Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Di tengah rintik hujan izinkan saya kultwit soal  Pernyataan Sikap saya terhadap Fenomena LGBT di Indonesia dikaitkan dengan Perlindungan Anak. Kultwit pagi ini agak panjang. Akan berakhir sampai saya ketik : Sekian dan Terima Kasih. Jadi mohon pengertiannya. Sayaa jawab setelah itu. Jam 10.30 sd 12.30 saya harus pimpin RDP Komite III DPD RI. Jadi bila saya hilang di jam itu, gak usah dicari. Insya Allah akan kembali. Membaca kultwit saya jangan setengah jalan. Harus sampai selesai. Agar tidak salah paham.

Kultwit ini adalah soal Pernyataan Sikap saya terhadap Fenomena LGBT di Indonesia dikaitkan dengan Perlindungan Anak. Dalam agama yang saya yakini dan anut, tidak ada konsep LGBT. Saya rasa, semua agama menyakini hal yang sama. Dan sikap saya ini saya yakini juga menjadi sikap mayoritas masyarakat Indonesia. Itu keyakinan dan kepercayaan saya, serta hak asasi saya yang juga harus dihormati siapa saja, termasuk LGBT dan para penyokongnya. Saya secara pribadi tidak mempersoalkan keberadaan LGBT dan menolak segala macam bentuk kekerasan kepada mereka. Yang saya permasalahkan adalah aksi “Propaganda” Gerakan #LGBT nya. Jadi jelas ya. Saya TIDAK sedang mempermasalahkan person LGBTnya.

Ada 2 pesan utama dalam Propaganda LGBT yaitu “mencintai sesama jenis” dan “perilaku seks menyimpang adalah hal yang wajar & biasa”. Terlebih propaganda LGBT ini sangat gencar menyasar kalangan anak dan remaja Indonesia. Silakan cek medsos Gay SD, Gay SMP, Gay SMA. Bukti-buktinya sudah banyak. Bagi saya propoganda LGBT di kalangan anak dan remaja Indonesia adalah kejahatan. INI SUDAH MENCEMASKAN. Apalagi propaganda LGBT di Indonesia secara masif dilakukan lewat berbagai media baik yang konvensional maupun non kovensional. Mulai dari buku, musik, film, internet, media sosial, aplikasi chatting/percakapan, dsb. Dan para komunitas LGBT termasuk para akademisi penyokongnya cuma DIAM saja melihat tindakan tidak terpuji ini!

sumutpos.co
sumutpos.co

Saya mau ingatkan, siapa saja, penulis, penerbit, pembuat film, perusahaan teknologi informasi, atau komunitas-komunitas yg memprogandakan LGBT kepada anak dan remaja Indonesia, Anda telah melanggar UU Perlindungan Anak dan itu ada Sanksi Pidananya. Saya YAKIN banyak masyarakat Indonesia lainnya TAKKAN TINGGAL DIAM jika TERJADI PROPOGANDA LBGT DI KALANGAN ANAK dan REMAJA. Mereka yang sering memproganda LGBT ini selalu berlindung di balik HAM. Tanpa sadar propaganda yang mereka lakukan melanggar hak asasi orang lain, MELANGGAR HAK ASASI ANAK untuk TUMBUH KEMBANG SECARA WAJAR dan ALAMIAH. Mereka lupa, Semua HAM PBB yang jadi rujukan mereka itu harus disesuaikan dengan hukum nasional dan kondisi negara Indonesia.

Masyarakat sebenarnya sudah cukup toleran atas keberadaan LGBT. Tetapi akibat provokasi-provokasi yang bentuknya propaganda dan show off, masyarakat menjadi marah. Mereka bicara tolerensi, tetapi propaganda yang telah mereka lakukan selama ini, khususnya kepada Anak dan Remaja jauh dari nilai tolerensi. Saya sendiri beberapa tahun lalu pernah menangani aduan orang tua siswa tentang propaganda LGBT langsung ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta. Mereka datang ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta dengan tameng edukasi ternyata didalamnya ada propaganda LGBT. Apa pantas seperti itu? Saat itu sebuah Buku yang berjudul “Aku Bangga Menjadi Lesbi” dibagikan ke anak-anak sekolah di Jakarta. “Ini maksudnya apa?”

beritapenajam.com
beritapenajam.com

Sama halnya dengan kasus buku komik berjudul “Why Puberty” yang menyasar anak/remaja lengkap dengan illustrasi yang lagi-lagi mempromosikan LGBT. Buku ini selain dijual umum di toko buku juga sudah berada banyak di ruangan perpustakaan seluruh Indonesia dari hasil sumbangan. Bagi saya ini MENCEMASKAN dan propaganda LGBT ini harus DILAWAN. Dan entah berapa banyak lagi jenis propoganda yang kerap kita temui. Anehnya, walau ini menjadi isu besar, tak satupun komunitas LGBT yang berkomentar, setidaknya meminta maaf atas propaganda LGBT kpd anak-anak. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya pengawasan dan ketegasan Pemerintah! Negara lalai dan lambat dalam mengambil sikap terhadap Propaganda LGBT.

