ramadhan is near kiki widyasari

Ramadhan bulan yang dinantikan oleh ribuan umat muslim di dunia dan termasuk di Indonesia, tinggal menghitung hari, bulan yang dirindu dan bulan yang ditunggu pun hadir di tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini. Muslim berbondong-bondong menyambutnya dengan berbagai kegiatan mulai dari pengajian di majelis ta’lim dengan tema “Ramadhan telah tiba” atau hanya sekedar berbagi tausyiah di group-group sosial media atau milis-milis lainnya yang mengingatkan bahwa bulan penuh rahmat dan ampunan segera hadir. Bahkan ada juga yang sudah membuat draf proposal kegiatan ramadhan mulai dari berbagi dengan anak-anak yatim dan dhuafa sampai dengan mewarnai kalender dengan tanda khusus selama sebulan penuh dengan agenda buka puasa bersama di mana saja dan dengan siapa saja.

Ramadhan penuh berkah dan senantiasa membawa segala aktifitas menjadi kegiatan yang positif dan manfaat buat orang lain. Yang biasanya di bulan lain tidak khatam Al Qur’an di bulan ini pasti susah payah harus khatam, jika tidak khatam malu hatinya. Yang terbiasa ghibah, di bulan ramadhan pasti setiap kali mau gosip tentang orang lain di rem bicaranya takut batal puasanya. Yang tidak pernah berbagi makanan, di sore hari menjelang magrib pasti banyak orang-orang dengan kegiatan teragenda membagi-bagikan ta’jil di jalan-jalan dan di dalam angkot, bahkan ada yang lucu terkadang ada saja orang yang memanfaatkan kesempatan mengaku muslim, setiap menjelang magrib datang ke mesjid hanya untuk mendapatkan makanan gratis tapi islam ktp artinya mengaku beragama islam tapi tidak muslim, tidak ikut puasa tapi mau ikut berbuka puasa. Dan ada lagi remaja-remaja ABG yang terlibat “asmara subuh”, setelah saur mereka berbondong-bondong pergi ke mesjid untuk sholat subuh jamaah, tapi sebagian ada yang sengaja janjian di halaman mesjid lalu jalan-jalan menghabiskan waktu pagi. Ada lagi “ngabuburit” namanya, kegiatan jalan-jalan mencari makanan untuk berbuka puasa, menu biasa paling dicari adalah “gorengan” aneka cemilan ringan seperti ubi goreng, bakwan, pisang goreng, tempe goreng, cireng, tahu goreng dan oncom goreng, pendamping gorengan biasanya adalah lontong isi oncom plus sambal kacangnya. Dan minuman yang paling menjadi favorit adalah es kelapa muda dan sop buah atau hanya sekedar teh manis hangat.

Ramadhan bulan dimana umat menjadi semakin taat pada Sang Pemilik Hidup, mengazzamkan diri untuk tidak mau merugi meski hanya satu detik pun, setiap detik yang terlewat di bulan ramadhan harus bernilai ibadah dan hanya diperuntukkan untuk benar-benar taat pada Sang Maha Pencipta. Bicaranya bernilai ibadah, yaitu lisannya digunakan untuk memperbincangkan hal-hal yang manfaat dan bernilai ibadah, seperti berdakwah, berbagi ilmu yang manfaat bagi banyak orang, menghafal Al Qur’an dan dzikir di sepanjang waktu. Waktu siangnya juga bernilai ibadah yaitu melakukan pekerjaan atau kegiatan yang manfaat bagi orang lain dan bernilai amal buat nya, seperti membantu orang lain, berbagi makanan, melakukan sholat wajib dan sunnah diperbanyak. Selain itu juga mereka aktif menghadiri acara-acara kajian dan ta’lim yang semakin menambah wawasan mengenai keislaman dan membuatnya semakin dekat dengan islam dan akhirnya menumbuhkan kecintaannya pada Allah. Dan tidurnya pun harus bernilai ibadah, maksudnya adalah sebelum tidur atau rehat dia berwudhu dan berdzikir hingga terlelap tidur. Di sepanjang malamnya pun dipergunakan dengan sebaik-baiknya waktu dengan mengurangi tidur dan memperbanyak rukuk dan sujud pada Sang Pemilik Waktu, menangis mengiba, memohon ampunan atas segala hal dan perilaku yang tak pernah luput dari penglihatan Sang Maha Mengetahui segalanya, meminta keberkahan hidup di dunia dan kebahagian di kehidupan akhirat. Seakan-akan sudah benar-benar ikhlas menghamba padaNya, sudah bener-benar mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia dan ingin cepat kembali kepadaNya. Tidak lagi memikirkan dunia dan isinya tapi hanya memfokuskan diri untuk membuat istana di SurgaNya. Inilah euforia Ramadhan yang biasa terjadi di sekitar kita.

-umi faddillah-

SHARE
Putri pelangi itu nama indah yang ku buat untuk melukiskan diri yang bisa menjadi kawan siapa saja dan akan menjadi teman ceria pun akan tetap merunduk malu tanpa kesombongan jiwa.