tersebut, secara memang rokok itu sendiri banyak racunnya dan akan sangat berpengaruh bagi seorang wanita, terutama bagi wanita yang sedang hamil.

Jika dijabarkan secara rinci inilah hubungan rokok dan kanker serviks. Rokok merupakan pemicu terjadinya kanker serviks, karena rokok memiliki kandungan seperti nikotin, tar, arsenik, dan lain sebagainya, yang mana jika terjadi pembakaran rokok, maka gas setiap udara yang terhirup dapat merusak sel sehat di dalam tubuh.

Akibatnya adalah ketika tubuh ingin melakukan regenerasi sel, tubuh harus bekerja ekstra keras bahkan terkadang ada nutrisi yang tidak tersuplai.

Ketika daya tahan tubuh mulai menurun dikarenakan sel-sel tubuh yang kesulitan untuk melakukan regenerasi, dikarenakan hal tersebut, maka seringkali terjadi pasien yang mengalami kanker serviks, kanker getah bening, kanker paru-paru, akan akan mengalami penyakit lainnya seperti mudah terserang flu.

Rokok juga memiliki kandungan yang senyawa dengan logam. Jika kandungan di dalam rokok ini tersebar di dalam tubuh, maka tubuh akan memasuki fase hilang keseimbangan sehingga kurang bisa berfungsi secara optimal.

Itulah alasan kenapa rokok harus dihindarkan pada wanita, memang wanita yang tidak perokok juga akan berpotensi terkena penyakit kanker serviks, tapi jangan salah, wanita yang perokok akan berpotensi 2 kali terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak merokok. Selengkapnya bahaya merokok.

6Yang Berisiko Terinfeksi Kanker Serviks Selain Perokok

hipwee.com

Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun.

Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Karena sudah jelas dengan banyaknya lawan seksual, potensi tertularnya penyakit seksual semakin besar.

Bagi yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV.

Bagi yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga mudah terinfeksi. Dan ini juga merupakan peringatan penting bagi kamu yang suka diet keterlaluan, ketika diet tetaplah proposional, jangan sampai sakit hingga ketahanan tubuh menurun.

7Apakah Pil KB Menyebabkan Kanker Serviks?

duaanak.com

Pil KB merupakan salah satu pil yang digunakan untuk mencegah atau menunda kehamilan bagi seorang wanita, dimana pil ini sudah banyak dikonsumsi oleh wanita di dunia.

Tapi tidak semua wanita bisa menggunakan alat kontrasepsi atau pil KB itu, karena namanya pil akan mempunyai efek samping bagi penggunanya.

Salah satu pertimbangan dalam pemilihan alat kontrasepsi adalah  melihat duu faktor penyakit bawaan genetik. Hal ini dikarenakan, kebanyakan penyakit yang disebabkan oleh faktor bawaan genetik  dan ini sangat mudah dipengaruhi oleh kondisi hormon di dalam tubuh orang tersebut

Sebagai contoh ada seorang ibu yang memiliki riwayat kesehatan darah tinggi, maka dokter kandungan menyarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD T.

Pertimbangan tersebut dikarenakan kondisi penggunaan alat kontrasepsi akan mempengaruhi siklus hormon estrogen dan progesteron. Jika pemilihan alat kontrasepsi yang digunakan kurang tepat, maka dalam penggunaan jangka panjang dapat membahayakan penggunanya.

Akibat yang ditimbulkan pun bermacam-macam, yaitu dapat memicu terjadinya berbagai macam jenis kanker, yaitu kanker serviks, kanker rahim, dan kanker payudara.

Dilihat dari situ bisa disimpulkan, bahwa penggunnan alat kontrasepsi seperti pil KB yang tidak memperhatikan aturan juga bisa mempengaruhi wanita terkena kanker serviks, oleh karena itu perlu adanya sangat kehati-hatian dalam menggunakan suatu alat, bagaimanapun juga setiap alat ada kekurangan dan kelebihan masing-masing.

8Harapan Hidup Penderita Kanker Serviks

asalasah.com

Memang tidak ada yang tahu soal kematian sesesorang, tak satupun manusia bisa mengetahuinya. Mereka para dokter yang sudah ahli dalam berbagai macam penyakit memang bisa menyimpulkan, kesimpulan mereka berdasarkan penyakit yang menjalar, semakin menjalar penyakit tersebut, semakin rusak pula organ-organ di dalamnya.

Dengan rusaknya organ tubuh, maka tidak akan berfungsi dengan baik, sehingga terjadilah masa-masa kritis seseorang. Inilah prediksi harapan hidup menurut para ahli kesehatan bagi seseorang yang sudah terkena penyakit kanker serviks.

