Tanggal 1 Desember lalu, dunia memperingati hari tersebut sebagai hari AIDS sedunia. Dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter pejabat WHO untuk mengingatkan dunia akan bahaya AIDS dan kepedulian pada penderitanya.

Mendengar HIV/AIDS akan membuat kita merinding. Bagaimana tidak, virus yang diketahui pertama kali tahun 1959 ini sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Satu-satunya jalan hanya memperlambat perkembangan virus.

1Kasus Paling Awal

covesia.com

Virus ini oleh para ahli diduga berasal dari penularan antar spesies, yakni dari simpase kepada manusia. Seorang pria dewasa di daerah Kinshasah Republik Kongo adalah yang pertama kali dinyatakan terinfeksi HIV di tahun 1959.

Pada kasus kedua, virus HIV sudah merambah ke benua Amerika. Seorang pemuda afro-amerika bernama Robert Rayford meninggal dunia pada tahun 1969 di St. Louis, AS. Ditemukan virus HIV pada jaringan tubuhnya.

8 tahun berikutnya virus ini sudah masuk ke Eropa, seorang pelaut bernama Arvid Noe positif terinfeksi HIV setelah dia meninggal pada tahun 1977.

HIV/AIDS baru terungkap pada tahun 1959, namun awal penularan kepada manusia diduga sudah terjadi dari tahun 1940-an atau bahkan 1900-an.

2Penularan dari Simpanse

sainskesehatan.blogspot.com

Pada Februari 1999 kelompok peneliti dari University of Alabama, AS mengumumkan telah meneliti jaringan yang dibekukan dari seekor simpanse Afrika tengah dan menemukan jenis virus SIVcpz yang nyaris sama dengan HIV-1.

Ini menunjukkan simpanse adalah sumber HIV-1 dan virus ini pada suatu ketika menyeberang dari spesies simpanse ke manusia.

Namun, sebenarnya simpanse jarang terkena virus SIVcpz. Kemungkinan simpanse juga tertular dari pihak ketiga yakni primata yang berlum dikenali.

Peneliti dari University of Alabama menerangkan bahwa HIV dapat menyeberang dari simpanse karena manusia di Afrika sering membunuh simpanse dan memakan dagingnya.

Teori lain yang beranggapan bahwa HIV berpindah dari simpanse secara iatrogenik atau kealpaan pihak medis, misalnya melalui percobaan medis interakis antara peneliti dan simpanse.

Satu teori lagi yang dianggap logis, memperkirakan vaksin polio yang memainkan peranan dalam perpindahan ini, karena vaksin tersebut dibuat dengan menggunakan ginjal monyet.

3Jalur Penyebaran ke Seluruh dunia

plus.google.com

Virus HIV/AIDS tiba-tiba menyebar keseluruh dunia dan menjadi epidemi menakutkan. Ada 3 jalur virus ini tersebar luas. Yang pertama adalah lewat perjalanan internasional.

Seorang pramagura homoseksual Gaetan Dugas yang sudah terbang ke penjuru dunia dianggap bertanggung jawab atas penyebaran ini. Dia yang terinfeksi HIV sudah melakukan hubungan seksual dengan banyak orang dari berbagai negara.

sehatfresh.com
sehatfresh.com

Jalur yang kedua adalah karena industri darah. Di penghujung abad 20, jual beli darah begitu marak di Amerika Serikat. Semua orang termasuk para pengguna narkoba dengan bebas mendonorkan darah. Bahkan darah-darah itu tersebar juga sampai ke dunia.

Penyebaran masif juga terjadi melalui jalur narkoba. Dibangunnya shooting gallery (tempat menyuntik narkoba) di mana orang dapat membeli obat terlarang dan menyewakan perlengkapan menjadi cara lain penyebaran virus.

4Cara Penularan Antar Manusia

en.wikipedia.org

Virus HIV hidup di cairan tubuh dari manusia yang terinfeksi. Cairan itu adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Cairan yang tidak termasuk keringat dan urin yang berarti bukan jalur penularan yang beresiko.

Berikut ini jalur penularan yang paling beresiko menularkan HIV antar manusia.

  1. Hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.
  2. Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik.
  3. Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui.
  4. Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV.
  5. Melalu seks oral.

5HIV/AIDS di Indonesia

nurhayati2013.blogspot.com

Kampanye aktif selama ini kepada masyarakat dunia untuk hidup menghindari penyebab-penyebab tertular HIV relatif berhasil. Dalam satu dekade ini penurunan infeksi HIV cukup signifikan, yakni menurun sebesar 33% sejak 2001.

Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 di Indonesia sampai dengan Desember 2013, HIV tersebar di 381 kabupaten/kota. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS.

Saat ini sekitar 170.000 sampai 210.000 penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu ada di DKI Jakarta (32.782), diikuti Jawa Timur (19.249), Papua (16.051), Jawa Barat (13.507), dan Bali (9.637).

Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi  HIV. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Menunjukkan betapa rawannya virus ini tersebar karena gaya hidup yang tidak sehat.