Semua propaganda LGBT ini ditemukan karena kesadaran masyarakat. Aduan yang masuk lewat email saya saja ada 3.517 dan SMS 1.107. Padahal sesuai UU Perlindungan Anak, pemerintah diwajibkan melindungi anak-anak dari segala macam kondisi yang dapat menganggu tumbuh kembang mereka. Saya dan semua orangtua di Indonesia PUNYA HAK MELINDUNGI ANAK-ANAK KAMI dari propoganda LGBT. Itu HAK ASASI kami yang harus dihargai. Jangan karena sikap kami menjaga keluarga (khususnya anak-anak), kami dibilang intoleransi, dangkal, berpikir mundur, atau homofobia. Sementara komunitas LGBT dan para pendukungnya dilabelin orang paling toleran, dan berhati mulia.

Poin penting dari saya dan ini mudah-mudahan didengar komunitas LGBT dan para penyokongnya adalah Hak Anda para LGBT mendeklarasikan orientasi seksual Anda ke muka umum. Tetapi jangan coba-coba berniat menuntut/memaksa kami dan anak-anak kami juga memberi tolerensi terhadap gerakan-gerakan LGBT ATAS NAMA HAM yang mencoba mengubah pandangan agama, tatanan sosial, etika, norma dan nilai-nilai budaya Indonesia untuk beradaptasi atas ke LGBTan Anda. Saya dan pasti semua orangtua akan melakukan apapun, bahkan tindakan nekat dan ekstrim untuk melindungi anak-anak kami dari hal-hal yang kami anggap tidak baik dan dapat merusak tumbuh kembang anak-anak kami, dalam hal ini LGBT.

petisionline.net
petisionline.net

Untuk penyiaran yang mengandung unsur propaganda LGBT, kita punya @KPI_Pusat dan menurut saya KPI punya concern terkait hal ini. Tetapi untuk penerbitan apalagi penyebaran lewat internet memang kita harus kerja keras mencegah Propaganda LGBT. Untuk penerbit saya rasa IKAPI (Ikatan penerbit indonesia) harus punya inisiatif untuk mengingatkan para penerbit dibawah naungannya. Untuk IKAPI saya himbau untuk tidak meloloskan buku yang mengandung propoganda LGBT terutama yang menyasar anak dan remaja Indonesia. Kita tidak tahu, mungkin saja di luar sana masih banyak buku anak dan remaja Indonesia yang mengandung propaganda LGBT.

Untuk internet dan media sosial, harus ada gerakan bersama untuk kampanye MENOLAK PROPAGANDA LGBT. Dan yang paling penting adalah kesadaran kita masyarakat, khususnya para orang tua untuk lebih aware terhadap hal ini. Mari Tolak Propaganda LGBT di Indonesia. Bicara soal LGBT di Indonesia, ini bukan lagi hanya soal pelaku atau sebatas perilaku individu saja, tetapi LGBT di Indonesia sudah menjelma menjadi sebuah GERAKAN MASIF yang TERORGANISIR dan disokong oleh PENDANAAN yang cukup besar.

Saya coba membagi SIKAP saya terhadap LGBT, yaitu LGBT sebagai PELAKU, PERILAKU dan GERAKAN.  Baca Baik-baik. Pahami. Terhadap PELAKU, kita tau bahwa keberadaan mereka ada di sekitar kita. SIKAP SAYA adalah menolak segala macam bentuk kekerasan kepada mereka. Mungkin ada anak, saudara, teman, pegawai, atasan, bahkan mungkin ada pasangan suami istri yang salah satu pasangannya LGBT. Terhadap PERILAKU, SIKAP SAYA sebagai orang yang beragama adalah harus ada yang MEMBIMBING MEREKA untuk kembali ke fitrahnya. Mereka berhak atas dakwah, terapi, rehabilitasi yang MENYEMBUHKAN agar mereka bisa Move On. Terlebih tokoh agama (ulama, pendeta) dan Pemerintah tentunya sangat diharapkan untuk MEMBIMBING MEREKA yang mau kembali ke fitrahnya.

