Melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pemerintah berencana untuk mengimpor daging sapi dari Australia. Daging tersebut akan digunakan untuk menambal pasokan kebutuhan daging pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Sri Mukartini mengatakan, “Ini berdasarkan rakortas pagi kemarin, dihadiri Menteri Pertanian, Menteri BUMN dan Menko, mengantisipasi lonjakan permintaan jelang lebaran,” Rabu (30/03)

Pernyataan tersebut ia ungkapkan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Daging Sapi Jakarta Raya bersama ASPIDI dan asosiasi terkait yang bertajuk “Kebutuhan Daging Sapi Menjelang Idul Fitri 2016, Mengantisipasi Gejolak Harga, Permasalahan dan Solusi”.

Pelaksanaan impor (lanjut dia) tengah menunggu permohonan PT Berdikari untuk pemasukannya. Di sisi lain, Pemerintah juga terus merealisasikan impor sapi bakalan secara bertahap dengan total 600 ribu ekor sepanjang 2016. Di luar Ramadhan dan Idul Fitri juga akan mengimpor daging sebanyak 82.34 ribu ton.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan peningkatan populasi sapi lokal supaya pengadaan daging sapi tak lagi bergantung pada impor. Yaitu dengan cara melakukan geretak birahi, penyebaran kebau dan pejantan sapi potong ke daerah-daerah. Menyediakan sarpras rumah potong hewan yang berstandar serta mengdakan kapal agar distribusi ke Jawa Barat, DKI Jakarta dan sekitarnya berjalan dengan lancar.

Pemerintah (lanjut dia) juga akan merancang skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk program integrasi Sapi-Sawit. Namun pelaksanaannya masih dalam pembahasan. “Kita juga menekan agar penyembelihan sapi betina dicegah, perlu koordinasi intes dengan daerah terutama untuk pengawasan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here