Makin maju sebuah zaman, ternyata masih banyak wanita yang menganggap bahwa pernikahan bukanlah hal utama yang harus dicapai dalam hidup, dan dalam waktu cepat.

Tak sedikit wanita yang sibuk mengejar karir sampai melupakan cinta. Apa sih sebenarnya yang menyebabkan wanita sampai mengesampingkan cinta dan mengutamakan pekerjaan?

Yuk, cek beberapa alasannya:

1Karir: Sendiri Mengejar Mimpi

khazanah.republika.co.id

Tidak cuma laki-laki, para wanita juga memiliki target atau pencapaian yang tak kalah tinggi dari kaum pria. Para wanita juga mencari ilmu setinggi mungkin.

Maka ada saja para wanita yang berusaha mati-matian meraih mimpi dan pendidikan tinggi sampai melupakan urusan cinta.

Tak sedikit wanita yang masih melajang hingga usia di atas 30-an namun mempunyai segudang prestasi.

2Menikah: Ada Partner

fosmaiweb.fisip-untirta.ac.id

Kalau menikah, mungkin sudah harus berpikir dua kali untuk mengejar impian pribadi sebab ada pasangan yang pasti harus diajak musyawarah bersama untuk memutuskan masa depan.

Jika sudah menikah, yang dipikirkan bukan lagi aku, tapi kita. Wajar jika ada beberapa impian atau cita-cita diri yang harus dikorbankan.

Tapi, seorang wanita akan memiliki partner hidup, sekaligus partner kerja yang bisa diajak diskusi, bekerja sama membangun impian yang jauh lebih besar. Hasil yang akan diperoleh pun bisa berlipat-lipat.

3Karir: Aktualisasi Diri

viaberita.com

Tak hanya pria yang bisa mengaktualisasikan diri, wanita juga mampu. Kini makin banyak wanita yang melakukan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Bisa membantu banyak orang dianggap lebih bermakna dan berguna, ketimbang menikah dulu karena pekerjaan akan lebih banyak dihabiskan untuk urusan dapur.

4Menikah: Jadi Wanita Multitalent

penulispro.com

Bentuk aktualisasi diri seorang wanita yang sudah menikah (istri) bukan hanya sebatas pada pencapaian hasil kerja di kantor, tapi bagaimana ia mampu menjadi seorang istri yang meneduhkan, menentramkan, sekaligus menjadi ibu yang cerdas.

Boleh jadi seorang wanita akan menemukan lebih beragam lagi potensi diri yang mungkin tidak sempat tersingkap ketika masih sendiri.

5Karir: Kepuasan Batin

radioelnury.com

Mendapatkan prestasi dan posisi karir yang diinginkan banyak orang (bergengsi) adalah kepuasan tersendiri bagi sebagain wanita.

Ada yang masih berambisi untuk mendapatkan posisi karir atau prestasi yang dicita-citakan, sebab kepuasan tersebut tak bisa diukur dengan apapun.

6Menikah: Pengorbanan

talldarkbishoujo.tumblr.com

Tidak ada yang namanya ambisi pribadi. Semuanya tentang “kita”. Tentu indikator kepuasan batin akan berubah drastis ketika sudah menikah.

Misalnya, memiliki anak. Maka membesarkan anak dengan segudang visi dan misi besar akan menjadi prioritas yang menurut sebagian besar orang menjadi target yang jauh lebih hebat.

7Karir: Kebebasan Finansial

dailymoslem.com

Kalau kamu sudah bekerja dan mendapat penghasilan, kamu bisa membeli apa pun yang kamu mau tanpa mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri.

Kalau sudah punya semua yang bisa membuat bahagia tanpa perlu orang lain, untuk apa sibuk mencari pasangan dulu?

8Menikah: Tanggung Jawab Berlipat

claytonladuerotary.org

Ketika belum menikah, uang hasil bekerja bisa digunakan sesuai keinginan diri tanpa mempertimbangkan banyak hal, maka menikah akan membuat seorang wanita tidak bisa seenaknya menggunakan uang tanpa diskusi dengan suami.

Tanggung jawab terhadap kebutuhan rumah tangga akan menjadi prioritas utama. Tentu semua ini demi mencapai impian bersama yang jauh lebih besar.

9Karir: Gaya Hidup

bintang.com

Karir menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wanita, sampai mereka tidak mementingkan urusan cinta dalam hidupnya.

Karir sudah menjadi bagian gaya hidup wanita modern. Tidak bekerja akan lebih memalukan ketimbang tidak punya pasangan.

10Menikah: Role Model

fotoartishot-terbaru.blogspot.com

Jika berkarir seorang diri kebanyakan hendak mengikuti gaya hidup, maka menikah justru menjadi model bagi orang lain.

Teladan atau contoh sikap antara suami dan istri yang tentu bukan hanya ditunjukkan pada orang lain sebagai bentuk kebaikan, tapi juga menjadi model bagi anak-anak kelak.

Jadi bagi yang memilih menikah lebih dulu, maka kalian bukan mengikuti gaya hidup, tapi membuat gaya sendiri untuk dicontoh kelak oleh anak cucu. Tentu contoh yang baik dan benar ya.

Bagaimana denganmu? Pilih menikah atau karir dulu?

SHARE