Semakin ramainya konflik antara para pelaku bisnis transportasi online dan konvensional, terlebih saat demo supir taksi beberapa waktu lalu, membuat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan angkat bicara.

Kesenjangan yang terjadi di antara kedua model ransportasi tersebut membuat salah satu pihak merasa dirugikan. Transportasi konvensional menganggap bahwa lahan pekerjaan mereka menjadi hilang, berpindah pada transportasi online.

Pihak transportasi online pun berkilah bahwa mereka ada dikarenakan kebutuhan mendesak masyarakat terhadap pilihan transportasi yang cepat, nyaman, dan murah, mengingat transportasi massal Indonesia masih sangat buruk.

Kira-kira, bagaimana tanggapan Jonan terhadap fenomena ini?

Back

1. Harus Terdaftar

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyatakan bahwa keberadaan transportasi umum berbasis online tidak dapat dicegah. Angkutan tersebut menjadi masalah karena tak terdaftar.

Menteri Jonan mengatakan kehadiran transportasi berbasis aplikasi online bisa ada karena kemajuan teknologi yang tak dapat dihindari. Namun, sejauh ini, angkutan umum berbasis online sebetulnya illegal.

Selain terdaftar, armada angkutan umum online juga harus lolos uji KIR, sesuai standar yang berlaku.

Menteri Jonan mengimbau agar Organda dapat proaktif mewadahi angkutan umum berbasis online tersebut untuk menyepakati bersama bagaimana operasionalisasi yang baik bagi transportasi online.

banyumurti.my.id
Back

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here