Bulan Ramadhan bagi umat Muslim adalah bulan yang amat suci. Dimana dalam bulan ini, Allah memberikan limpahan rahmat, hidayah, berkah, dan ampunanNya bagi hamba-hamba yang ikhlas meraih kebermanfaatan di dalamnya.

Tak hanya ada ibadah puasa wajib sebulan penuh, namun juga ada ibadah sunnah seperti sholat tarawih, ibadah sunnah I’tikaf di masjid, suasana berbuka dan sahur bersama, dan sebagainya.

Bulan ini terasa amat menyenangkan, menyenangkan hati, menentramkan hati, dan membuat umat Muslim larut dalam kedekatan yang begitu nyata kepada Rabbnya, Allah SWT.

Dan dengan kondisi yang begitu syahdu di bulan Ramadhan, tercatat pernah terjadi 3 peristiwa besar bagi umat Muslim dan bangsa Indonesia, peristiwa besar yang tak akan pernah lekang sampai akhir zaman kelak.

Apa saja kah itu?

Fathu Makkah, Kemenangan Rasulullaah terhadap Kaum Kafir Quraisy

youtube.com

Rasulullaah SAW pernah menorehkan sebuah kemenangan tanpa perlawanan, tanpa ada perang, karena musuh menyerah kalah tanpa melawan, pada sebuah kisah penaklukan kota Makkah.

Peristiwa tersebut dinamakan Fathu Makkah. Terjadi pada tahun 630 M, atau pada tahun 8 H, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan.

Rasulullaah SAW bersama 10.000 pasukan datang ke Makkah dan menghancurkan semua berhala-berhala di sekitar Ka’bah tanpa ada perlawanan sedikit pun dari kaum kafir Quraisy yang telah menyerah kalah.

Setelah itu, Rasulullaah SAW mengelilingi (thawaf) dengan untanya di Ka’bah sambil menyerukan QS Al-Fath ayat 1. Bergetarlah para musuh, bahkan beberapa banyak yang masuk Islam, termasuk Abu Sufyan.

Lailatul Qadar, Turunnya Wahyu Al Qur’an Pertama

negerihamesha.blogspot.com

Malam itu, Rasulullaah SAW sedang berada di Gua Hira. Tiba-tiba beliau didatangi oleh Malaikat Jibril dengan wujud aslinya, memerintahkan beliau SAW untuk membaca “Iqra!”.

Beliau ketakutan menggigil dan sekaligus bingung, seperti yang kita semua tahu bahwa beliau SAW tak dapat membaca dan menulis.

Namun ternyata perintah “Iqra!” atau “Bacalah!” tersebut adalah sebuah ayat dari surat Al Alaq ayat 1-5 yang kemudian menjadi wahyu pertama diturunkannya Al Qur’an kepada umat manusia di muka bumi ini.

Sekaligus menandai bahwa Muhammad telah diangkat sebagai Rasul terakhir, Rasul akhir zaman, sekaligus penyempurna ajaran Rasul-rasul sebelumnya.

Peristiwa itu terjadi pada Tahun Kenabian, tepatnya tanggal 17 Ramadhan.

Proklamasi, Kemerdekaan Republik Indonesia

tintasoekarno.wordpress.com

Pada tanggal 16 Agustus tahun 1945, itu bertepatan dengan tanggal 8 Ramadhan tahun 1364 H. Artinya kala dirumuskan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda, Ir. Soekarno dan kawan-kawan sedang memasuki puasa bulan Ramadhan.

Dan memang benar, karena perumusan teks selesai sebelum waktu sahru. Kemudian para Petinggi pertama bangsa Indonesia itu istirahat sahur dan sholat subuh, lalu kembali melanjutkan diskusi tentang pembacaan proklamasi sesudahnya.

Dan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang juga bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 H, Ir. Sokarno atas nama Bangsa Indonesia membacakan teks Proklamasi saat beliau dan kawan-kawan seiman di situ tengah menjalankan ibadah puasa wajib Ramadhan.

Semoga ketiga peristiwa besar tersebut bisa kita ambil hikmahnya. Bahwa bulan Ramadhan bukan waktunya memanjakan diri dengan kemalasan walau sedang puasa.

Namun justru tanpa mengenal kapan waktunya, kita sebagai umat Muslim harus selalu siap menggoreskan tinta kebaikan dalam catatan amal kita, sebagai bekal di akhirat kelak.

[td_smart_list_end]