Provinsi Banten yang cenderung lembab dan dingin memang menawarkan banyak pemandangan dan wisata alam indah yang layak untuk dijadikan tujuan berpetualang bagi para traveler.

Salah satunya Pulau Sangiang, Pulau yang terletak di Selat Sunda, antara Pualau Jawa dan Pulau Sumatera ini masih masuk dalam wilayah Provinsi Banten.

Pulau ini selain menawarkan keindahan khas alam yang menakjubkan, juga memiliki pesona alami yang berasal dari tiga ekosistem eksotis yang ada di dalamnya.

Maka wajarlah, Pulau Sangiang ini pernah menjadi Cagar Alam dan kemudian sekarang menjadi Taman Wisata Alam, karena selain berfungsi sebagai tempat perlindungan tumbuhan dan beberapa hewan di dalamnya, juga sebagai tempat wisata.

Tiga ekosistem yang terdapat di pulau ini adalah ekosistem hutan dataran rendah, ekosistem hutan pantai, dan ekosistem hutan payau. Ada beberapa tumbuhan yang merupakan khas dari Pulau Sangiang ini.

Seperti cemara laut (Casuarina equisetifolia), bayur (Pterospermum javanicum), ketapang (Terminalia catappa), nyamplung (Callophyllum inophylum), waru laut (Hisbiscus tiliaceus), walikukun (Scoutenia ovata), bakau (Rhizophora stylosa), dan cantigi (Phempis acidula).

Selain beberapa tumbuhan khas yang subur di dalamnya, Pulau Sangiang juga memiliki beberapa satwa dilindungi yang hidup tenang di sana.

Seperti lutung (Trachypitechus auratus), kucing hutan (Felis bengalensis), landak (Hystrix brachiura), biawak (varanus salvator), elang laut (Haliarctus leucocagter), dara laut (Sterna sp.), dan raja udang (Halcyon cloris).

Selain itu juga ada beberapa satwa lain seperti belibis (Anas sp.), kuntul karang (Egretta sacra), burung camar (Sterna spp.), pelatuk besi (Threskiornis aethiopica), burung cangak (Ardea sumatrana), ular sanca (Phyton reticularis) dan berbagai biota laut.

Di Pulau Sangiang, selain menawarkan keindahan tiga ekosistem alamnya yang mempesona juga ditawarkan tiga macam wisata bagi para traveler yang ingin menikmati pesona alam di sini.

Ada wisata bahari seperti scuba diving di Legon Waru, dan snorkeling. Lalu ada wisata alam seperti pendakian, lintas alam, dan bersepeda. Dan ada juga wisata budaya dengan suguhan benteng-benteng peninggalan masa penjajahan Jepang.