Tsunami merupakan sebuah kata dari bahasa Jepang yang berarti ombak besar. Jika didefinisikan tsunami adalah bencana alam yang disebabkan oleh naiknya gelombang laut ke daratan dengan kecepatan tinggi karena adanya perubahan permukaan laut.

Perubahan permukaan laut itu bisa diakibatkan oleh gempa yang pusatnya di bawah laut, meteor yang jatuh ke lautan, letusan gunung berapi yang besar, longsor bawah laut, maupun lempeng yang bergeser.

Bahaya tsunami ini akan sangat terasa bagi penduduk yang bermukim di sekitar pantai, apalagi jika tsunami ini terjadi dalam kekuatan yang besar, maka ia akan menyapu segala yang dilewati.

amarmustafa.blogspot.com
amarmustafa.blogspot.com

Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah dengan kecepatan rambatan gelombang yang bisa mencapai 500-1000 km/jam. Kecepatan tersebut setara dengan kecepatan pesawat terbang.

Orang pertama yang mengaitkan antara tsunami dengan gempa bawah laut adalah sejarawan asal Yunani yang bernama Thucyides. Akan tetapi, pengetahuan tentang penyebab tsunami hingga memasuki abad ke-20 masih sangat minim.

Sehingga, para peneliti terus melakukan penelitian mendalam untuk memahami penyebab terjadinya tsunami. Terjadinya tsunami sudah pasti melalui proses yang tidak sebentar.

Sehingga kamu bisa mengetahui proses terjadinya tsunami melalui penjelasan berikut ini.

1Zona Penunjaman

www.northcoastjournal.com

Zona penunjaman adalah area yang sangat berpotensi untuk terjadi bencana tsunami. Di jalur ini akan kamu temukan banyak titik-titik pusat gempa dan rangkaian jalur gunung berapi.

Hampir sebagian besar tsunami dikarenakan gempa bumi yang terjadi pada zona penunjaman. Hal itu disebabkan adanya benturan pada lempeng samudera yang kemudian menunjam ke bawah lempeng benua.

2Akumulasi Energi

blog.daum_.net

Akumulasi energi yang dihasilkan dari gesekan antara lempeng samudera dan lempeng benua sangatlah besar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan dapat dilepaskan secara tiba-tiba sebagai gempa bumi.

Energi yang telah terakumulasi secara perlahan tersebut dapat menyebabkan penekukan perlahan pula pada kerak benua. Penekukan tersebut tidak akan dapat kita rasakan meski kita tinggal tepat di atasnya.

Akumulasi energi ini sama seperti energi yang tersimpan ketika menekan sebuah pegas atau ketika kita sedang membengkokkan batang rotan.

Ketika kita melepaskan tekanan, maka energi pada pegas atau rotan akan dilepaskan untuk kembali ke bentuk semula. Akumulasi energi di lempeng benua ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Selama puluhan tahun bahkan berabad-abad.

3Titik Jenuh Akumulasi Energi

commons.wikimedia.org

Akumulasi energi yang telah mencapai titik jenuh akan menyebabkan gempa bumi serta memulai terjadinya tsunami.

Titik jenuh ini terjadi ketika akumulasi energi sudah melampaui tekanan akibat gesekan lempeng samudera, sehingga akumulasi energi ini akan terlepas sebagai gempa bumi.

Pergerakan yang tiba-tiba ini mengharuskan sejumlah massa air di atasnya harus berpindah tempat dan mencari tempat untuk menjauh dari titik pusat gempa.

Jika ternyata massa air ini menemukan daratan sebagai tempat menjauh, maka tsunami lah yang terjadi sehingga dapat menyapu semua yang ada di daratan tersebut.

4Gelombang Tsunami Menjahui Titik Pusat Gempa

northcoastjournal.com

Terjadinya tsunami tidak hanya disebabkan oleh gempa bumi. Ada syarat lain agar dapat terjadi tsunami, yakni adanya titik pusat gempa di laut dengan magnitude yang besar.

Agar dapat terjadi gempa bumi magnitude itu sekurang-kurangnya mencapai 6.5 hingga 7 skala richter, serta dipslip dan hiposentrum dangkal kurang dari kedalaman 30 km.

rovicky.wordpress.com
rovicky.wordpress.com

Apabila kita mencermati proses terjadinya tsunami, kita pasti tahu bahwa tidak ada campur tangan manusia di dalamnya.

Sehingga kita tidak punya kendali utnuk mencegah bencana alam tersebut. Namun kita patut waspada agar dapat meminimalisir dampak dari terjadinya tsunami.

SHARE