Di awal usia manusia yang juga disebut bayi, ia masih beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim ibunya. Newborn baby masih banyak menghabiskan waktunya dengan aktivitas tidur dan menyusu.

Begitu juga sebaliknya. Seorang ibu juga masih beradaptasi dan belajar menyusui bayinya itu dengan baik dan benar. Sehingga aktifitas yang paling tepat yang bisa dilakukan oleh ayah dan bunda bersama bayi adalah mendampinginya dan memberinya rasa nyaman.

Beberapa cara yang dapat dilakukan seperti memenuhi kebutuhannya dengan menyusui, menggantikan popok, memandikan dan menggendongnya. Dan penting adanya peran ayah dan bunda secara seimbang untuk melakukan semua hal itu.

Pada bayi usia 0-3 bulan, terdapat beberapa parameter untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya.

Contohnya pada aspek motorik kasar, bayi pada usia ini biasanya akan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, memutar kepala ke arah samping dan memiringkan tubuhnya.

Sedangkan untuk motorik halus dapat dilihat dari refleksnya menggenggam benda yang menyentuh telapak tangannya, menggenggam benda bertangkai, serta berusaha menggapai benda di dekatnya.

Secara aspek sosial-emosional, bayi akan menatap untuk melakukan kontak mata, tersenyum dan tertawa. Secara kognitif bayi juga akan membedakan apa  yang diinginkannya, berhenti menangis saat keinginannya terpenuhi dan menghubungkan orang dengan sesuatu.

Dan terakhir, pada aspek bahasa, bayi akan menangis sebagai bentuk komunikasi untuk segala keinginannya, mulai bergumam dengan vokal sederhana dan berteriak.

Beberapa permainan yang dapat diberikan kepada bayi berusia 0-3 tahun tentunya yang dapat merangsang si bayi agar perkembangannya  dapat meningkat secara optimal. Dengan permainan tersebut, perkembangan bayi  dari  segala aspek dapat ditingkatkan.

Beberapa permainan tersebut antara lain seperti memperdengarkan musik-musik yang lembut dengan berbagai irama, menjemur bayi di pagi hari antara 15-30 menit, mengenalkan bayi dengan pola warna kontras.

Ayah bunda juga dapat memberinya mainan gantung yang memiliki warna-warna cerah, membacakanya cerita dengan menunjukkan buku bergambar, melatih untuk miring, berguling dan tengkurap.

Permainan berikutnya yaitu membantu si buah hati untuk bisa tengkurap sendiri, salah satunya dengan memberinya mainan yang dapat menarik perhatiannya dengan cara membalikkan tubuhnya.

Selain itu, si buah hati dapat diajak berguling di atas gymball dan diberikan mainan bertangkai agar dia dapat menggenggam tangkainya. Yang jelas seluruh permainan itu harus selalu dalam pengawasan ayah bunda.