Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK), Bachtiar Arif, menyatakan bahwa tidak akan ikut campur dalam masalah Ketua BPK, Harry Azhar Aziz. Lanjutnya, tercantumnya nama ketua BPK dalam Dokumen Panama tidak terkait dengan lembaga tinggi negara tersebut.

“Lagi pula perlu ditanya juga benar enggak kasusnya, seperti apa kasusnya? Apa setiap orang yang ada di Panama Papers bersalah?” kata Bachtiar Arif ditemui di BPK pusat pada Rabu (13/4/2016).

Bachtiar memastikan, jika pun data dalam Dokumen Panama itu benar, maka BPK tidak akan terlibat dalam proses audit kekayaan Harry karena itu bukan kewenangan BPK. Seperti diketahui bersama, tugas dan wewenang BPK adalah melakukan pemeriksaan atas keuangan negara dan daerah.

“Pemeriksaan BPK itu pemeriksaan untuk tanggung jawab pengelolaan keuangan negara. Apa itu keuangan negara? Bukan,” tambahnya. Dalam Undang Undang No. 15 Tahun 2006, tentang BPK, Pasal 1 dinyatakan bahwa BPK adalah lembaga yang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Koran Tempo melansir bahwa Harry merupakan pemilik salah satu perusahaan offshore, Sheng Yue International Limited.