Benarkah Puber Kedua Bagi Laki-laki Itu Memang Ada? Para Isteri Wajib Membaca Ini!

sebarkan.org

Pernikahan memang sebuah komitmen bersama antara seorang pria dan wanita yang dilandasi cinta dan agama untuk membangun sebuah kehidupan baru di masa depan.

Menikah berarti siap setia kepada pasangan hidup sampai ajal memisahkan. Menikah juga berarti siap menggabungkan impian dan harapan masing-masing menjadi suatu visi misi kehidupan bersama.

Mungkin memang benar bahwa awal menikah adalah masa yang sangat menyenangkan, semua serba romantis, dan rasa cinta juga masih sangat besar.

Menjelang usia 5-10 tahunan, godaan awal pernikahan mulai berdatangan. Mulai dari adanya rasa bosan, kemudian sudah mulai sibuk dengan hal masing-masing, dan juga masalah psikologis.

Nah untuk para isteri, ketakutan jika suami tertarik dengan wanita lain, selingkuh, atau ingin menikah lagi pasti ada. Karena memang secara psikologis, laki-laki akan mengalami fase ‘puber kedua’.

Menurut mitos, fase ini adalah fase rawan, dan peran isteri memang harus kuat untuk ‘menggenggam’ cinta dan kesetiaan suami agar tak lepas darinya.

Untuk melihat benar atau tidaknya fase itu akan datang pada para suami, bacalah uraiannya berikut ini.

1Mendadak Suami Ingin Tampil Keren?

www.wikimodis.com

Jika suamimu mulai suka dandan berlebihan dari biasanya, maka kamu wajib waspada. Perhatikan apa saja perubahan tersebut dan segera ambil penyikapan yang baik.

Mitosnya, puber kedua hampir sama dengan tanda puber pertama, laki-laki akan lebih suka dandan agak berlebih agar terlihat keren dan gagah.

Yang biasanya jarang pakai minyak rambut, tiba-tiba suka pakai. Yang biasanya rambut tidak disisir rapi, mendadak sebelum berangkat kerja semuanya serba rapi.

Untuk menyikapi ini, kalian para isteri harus sipa juga mengimbangi pubernya suami. Dandanlah yang amat cantik dan menarik, namun ingat, hanya di depan suami lho!

Sehingga dijamin suamimu tak akan tertarik untuk ‘tergoda’ pada bunga yang lain di luar sana. Hehehe.

2Para Suami Jadi Ingin Diperhatikan Lebih!

www.cumicumi.com

Pada usia pernikahan di atas 10 tahun, kesibukan masing-masing dengan pekerjaan, romantisme yang mulai berkurang, serta urusan anak yang semakin menjadi prioritas, justru bisa berbahaya.

Dan ketika sudah mulai menua serta banyak kesibukan yang melelahkan, suami akan sangat butuh perhatian. Apalagi saat banyak beban di tempat kerja atau masalah sebagai kepala keluarga.

Agar suami tidak merasa dicueki dan kemudian cari pelampiasan di luar, isteri harus siap meninggalkan sejenak fokusan kepada hal di luar keluarga untuk kembali ingat hakikat dia sebagai isteri.

Hakikat tersebut adalah, siap berbakti, taat, dan membersamai suami dalam menjalani kehidupan ini.

Jadi jika suamimu butuh perhatian, jangan egois ya, karena beban sebagai kepala keluarga dan imam seorang isteri itu berat sekali lho! Luangkan waktumu untuknya.

3Apakah Emosi Suami Juga Berubah?

www.dakwatuna.com

Bahkan seorang suami yang sabar sekalipun pasti bisa marah. Apalagi konon menurut mitos, di masa puber kedua yang memang sangat rawan ini, emosi suami akan sedikit berubah dari biasanya.

Emosional bukan hanya tentang marah yang berujung pada kekerasan kata atau fisik pada isteri dan anak, namun bisa juga dengan sikap masa bodoh dan cuek. Mengerikan!

Jadi untuk menyikapinya, para isteri perlu belajar dan berusaha lebih agar saat suami pulang ke rumah, dia menemukan kenyamanan saat berada di sampingmu dan anak-anak.

Ciptakan suasana nyaman dan penuh cinta, tidak hanya satu atau dua kali, namun selamanya.

4Jadi, Apakah Benar Puber Kedua Hanya Mitos?

mirongteri.blogspot.com

Poin penting di sini adalah, memang puber kedua masih menjadi hal yang diperdebatkan, alias belum jelas secara psikologis ada atau tidak.

Beberapa menyatakan bahwa puber lelaki hanya sekali, namun banyak di luar sana yang juga mengatakan puber kedua memang bisa saja terjadi.

Kembali lagi soal kepribadian, seorang laki-laki akan semakin matang dan dewasa, tak akan kembali menjadi anak-anak, saat dukungan dan cinta serta kesetiaan seorang isteri tetap kuat padanya.

Sehingga gejala apapun yang dikaitkan dengan puber kedua itu, akan hilang dengan sekejap, saat isteri bisa memposisikan diri sebagai ‘penyejuk hati’ untuk seorang suami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here