Atau alangkah baiknya dengan aksi nyata misalnya layanan konseling yang bisa “menyembuhkan” mereka atau bahasa saya membuat mereka move on. Dan inisiatif-inisiatif seperti ini alhamdulilah sudah banyak walau kebanyakan inisiatifnya berasal masyarakat BUKAN pemerintah. Dan Alhamdulillah banyak LGBT yang sudah berhasil move on. Saya juga berinteraksi dan berdialog dengan LGBT, mereka sebagian besar itu ingin move on. Masalahnya sering mereka tidak punya tempat curhat yang tepat. Banyak larinya curhat ke lembaga konseling yang pro LGBT. Akhirnya masuk 1/2 keluar 1,  jadi LGBT beneran. Karena mereka yang masuk konseling Pro LGBT akan terus dibombardir propaganda dan kampenya masif bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah hal yang wajar atau biasa saja dari sisi kejiwaan, kesehatan, bahkan dari pandangan agama sekalipun.

globalfmlombok.com
globalfmlombok.com

Nah, jadi tadi saya sudah jelaskan SIKAP SAYA terhadap 2 hal yaitu: PELAKU dan PERILAKU. Sekarang saya jelaskan sikap saya yang KETIGA. SIKAP SAYA terhadap GERAKAN LGBT, adalah TOLAK PROPAGANDA nya, karena  GERAKAN LGBT membawa 2 pesan utama, yaitu: “mencintai sesama jenis” dan “perilaku seks menyimpang adalah WAJAR”. Saya menolak cara mereka mempublikasikan ke-LGBT-an nya di muka umum dan media. Menyikapi apa yang terjadi saat ini, saya melihat indikasi kuat secara bertahap Gerakan LGBT ingin mengubah tatanan sosial di Indonesia. Targetnya, Indonesia saat ini kondisi bisa seperti Filipina dimana LGBT bebas berpropaganda karena mendapat dukungan luas dari berbagai elemen. Mulai dari civil society, intelektual, law maker, aktivis, ormas, kampus, tokoh, lembaga keagamaan hingga public figure. Di Filipina semua elemen mendukung propaganda LGBT kecuali Komunitas Agama. Selanjutnya, bisa seperti Vietnam dimana pernikahan sesama jenis dibolehkan walau tidak tercatat dalam catatan sipil. dan ending-nya seperti di Amerika dan 20-an negara lainnya yang melegalkan pernikahan sesama jenis dan secara hukum, sosial, budaya, agama, LGBT tidak lagi dipersoalkan.

Saya tahu, pendapat sy ini pasti akan dibantah mentah-mentah oleh pegiat Gerakan LGBT dan dikatakan sebagai tuduhan yg kejam, tetapi dari pengamatan saya skenario yang terjadi di negara-negara yang sudah melegalkan pernikahan sejenis memang seperti itu. Dan itu tidak bisa DIBANTAH. Aneh dan naif saya rasa, bila sebuah GERAKAN LGBT TIDAK ADA TARGETnya. Dalam sistem demokrasi yang dianut Indonesia, jumlah menjadi hal yang penting. Sehingga propaganda LGBT di Indonesia dilakukan secara massif dan sistematis agar jumlah komunitas LGBT dan para penyokong secara statistik semakin besar sehingga diperhitungkan dari segi populasi.

Indonesia ini, adalah ‘Proyek Besar’ bagi Gerakan LGBT Dunia termasuk institusi internasional yang mendukungnya. Dana dari UNDP yang lagi ramai diberitakan, itu yang ketahuan, masih banyak pendanaan lain dari luar untuk propaganda LGBT. Mungkin judulnya tidak mengarah untuk kampanye LGBT, tetapi praktek di lapangan digunakan buat itu. Makanya jangan heran banyak yang ‘nimbrung’. Bagi saya, Propaganda LGBT apalagi di kalangan anak dan remaja HARUS DIHENTIKAN. LGBT sebagai Gerakan ini yang harus kita ‘Lawan’. Lawan tentunya bukan dengan kekerasan karena tidak akan menyelesaikan masalah. Saya tidak bermaksud menakuti-nakuti atau memprovokasi. Terserah saya mau dibilang Homofobia atau apa saja, tetapi dengan gerakan yang sistematis, dukungan pendanaan, dan institusi internasional skenario-skenario yang saya utarakan dimana endingnya pernikahan sesama jenis dilegalkan tadi, di masa depan bisa berhasil di Indonesia.

