Pernikahan adalah sebuah ikatan yang suci nan agung. Janji pernikahan kerap disebut mitsaqan ghalida. Sebuah janji langsung kepada Allah SWT.

Masalah riak riak dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah. Perbedaan karakter dan sifat antara suami istri kadang membuat sedikit konflik menjadi bumbu dalam mahligai pernikahan.

www.suherlin.com
www.suherlin.com

Asal semua hal tadi tetap dibingkai dalam syariat dan aturan Allah SWT. Bumbu-bumbu riak tadi dapat diminimalisir.

Nabi SAW sendiri adalah sosok panutan yang paling ideal dalam rumah tangga. Beliau banyak mencontohkan bagaimana romantisnya Nabi SAW terhadap para istrinya.

Nah berikut ini akan dikupas, bagaimana cara romantis ala Rasulullah SAW agar menguatkan jalinan cinta suami istri

1Lembut kepada Istri

ummi-online.com

Seorang suami mestilah lembut terhadap istrinya seperti misalnya menawarkan minum dan semacamnya, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Asma’ binti Yazid bin Al-Sakan, yang mengatakan,

“Saya telah mendandani ‘Aisyah sebagai pengantin perempuan saat pernikahannya dengan Rasulullah. Kemudian saya datang kepada Rasulullah dan mengajaknya untuk melihat ‘Aisyah (melihat wajahnya).

Lalu beliau datang dan duduk di sampingnya, sedangkan di tangan beliau ada segelas susu. Rasulullah pun meminumnya, lalu memberikannya kepada ‘Aisyah, namun dia menundukkan kepala karena malu. Saya pun memarahinya dan berkata,

“Ambillah dari tangan Rasul”. Dan iapun mengambilnya lalu meminumnya sebagian, lalu Rasulullah berkata, “Berikanlah sebagian kepada kawanmu (maksudnya beliau sendiri)” (H.R. Imam Ahmad dan dianggap shahih oleh Al-Albany)

2Letakkan Tangan di Kepala Istri dan Berdoa

victymuciiil.wordpress.com

Kamu bisa melakukan ini agar pernikahan kamu semakin awet. Letakkan tanganmu di kepala istri dengan mengatakan, “Bismillah” dan mintalah barokah, dengan mengucap seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amir bin Al-Ash

Rasulullah bersabda, “Ketika kamu menikahi seorang perempuan, maka ucapkanlah ‘Allahumma inni asaluka khoiroha wa khoiro ma jabaltaha ‘alaihi wa a’udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi’

(Ya Allah, aku memohon kepadamu untuk kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau ciptakan baginya, dan aku mohon pertolongan kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan yang Engkau ciptakan padanya)”

Abu Dawud mengatakan bahwa Abu Sa’id menambahkan, “Dan kemudian ciumlah kening istri dan berdoalah untuk meminta barokah untuk perempuan atau budak ini” (H.R. Abu Dawud dalam As-Sunan, Kitab An-Nikah, Bab fi jami’ an-nikah; dan dihasankan dalam Shahihul Jami’ no 341)

3Shalat Dua Rakaat Bersama

majalahembun.com

Shalat dua rakaat bersama adalah kebiasaan romantis para suami saat pertama kali menikahi istrinya. Kebiasaan ini telah masyhur di kalangan salaf (pendahulu kita). Ada dua atsar riwayat berkaitan dengan ini:

Dari Syaqiq, yang mengata-kan, “Seorang laki-laki yang bernama Abu Haris datang berkata (kepada Abdullah Ibnu Mas’ud): ‘Saya telah menikahi seorang perawan, namun saya takut kalau-kalau dia membenci saya’.

Abdullah menjawab, ‘Cinta datang dari Allah dan kebencian datang dari syaithan, yaitu yang menginginkan engkau membenci apa yang telah diperbolehkan Allah. Jika istrimu itu datang kepadamu, ajaklah dia untuk sholat dua rakaat di belakangmu'”

4Jangan Lupa Berdoa Saat Berkumpul

pakarcinta.com

Saat berhubungan suami istri pun ada tuntunannya agar lebih menentramkan jiwa. Rasulullah SAW bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian ingin mendekati (berjimak) dengan istrinya, maka ucapkanlah, ‘Bismillahi Allahumma jannibna asysyaithan wa jannib asysyithan ma razaqtana’

Artinya Dengan nama Allah, ya Allah, lindungilah kami dari syaithan dan lindungilah kami dari apapun yang Engkau berikan kepada kami dari syaithan). Jika mereka mendapatkan anak, maka syaithan tidak akan membahayakan anaknya tersebut.” (H.R. Bukhari)