Masih ingatkah kamu dengan tragedi tsunami yang melanda Kota Serambi Mekah pada 26 Desember 2015? Tragedi ini disebut-sebut sebagai tragedi terbesar di Abad 21.

Tak hanya Indonesia, negara-negara tetangga turut merasakan dampaknya. Ratusan nyawa menjadi korban bencana alam yang menjadi kuasa Allah. Kerugian materi mencapai trilyunan rupiah.

id.wikipedia.org
id.wikipedia.org

Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada bentuk dasar laut baik ke arah vertikal (Pond dan Pickard, 1983) atau arah horizontal (Tanioka dan Satake, 1995).

Gangguan yang terjadi di dasar laut tersebut memberikan dampak perpindahan sejumlah besar air sehingga terjadi semacam banjir bandang yang tiba-tiba terjadi.

Banjir bandang ini mengejutkan warga yang tinggal di daerah pesisir pantai sehingga menyebabkan banyak jatuh korban.

Sebenarnya apa yang menjadi penyebab tsunami? Terdapat beberapa gejala alam yang menyebabkan bencana tsunami. Beberapa gejala alam tersebut sebagai berikut.

1Gempa Tektonik

www.ganjarlabaik.wordpress.com

Gempa tektonik yang menjadi penyebab terutama yang berasal dari dasar lautan. 90% penyebab tsunami adalah akibat gempa bumi. Seperti yang telah dijelaskan di atas gempa tektonik dapat terjadi vertikal atau horizontal.

Gerakan vertikal dapat terjadi pada daerah patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga dapat terjadi pada daerah subduksi, yaitu lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Pergerakan di dasar laut secara langsung berefek pada keseimbangan air laut. Bisa dikatakan air laut tumpah ruah ke daratan dan menyebabkan banjir bandang.

Kecepatan gelombang tsunami dapat mencapai ratusan kilometer per jam. Kecepatan gelombang air ini tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang tsunami terjadi. Saat mencapai daratan kecepatannya akan berkurang menjadi sekitar 50 Km/jam.

Sebenarnya saat terjadi gelombang di tengah lautan, tingginya hanya beberapa cm sampai beberapa meter saja. Namun saat mencapai bibir pantai dapat menjadi puluhan meter karena terjadi penumpukan air.

www.hdwallpapersonly.com
www.hdwallpapersonly.com

Beberapa gempa bumi yang dapat menyebabkan tsunami adalah gempa bumi yang berasal di tengah laut serta dangkal (0-30 Km), gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 skala richter, dan gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun.

Indonesia dan Jepang menjadi negara dengan catatan sejarah paling sering terjadi gempa bumi. Hal ini disebabkan kedua negara tersebut berada pada ring of fire gugusan gunung berapi mediteran pasifik.

2Letusan Gunung Berapi

www.boombastis.com

Tsunami yang terjadi karena gunung berapi pernah terjadi pada tahun 1883. Kerusakan yang terjadi akibat bencana alam ini juga tak kalah mengerikan dengan tragedi tsunami di Aceh.

Letusan Gunung Krakatau menyebabkan perubahan iklim dunia. Letusan ini menyebabkan terbentuknya pulau vulkanik atau disebut juga Kepulauan Krakatau.

Kepulauan Krakatau terdiri dari Rakata atau Krakatau Besar, Panjang atau Krakatau Kecil, dan Anak Krakatau.

3Longsoran Dasar Laut

www.sylvania-tsunami.com

Longsoran di dasar laut juga dapat mengakibatkan keseimbangan air laut. Longsoran ini juga dapat membawa dampak seperti gempa tektonik yang telah dijelaskan di atas.

4Jatuhnya Meteor ke Lautan

www.boombastis.com.

Bayangkan kamu menjatuhkan sebuah batu besar ke dalam gelas yang berisi air. Air di dalam gelas akan tumpah ke wilayah di sekitarnya.

Begitu juga yang terjadi apabila benda kosmik atau meteor jatuh ke bumi tepat di tengah lautan. Air laut akan tumpah ke wilayah di sekitarnya. Tumpahan air laut ini memberikan dampak tsunami pada penduduk di sekitarnya.

Bumi yang sebagian besar terdiri dari air menyimpan rahasia kebesaran Allah yang membuat kita merasa tidak ada apa-apanya. Tiada daya tiada upaya, melainkan kuasa Allah yang maha kuasa.

SHARE