Guys, pasti kalian sudah tahu tentang program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada akhir 2015 silam bukan?

Yup, bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada.

Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan ekspor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia.

Namun di sisi lain, Indonesia juga perlu mempersiapkan tenaga-tenaga lokal yang mumpuni dalam hal kemampuan Guys. Kenapa begitu? Ya, jawabannya tidak lain dan tidak bukan agar tenaga Indonesia tidak kalah saing dengan tenaga asing.

Nah, dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA) telah tertuang 8 profesi yang terkena kebijakan pasar bebas.

MRA telah menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan untuk masing-masing profesi tersebut di kancah ASEAN.

Nantinya, Indonesia bisa menerima tenaga kerja dari negara anggota ASEAN lain dengan profesi-profesi ini, begitu juga sebaliknya. Check this out Guys!

1Engineer/Insinyur

news.okezone.com

Sudah tidak diragukan lagi profesi satu ini jika digolongkan dalam 8 profesi yang akan bersaing di kancah ASEAN.

Karena seperti yang kita tahu prospek dari keteknikan sendiri memang tinggi. Saat ini ada 14 jenis profesi insinyur yang ada di Indonesia, mulai dari insinyur mesin, teknik fisika, teknik sipil, dan teknik kimia, dan lain sebagainya.

2Arsitek

pusatcinta.com

Arsitek adalah ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan. Lingkup pekerjaan arsitekur sangat luas meliputi interior, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional.

Profesi ini sangat relevan jika dikaitkan dalam bidang pembangunan.

3Tenaga Pariwisata

travel.kompas.com

Indonesia memiliki potensi obyek wisata Indonesia yang tidak sedikit dan adanya MEA sangat memungkinkan banyaknya turis asing yang akan keluar masuk Indonesia menikmati obyek wisata tersebut.

Inilah mengapa tenaga pariwisata sangat dibutuhkan di era MEA ini.

4Akuntan

saputraroy.com

Kita tahu akuntan adalah mereka yang ahli di bidang akuntansi. Bisa menjadi akuntan publik, akuntan intern, akuntan pemerintah, hingga akuntan pendidikan. Indonesia sangat membutuhkan profesi ini bukan?

5Dokter Gigi

megapolitan.kompas.com

Dokter gigi juga merupakan profesi yang dipertimbangkan dalam MEA. Di Indonesia, profesi dokter gigi ini belum banyak diambil, itulah mengapa banyak peluang kerja untuk profesi yang satu ini.

6Surveyor

popsugar.com

Mungkin banyak yang belum mengenal profesi satu ini. Mereka yang pertama mendengar pasti pikirannya lebih kepada lembaga-lembaga survey, seperti pemilu dan lain sebagainya.

Tapi, sebenarnya surveyor di sini adalah mereka yang ahli pengukuran bumi baik pengukuran tanah ataupun darat.

Umumnya, mereka berasal dari sekolah-sekolah yang mengajarkan ilmu-ilmu pengukuran bumi atau pemetaan, di antaranya  adalah lulusan Teknik Geodesi dan Geomatika dari universitas.

Lulusan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), dan institusi lain yang bergerak dalam pemetaan dan kerekayasaan konstruksi.

Sayang sekali, di Indonesia sendiri saja profesi ini belum dikenal masyarakat umum sehingga tenaganya masih kurang, padahal prospeknya tidak kalah menggiurkan jika dibanding insinyur lainnya, seperti mesin, sipil, kimia, dan yang lainnya.

7Praktisi Medis (Dokter)

rmol.co

Praktisi medis (dokter) masuk ke dalam daftar profesi yang boleh keluar masuk negara lain di kawasan ASEAN. Tidak mengherankan sebenarnya, karena di setiap negara pun akan membutuhkan tenaga medis untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

Nah, dengan MEA ini, tentu akan membuka kesempatan bagi tenaga medis Indonesia untuk membuka praktik di seputar negara kawasan Asia Tenggara.

8Perawat

health.kompas.com

Bukan hanya dokter umum dan dokter gigi Guys yang dapat wira-wiri di kawasan ASEAN Guys. Begitu juga dengan perawat, asalkan kompetensinya dapat dipertaruhkan, mereka bisa mengepakkan sayapnya di ASEAN juga.

Jadi buat kamu, terlebih lagi bagi diri saya sendiri, jika profesi kita memiliki salah satu dari 8 profesi ini, ayo kita mulai dari sekarang meningkatkan kompetensi kita agar tidak kalah saing dengan tenaga asing!

Masih muda, harus bisa berkarya untuk bangsa bukan? Semoga bermanfaat!

 

SHARE