diwanikraf.com

Empat Hikmah Berharga dari Do’a Nabi Ibrahim di QS As Syu’araa Ayat 80

Posted on

Nabi Ibrahim AS mendapat julukan Abu Anbiya’ atau artinya Bapak Para Nabi. Dari keturunan beliau lah lahir banyak para Nabi dan Rasul kemudian, termasuk Nabi Muhammad SAW.

Nabi Ibrahim AS dari masa masih muda sudah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Beliau sangat patuh pada setiap perintah Allah.

Beliau rela dibakar demi mempertahankan tauhid atau kepercayaannya kepada Allah, dan dengan kuasa Allah, beliau sama sekali tidak terluka akibat pembakaran tersebut.

Selain itu, kesetiaan kepada Allah membuatnya ridho menjalankan perintahNya untuk menyembelih Ismail putera kesayangannya, dan kemudian Allah mengganti domba sebagai yang disembelih.

Dalam Al Qur’an, banyak do’a-do’a Nabi Ibrahim yang diabadikan oleh Allah sebagai pelajaran dan hikmah terbaik umat manusia dalam menjalani kehidupan ini.

Salah satunya do’a beliau yang terkenal, yaitu yang disebutkan dalam QS As Syu’araa ayat 80, “Dan apabila aku sakit, Dia-lah (Allah) yang menyembuhkanku.”.

Dari do’a Nabi Ibrahim tersebut, kita bisa mengambil empat pelajaran berharga untuk menjalani kehidupan ini. Apa sajakah itu?

Segala Kebaikan Hanya Milik Allah SWT

inoy3009.wordpress.com

Dari do’a Nabi Ibrahim tersebut, kita bisa mengambil sebuah hikmah luar biasa dalam kehidupan ini bahwa memang segala kebaikan semua berasal dari Allah.

Termasuk kesembuhan dari penyakit kita, hanya Allah yang bisa menyembuhkan.

Begaimanapun usaha kita dalam mengupayakan kesembuhan suatu penyakit, jika memang Allah belum berkenan maka tugas kita adalah sabar dan terus berusaha sambil memohon yang terbaik padaNya.

Karena sesungguhnya, tak ada suatu kejadian pun yang Allah berikan kepada hambaNya selain demi kebaikan hamba tersebut.

Allah SWT Adalah Maha Penyembuh

tamanlavender.wordpress.com

Bukan dokter, bukan tabib, mereka hanyalah perantara, termasuk orang yang membantu ikhtiar atau usaha kita dalam sembuh dari suatu penyakit.

Segala kesembuhan itu milik Allah, maka selain berikhtiar mencari obat, kita juga harus mengencangkan do’a minta kesembuhan pada Allah.

Allah Maha Kuat Untuk Kita Bersandar

mtamrinh.blogspot.com

Ketika ternyata seseorang tak bisa sembuh dari penyakitnya, atau harus lama dalam menyandang penyakit tersebut, maka bukan dokter atau tabib, namun hanya lah Allah tempat bersandar.

Sehingga seseorang yang sadar bahwa segala takdir adalah milik Allah, tak akan marah kepada ahli medis saat penyakit sanak saudara tak bisa disembuhkan.

Atau tak akan syirik memuja berlebihan ahli medisnya saat penyakit ganas bisa disembuhkan. Bagi ahli medis pun, sandaran kepada Allah tak akan membuatnya jumawa atau sombong saat mengobati.

Manusia Hanya Sebagai Sebab atau Perantara Ikhtiar Saja

dokterinternasionalindonesia.net

Baik dokter, tabib, atau ahli medis lainnya hanyalah sebab atau perantara dari ikhtiar manusia dalam mengupayakan kesembuhan dari penyakit.

Jika manusia memahami itu dengan baik maka tak akan ada kesombongan atau kekufuran dalam diri manusia ketika sebuah penyakit bisa disembuhkan atau tidak oleh ahli medis.

Semoga kita bisa menjadi sebaik-baik manusia yang pandai mengambil hikmah dari Kitab Suci pedoman hidup kita, Al-Qur’an, dan meneladankannya dalam kehiduan sehari-hari.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *