Jika kamu mulai bosan menjalani hidup atau sifat sombong sudah mulai muncul dari dirimu, maka kamu perlu keluar melihat alam, kalau perlu naik gunung. Kenapa perlu naik gunung?

Dengan naik gunung, maka kita bisa memetik banyak hikmah, mulai dari proses pendakian hingga kita mencapai puncaknya. Nah, untuk memulai naik ke puncak gunung, maka pilihlah gunung dengan tantangan pendakian yang tidak terlalu berat.

blogpahmi.blogspot.com
blogpahmi.blogspot.com

Salah satu gunung di Indonesia yang cukup ringan untuk didaki dan tidak perlu menggunakan peralatan khusus saat pendakian adalah Gunung Papandayan. Gunung ini terletak di Garut, Jawa Barat dan gunung ini memiliki ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut.

Wah, asyik juga ya! berarti orang yang baru pertama kali mendaki bisa menuju puncak dong! Ya tentunya bisa saja, tapi kamu tetap perlu melakukan aktivitas fisik sebelum pendakiannya ya!

Lalu, bentuk perenungan apa saja yang bisa kita dapatkan saat kita menuju puncak Papandayan? Langsung kita lihat saja ya yuk bentuk-bentuk perenungannya!

1Menuju Puncak, Butuh Usaha dan Kerja Keras

duniabackpacker.net

Saat mendaki gunung, apapun jenis gunung yang akan kamu daki, maka kamu butuh energi, kerja keras dan kemauan untuk sampai ke puncak. Hal ini bisa kita analogikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Jika yang dimaksud puncak dalam kehidupan adalah sebuah kesuksesan, maka untuk mencapainya, kita pun butuh usaha dan kerja keras. Misalnya saja jika kamu ingin jadi penulis novel, maka kamu perlu membaca lebih banyak dan menulis lebih banyak.

Satu hal lagi yang perlu kamu perhatikan untuk mencapai puncak kesuksesan, kehidupanmu pada akhirnya tidak bisa sama dengan orang kebanyakan. Kamu perlu tidur lebih malam dan bangun lebih pagi dari orang lain.

2Menikmati Keindahan Sepanjang Perjalanan

itraveling.xyz

Satu hal yang pasti akan kamu rasakan saat naik ke puncak gunung, yaitu indahnya pemandangan sepanjang kaki kamu melangkah.

Mungkin saat melihat keindahan itu kamu akan berpikir, andaikan saja keindahan seperti ini dapat kita rasakan saat mengarungi kehidupan.

Tapi pada kenyataannya kita bisa lho menikmati keindahan dalam menjalani kehidupan ini, karena pada dasarnya kehidupan ini menyimpan berjuta keindahan. Namun, terkadang kitanya saja yang tidak mampu melihat sisi keindahan dari kehidupan.

3Diingatkan Kematian Ketika Menuju Puncak

zonalibur.com

Saat menuju puncak Papandayan, maka kita pun diberi kesempatan untuk mengingat kematian. Pasalnya, saat perjalanan menuju puncak, kita akan mendapatkan suguhan hutan mati.

Mendengar namanya saja, kita langsung ingat akan kematian kan? Begitupula saat melihat rupa hutannya. Dengan begini, apakah masih bersisa rasa sombong di dalam hatimu, seperti sebelum kamu mendaki?

4Tidak Ada yang Abadi Begitupula Edelweiss

travel.detik.com

Selain hutan mati, kita pun akan mendapatkan suguhan yang mengesankan lainnya, yaitu dengan melihat hamparan bunga edelweiss, yang kata orang, bunga ini dapat hidup abadi. Soalnya bisa disimpan bertahun-tahun tanpa membusuk.

Tapi, jangan sekali-kali memetik edelweiss untuk dibawa pulang ya! Soalnya bunga ini merupakan salah satu bunga yang dilindungi keberadaanya.

Kalau, ngomong-ngomong masalah keabadian, kita perlu ingat bahwa sesungguhnya tidak ada yang abadi di dunia ini. Begitupula Edelweiss.

5Ketika di Puncak, Taat adalah Keniscayaan

indonesiakaya.com

Perjalanan yang melelahkan saat melakukan pendakian akan terbayar ketika kita sudah sampai di puncak Gunung Papandayan. Di sini kita akan melihat hamparan awan di bawah kita, kita pun bisa melihat dunia yang begitu luasnya.

Di titik ini, kita hanya seperti noktah debu yang singgah untuk sementara di dunia. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak taat kepada pencipta alam yang indah dan menakjubkan ini, yaitu Allah.