Stadium 1 – 80-99 persen

Stadium 2 – 60-90 persen

Stadium 3 – 30-50 persen

Stadium 4 – 20 persen

Tentu berbanding terbalik, semakin tinggi stadium kanker semakin kecil harapan untuk bertahan hidup, seperti yang tertulis di stadium 3 dan 4, paling besar hanya 50 persen untuk bertahan hidup.

Walau secara logika benar prediksi tersebut tapi tetap saja tidak bisa mempengaruhi keputusan dan takdir Tuhan.

9Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan

kankerserviks.or.id

Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus yang sudah terjadi, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Tapi jika stadium lebih lanjut, rahim perlu diangkat seluruhnya.

Seperti yang kita tahu, pengangkatan rahim ini merupakan salah satu momok terbesar bagi wanita, dengan diangkatnya rahim, otomatis tidak akan bisa mempunyai keturunan dan ini cukup membuat wanita akan kehilangan percaya dirinya.

Sedangkan radioterapi adalah langkah alternatif dan solusi terbaik untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga dipakai berdampingan dengan operasi.

Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Tentu beberapa penanganan tersebut memiliki efek yang tidak biasa saja, rata-rata efeknya adalah efek permanen yang jangka panjang bahkan selamanya.

Efek yang sudah menjadi umum adalah menopause dini dan kemandulan seorang wanita dan efek ini cukup membuat para wanita banyak yang kehilangan semangatnya.

10Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin

tumvue.com

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan.

Cara mencegahnya yaitu tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual, dan tentunya memelihara kesehatan tubuh.

Dari ketiga cara pencegahan diatas harus benar-benar dilakukan dengan benar dan baik, terutama tidak sering berganti pasangan, karena itu adalah faktor terbesar datangnya penyakit.

11Efek Vaksinasi HPV

health.liputan6.com

Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan.

Vaksin HPV itu sendiri sudah digunakan oleh ribuan wanita diseluruh dunia, tapi vaksin ini tidak dianjurkan pada wanita yang sedang hamil, tapi boleh digunakan untuk wanita yang sedang menyusui.

12Pencegahan Tradisional dan Secara Alami

borobudurherbal.com

Pengobatan dan pencegahan kanker serviks tidak hanya dilakukan dengan vaksinasi saja, tidak hanya dengan obat atau resep dokter saja, dengan cara tradisional atau secara alami pun juga bisa.

Yang paling dikenal secara alami adalah dengan mengolah daun sirsak dan dan kulit manggis.

Untuk daun sirsak itu sendiri sudah cukup terkenal dengan manfaatnya untuk mengobati kanker serviks. Selain itu, sirsak juga termasuk dalam buah yang baik untuk kanker darah.

Hal ini dikarenakan kandungan vitamin A, vitamin B, dan senyawa protein serta mineral kalsium yang cukup tinggi yang terdapat dalam buah sirsak. Daun sirsak mampu membunuh 10.000 sel kanker lebih banyak dibandingkan dengan pengobatan melalui kemoterapi kanker, tentu harganya juga jauh sekali dengan kemoterapi kanker.

Daun sirsak juga mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, senyawa ini dapat mencegah berbagai macam senyawa radikal bebas yang dapat memicu terjadinya kanker serviks. Baca manfaat daun sirsak selengkapnya di sini.

Untuk kulit manggis sendiri juga banyak mengandung manfaat untuk pencegahan penyakit kanker serviks.

Hal ini dikarenakan kulit manggis berperan sebagai antioksidan di mana terdapat xanthone yang akan masuk ke dalam seluruh tubuh kita dan melawan radikal bebas.

Selain sebagai zat anti kanker, kulit manggis juga dapat dimanfaatkan sebagai anti bakteri. Bukan hanya kanker serviks yang dapat diatasi, stroke, diabetes dan kolesterol pun dapat disembuhkan oleh kulit manggis.

Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa orang yang rajin mengkonsumsi ekstrak daun sirsak dan kulit manggis, walau tidak secepat pengobatan dokter, tapi pengobatan alami justru lebih tahan lama, murah dan tidak ada efek samping yang negatif bagi tubuh.

Untuk itu disarankan bagi para wanita mengkonsumsi daun sirsak dan kulit manggis, karena pencegahan dari awal jauh lebih baik dari pengobatan.

Selain itu banyak sekali obat alami dari buah-buahan ataupun tanaman obat seperti ginseng, jahe, temulawak dan lain sebagainya yang dapat menunjang atau mendukung pencegahan penyakit mematikan tersebut.

Yup, itulah panjang, lebar dan banyak sekali pembahasan tentang kanker serviks atau kankernya para wanita. Kita yang mungkin masih muda, sebaikanya memang harus tahu ilmu tentang seperti ini sejak awal, tentu agar lebih bisa menjaga diri agar tidak terkena penyakit yang mematikan.

Jika kita punya saudara wanita, sebarkanlah hal semacam ini, tentu ini akan sangat berguna bagi para saudara wanita kita. Semoga bermanfaat.