Pada pelajaran-pelajaran lampau, sering kali diterangkan tentang jumlah planet di tata surya yang berjumlah 9. Pluto menjadi salah satu obyek angkasa yang dianggap sebagai planet kesembilan dan terkecil di antara lainnya.

Pada tahun 2006 setelah IAU atau International Astronomical Union mengadakan pertemuan, dari forum tersebut disepakati bahwa Pluto bukan lagi sebagai planet kesembilan, namun lebih tepatnya adalah dwarf planet (planet kerdil).

wikipedia.org
wikipedia.org

Dalam pertemuan itu sebenarnya tidak semua bulat untuk mengeluarkan Pluto dari definisi planet. Salah satunya adalah Dimitar Sasselov, dia berpendapat bahwa belum ada bukti ilmiah yang dapat menentukan Pluto sebagai planet atau tidak.

Maka dari itu, menurut Sasselov sebutan kata planet pada Pluto tidak masalah sebelum ada penemuan baru dari Pluto. Panggilan Planet Pluto memang terlanjur akrab di telinga masyarakat dunia ketimbang memanggil dengan nama lain.

Sebelum pertemuan IAU, Badan antariksa Amerika (NASA) sudah meluncurkan pesawat ruang angkasa pada 19 Januari  2006. Pesawat yang diberi nama New Horizon ini menjadikan Pluto sebagai tujuan utama penelitiannya.

theverge.com
theverge.com

Setelah kurang lebih 9,5 tahun mengangkasa, New Horizon dengan penampakan seperti di atas, pada pertengahan juli 2015 akhirnya berhasil mencapai titik terdekat dari Pluto.

New Horizon berhasil melintas 12,5 ribu kilometer di atas permukaan Pluto dengan kecepatan 45 ribu kilometer per jam. Jarak paling dekat yang pernah dicapai manusia melalui pesawat tanpa awaknya.

Berbagai misteri dan kesalahpahaman tentang Pluto pun akhirnya banyak terungkap, melalui berbagai gambar yang dikirimkan oleh New Horizon. Sontak fakta-fakta baru Pluto menjadi perhatian besar dunia, terutama bagi pecinta astronomi.

Berikut ini beberapa fakta baru dari New Horizon tentang Pluto yang paling mengejutkan dunia astronomi.

1Warna Pluto Yang Keliru

space.gizmodo.com

Pluto sebagai objek antariksa paling jauh dan terkecil selama ini digambarkan berwarna kelabu atau biru. Namun foto yang dikirim dari pesawat penjelajah New Horizon membuktikan gambaran selama ini ternyata salah.

Pada gambar di atas, sebelah kiri adalah prediksi dan asumsi selama ini, sedangkan sebelah kanan adalah fakta sebenarnya dari Pluto yakni berwarna merah agak kecokelatan. Warna ini mengingatkan kita pada warna planet Mars yang sering disebut planet merah.

olivia-anggraeni.blogspot.com
olivia-anggraeni.blogspot.com

Jika warna merah mars seperti gambar di atas karena kandungan oksida besi yang lebih dikenal dengan sebutan karat. Bagaimana dengan Pluto sendiri?

Diperkirakan warna kemerahan yang ada di permukaan Pluto berasal dari molekul hidrokarbon yang terbentuk saat sinar kosmik dan sinar ultraviolet Matahari berinteraksi dengan metana yang ada di atmosfer dan permukaan Pluto.

2Ukuran Pluto Tidak Sekecil yang Dikira

nasa.gov

Selama ini dalam pelajaran pengetahuan alam, Pluto dianggap planet paling kecil yang letaknya paling jauh dari Matahari. Setelah keberhasilan New Horizon mendekati Pluto, terungkap ukuran Pluto yang lebih besar dari perkiraan awal.

NASA mengatakan Pluto ternyata memiliki diameter 1,473 mil atau setara dengan 2370 km. Penentuan ukuran itu dibuat menggunakan gambar yang dikumpulkan oleh probe Long Range Reconnaissance Imager (LORRI).

“Ukuran Pluto telah diperdebatkan sejak penemuannya pada tahun 1930. Kami sangat senang akhirnya perdebatan tersebut berakhir,” kata ilmuwan astronomi Bill McKinnon dalam sebuah pernyataan.

3Penemuan Gunung Es di Pluto

bbc.co.uk

Dari jarak terdekatnya baru-baru ini, New Horizon mengirimkan foto terdetail dari Pluto. Pegunungan setinggi sekitar 11.000 kaki yang terekam di planet itu diduga mengandung es.

Para ilmuwan cukup kaget mendapati minim sekali kawah di Pluto. Sehingga diduga pegunungan yang lebih banyak mengandung es ketimbang batu itu sudah terbentuk tak lebih dari 100 juta tahun lalu.

bbc.co.uk
bbc.co.uk

Beberapa hari berselang, New Horizon kembali mengirimkan gambar yang menunjukkan gunung es lebih dekat lagi. Bentuknya seperti hati, dan puncak gunung itu diyakini mencapai 804-1.609 meter.

Pegunungan ini oleh NASA dinamakan Sputnik Planum. Di sisi lain pegunungan ini, ada area ekuator besar nan gelap yang kemudian diberi nama Cthulhu.

Para peneliti NASA menduga Sputnik Planum ini kemungkinan berusia masih sangat muda, yakni kurang dari 100 juta tahun. Sementara area gelap tersebut sudah ada sekitar miliaran tahun lalu.