Di AS dan Eropa, sampai tahun 1960, praktek homoseks itu masih dianggap tindak pidana tetapi sekarang kan tidak lagi, malah dilegalkan. Bayangkan dalam kurun waktu yang cukup singkat, 75 tahun, pernikahan sejenis berhasil dilegalkan di Amerika. Indonesia MAU/TIDAK? Ini bukan hanya soal Indonesia. Isu ini sudah Global. Sudah 20-an lebih negara lebih yang melegalkan pernikahan sejenis. Kekuatan besar di dunia ini patut kita perhitungkan. Tentukan dari sekarang, apakah mau Indonesia nantinya MELEGALKAN PERNIKAHAN SEJENIS? SAYA TIDAK MAU!

beritapenajam.com
beritapenajam.com

Kekuatan besar di dunia ini patut kita perhitungkan. Saya mau kasih contoh Negara Malawi. Malawi terpaksa menghapus Undang-undang Ketidaksenonohan di mana di dalamnya diatur larangan perilaku homoseksual. Kenapa? Karena Malawi diancam bantuan pendanaannya akan diputus oleh negara-negara barat karena UU ini. Jangan sampai kita Indonesia didikte seperti Malawi! Dari sini saya paham kenapa Rusia dan Singapura punya regulasi terkait LGBT. Karena apa? Karena Rusia dan Singapura menyadari gerakan LGBT ini sistematis, dengan dalih HAM dan Demokrasi. Sehingga mereka langsung memagari Negaranya.

Terakhir, konklusi dari saya adalah jika kita sepakat LGBT ini sebuah persoalan serius, marilah kita baik sebagai pribadi ataupun bagian dari komunitas melakukan sesuatu untuk menghalau dan menolak gerakan dan propoganda LGBT. Tentunya, cara Menghalau dan Menolak Gerakan, juga Propaganda LGBT dengan cara yang beradab sesuai dengan ciri bangsa kita. Dunia Pendidikan lebih aware terhadap persoalan ini. Buatlah sesuatu. Begitu juga dengan para agamawan, akademisi/ ilmuan, penulis, anggota dewan dan semua eleman bangsa. Speak Up, Action. JANGAN HANYA DIAM! Jika perlu semua simpul sosial di masyarakat mulai dari sekolah, kampus, lembaga, kesehatan, terutama lembaga keagamaan dan tentunya negara menjadikan ‘pelayanan kepada mereka yang berperilaku LGBT sebagai prioritas pelayanan’ agar bisa move on.

radarbhayangkaraindonesia.com
radarbhayangkaraindonesia.com

Negara harus bisa menjangkau mereka untuk kembali ke fitrahnya tentunya dengan cara-cara yang baik dan beradab. Memang tidak mudah, terlebih individu-individu yang sudah tergabung dalam gerakan biasanya lebih militan akibat pola indoktrinisasi yang sudah diterimanya. Sering kali mereka ini menganggap gerakan untuk membuat mereka move on atau membuat mereka sadar sebagai hinaan dan pelanggaraan HAM. Nah, untuk gerakan dan propaganda LGBT yang masif terstruktur, sistematis dan ujungnya menuntut perubahan tatanan sosial, maka bangsa ini harus memikirkan regulasi yang melarang adanya gerakan dan propaganda LGBT di Indonesia. Insya Allah Komite III DPD RI akan membentuk Pansus terkait Gerakan dan Propaganda LGBT di Indonesia. Mohon doanya.

Demikian pernyataan SIKAP SAYA terhadap Fenomena LGBT di Indonesia dikaitkan dengan Perlindungan Anak. Saya berharap teman2-teman berkenan memberi masukan terkait persoalan ini. Semua masukan dan saran teman-teman akan kita jadikan strategi untuk melindungi Indonesia terutama anak dan remaja dari propaganda LGBT dan akan kita serahkan kepada para pengambil kebijakan di negeri ini agar mereka juga ikut bertanggungjawab melindungi Anak Indonesia. Ditunggu masukannya lewat Email fahira.idris@gmail.com – Terima kasih banyak sebelumnya. SEKIAN & TERIMA KASIH.

*Kultwit Fahira Idris @fahiraidris 17/02/2016 13:36:27 WIB