Ada begitu banyak jenis kanker yang dialami manusia di era modern saat ini. Dari ujung kepala hingga ujung kaki bisa terkena ancaman penyakit mematikan ini. Salah satunya adalah kanker usus.

Kanker usus atau juga disebut dengan kanker kolekteral merupakan kanker yang menyerang usus, anal dan usus buntu. Kanker ini paling umum menjangkiti para pengidap kanker di dunia.

Bahkan dilansir sebagai penyebab kematian terbanyak kedua yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus menyebabkan tidak kurang dari 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Banyak kanker usus berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat sembelit yang terlalu lama. Penumpukan polip tersebut pada akhirnya dapat berkembang menjadi kanker.

Sebagai cara agar kamu bisa lebih waspada dan aman dari kanker usus, berikut ini delapan penyebab kanker usus. Dengan mengetahuinya, kamu bisa menghindari ancaman penyakit ini sejak dini.

Baca juga: Ciri-ciri usus buntu

1Usia

flickr.com

Usia merupakan faktor utama yang mendukung terjangkitnya kanker usus. Bukan berarti ketika seseorang mencapai usia tertentu kemudian dia mendapati dirinya terkena kanker usus. Tidak demikian.

Hanya saja bagi orang yang mulai menginjak usia 50 tahun ke atas memiliki peluang terjangkit penyakit ini lebih besar. Hasil penelitian menyebutkan, satu dari empat orang memiliki polip yang dapat memicu peningkatan resiko kanker.

2Makanan dan Minuman Beralkohol

universityprimetime.com

Penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol meningkatkan resiko kanker kolorektal atau kanker usus. Jadi sebaiknya hindari minuman beralkohol atau makanan yang berisi kandungan alkohol.

3Diabetes

egginfo.com

Para pengidap diabetes dengan tingkat akut pada umumnya membutuhkan insulin sebagai obat agar dirinya tetap dapat bertahan hidup. Namun sebuah studi di jurnal Gastroenterology menemukan bahwa ketergantungan insulin justru berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus besar.

Secara umum, penderita diabetes memang memiliki peluang resiko terkena kanker usus sebesar 40% dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes.

4Makanan

kulinermedia.blogspot.com

Makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat menyebabkan kanker usus. Mengkonsumsi makanan rendah serat juga lebih beresiko meningkatkan penyakit ini.

Oleh karena itu, direkomendasikan bagi siapa saja yang beresiko terkena kanker usus untuk mengurangi konsumsi daging merah yang terdapat pada daging sapi, daging kambing, daging kerbau dan lain sebagainya.

Selain itu, juga disarankan meningkatkan konsumsi makanan berserat seperti terdapat pada biji-bijian, buah-buahan dan sayuran.

5Lingkungan

luthfiramadhan221.blogspot.com

Penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan memiliki peran cukup besar dalam perkembangan kanker usus. Antara lain seperti di mana kamu tinggal, siapa orang-orang yang ada di sekitarmu, apa pekerjaanmu.

Bahkan ketika kamu bekerja, semua hal itu dapat mempengaruhi resiko terjangkit kanker usus. Jadi mulai sekarang, lebih peduli lah terhadap lingkungan di sekitarmu. Kelola lingkunganmu dengan lebih baik.

6Genetika

tsc.web.id

Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 25% dari kasus kanker usus memiliki hubungan genetik atau yang berasal dari garis keturunan.

Contoh penyebab genetik yang paling umum seperti mutasi dari penyakit FAP (familial adenomatosa poliposis) dan HNPCC (kanker kolorektal non-poliposis herediter) yang berubah menjadi kanker usus.

7Radang Usus

hariansehat.com

Penyakit kanker usus sering berasal dari kondisi awal penyakit seperti ulcerative colitis atau penyakit radang usus yang bersifat akut atau kronis. Terjadi pada lapisan dalam usus besar hingga terjadi semacam borok.

Penyebab lainnya seperti penyakit Chron, yaitu penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada bagian saluran pencernaan manapun. Termasuk di dalamnya adalah usus.

Secara umum, semakin lama seseorang memiliki penyakit radang usus dengan sebab apapun, maka semakin besar kesempatannya terkena kanker kolorektal atau kanker usus.

8Kurang olahraga

v.com

Penelitian telah menunjukkan bahwa gaya hidup berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus, termasuk kurangnya olahraga. Olahraga berfungsi melancarkan proses pembuangan kotoran manusia agar tidak sampai menumpuk pada usus.

Apalagi bagi kamu yang memiliki kebiasaan atau pekerjaan yang menuntut untuk berada pada posisi duduk terlalu lama. Olahraga semakin diperlukan agar buang air besar tetap lancar.