youtube.com

Napak Tilas Sejarah Bandung Lautan Api

Posted on

Siapa yang masih ingat lagu berjudul “Halo-halo Bandung”?

Bagi yang masih ingat, lagu ini diciptakan untuk mengenang sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, khususnya di wilayah Kota Bandung. Sejarahnya begitu menggetarkan jiwa, sehingga perlu untuk kita ketahui sebagai penerus bangsa.

Peristiwa yang dikenal dengan Bandung Lautan Api merupakan imbas dari hasil kebijakan politk diplomasi pemerintah Indonesia yang ketika itu harus mengosongkan wilayah Bandung Utara. Namun pihak sekutu yang  saat itu menginginkan untuk menguasai Indonesia justru meminta lebih.

Mereka menginginkan pengosongan hingga sejauh 11 kilometer yang juga meliputi Bandung Selatan. Tentu hal ini menjadikan anggapan bagi Tentara Rakyat Indonesia saat itu bahwa sekutu telah melanggar isi perjanjian. Dan tercetuslah peristiwa bersejarah itu.

Penasaran dengan kisahnya? Berikut ini ulasan lebih jelasnya.

Peristiwa Sebelum Terjadinya Bandung Lautan Api

visitbandung.info
visitbandung.info

Peristiwa Bandung Lautan Api bermula dari masuknya pasukan sekutu ke Kota Bandung yang diwakili oleh pasukan Inggris pada Bulan Oktober 1945. Mereka mulai melakukan teror  kepada rakyat yang mengakibatkan gejolak dan perlawanan bersenjata dari rakyat Indonesia.

Selanjutnya pada Bulan November 1945, pasukan NICA atau Belanda semakin banyak masuk dan mengepung Kota Bandung hingga akhirnya beberapa pos pertahanan terebut kembali oleh mereka. Serangan pasukan NICA membuat semangat perlawanan dari TKR dan rakyat semakin berkobar.

Ditambah lagi, bencana cukup besar yang menimpa wilayah Bandung, yaitu jebolnya bendungan Sungai Cikapundung membuat rakyat semakin sengsara. Dan ditengarai jebolnya bendungan tersebut akibat ulah dari pasukan NICA.

Kronologi Peristiwa Bandung Lautan Api

visitbandung.info
visitbandung.info

Menteri Keamanan Rakyat yang ketika itu dijabat oleh Amir Sjarifuddin mendatangi Bandung untuk memerintahkan kepada TKR untuk segera mengosongkan kota. Maka dengan berat hati pasukan TKR menjalankan perintah beliau dengan terlebih dahulu melakukan beberapa serangan.

Salah satu serangan diantaranya dilakukan oleh dua orang pemuda berusia 19 tahun bernama Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan. Keduanya mendapat misi meledakkan gudang mesiu yang dulunya dimiliki Jepang. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Maret 1946.

Ledakan gudang mesiu ini menjadikan langit Bandung diselimuti asap hitam tebal. Peristiwa ini kemudian diikuti  oleh hampir seluruh warga Bandung dengan membakar rumah mereka masing-masing. Bagi mereka hal itu lebih baik daripada harus jatuh ke tangan sekutu.

Setelah itu, warga  pun berbondong-bondong mengungsi ke daerah aman yang masih dikuasai oleh pemerintah Indonesia.

Pahlawan Bandung Selatan

historia.id
historia.id

Saat para pejuang di Bandung mengepung benteng NICA yang berada di Dayeuh Kolot, Bandung Selatan. Seorang pemuda bersama temannya melakukan misi khusus dengan mengorbankan jiwanya menghancurkan gudang mesiu berbekal sebuah granat tangan.

Peristiwa heroik ini kemudian sempat difilmkan dengan judul “Toha Pahlawan Bandung Selatan”. Kedua pemuda tadi namanya diabadikan menjadi sebuah jalan di pusat Kota Bandung, yaitu Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan.

hotelgeulisbandung.com
hotelgeulisbandung.com

Sementara itu, dibangun pula sebuah monumen di Tegalega dengan nama Monumen Bandung Lautan Api.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *