Siapa yang mengira, bahwa Ratu Elizabeth ternyata memiliki panggilan tersendiri? Yap! Beberapa sumber menyatakan bahwa Lilibet adalah sebuah panggilan kesayangan bagi Ratu Elizabeth.

Ayahnya, Raja George VI pernah mengatakan,”Lilibet adalah kebanggannku, Margaret adalah kebahagiaanku.”

Setelah ayahnya meninggal di tahun 1952, ibu dari Ratu Elizabeth atau ibu suri hidup bahagia sebagai ibu tunggal selama lebih daro 50 tahun.

Sampai ia meninggal di usia 101 tahun, ibu suri berbagi kesenangan atas kecintaan putrinya terhadap kuda dan memberikan rasa nyaman kepada putrinya.

Lilibet juga ternyata memiliki ketenangan pribadi tersendiri. Saat seorang lelaki menyebar tembakan pada acara Trooping of Colour, 1981, ratu yang berada sangat dekat dengan area itu tetap tenang dan tetap berada di atas kudanya.

Dan di tahun 1982, saat seorang penyusup memasuki kamarnya, ia tetap tenang dan mengajak sang penyusup bercakap-cakap sampai kemudian polisi datang 7 menit kemudian.

Namun dibalik ketenangannya itu, ternyata Ratu Elizabeth juga memiliki hati yang sangat lembut, bahkan ia menangis ketika kapalnya akan dimusiumkan.

Kapal kerajaan Britannia merupakan kapal keluarga kerajaan selama 4 dekade. Ratu dan keluarganya menggunakan kapal itu saat kunjungan kerajaan ke seluruh dunia, Pangeran Charles dan Putri Diana bulan madu dengan kapal itu.

Tidak heran ketika kapal itu akhirnya di musiumkan atau tidak lagi digunakan, 1997, ratu terlihat mengusap air mata di acara itu.

Kemudian hal yang tidak disangka lainnya adalah ternyata Ratu Elizabeth pernah menjadi seorang mekanik. Selama Perang Dunia II, Ratu Elizabeth II bergabung dengan Auxiliary Territorial Service bagi wanita, 1945/ Sebagai bawahan ia diajari menjadi mekanik dan supir.

Dan sepertinya kegiatan militer ini menurun kepada dua cucunya Pangeran William dan Harry.

Ratu Elizabeth sangat menyukai kuda. Ia senang mengendarai kuda peranakan dan berpacu dengannya, dan bahkan khusus mengadakan audisi bagi pelatih kuda.

Yang unik adalah, ia tidak sungkan memperbaiki lipstik di depan publik. Sang ratu tidak pernah pergi tanpa tas tangannya. Di dalamnya dia selalu menyimpan lipstik, yang selau dia gunakan meskipun itu di muka umum.

Bahkan Laura Bush akhirnya mengikuti hal yang sama dan mengatakan,”sang Ratu pernah berkata kepadaku tidak apa-apa melakukan itu di muka umum.”