Bagaimana persaanmu saat mendengar ada teman atau sahabat yang berencana akan menikah? Tentu sebagai seorang sahabat kamu seharusnya turut berbahagia dan memberikan ucapan selamat.

Namun, ketika kamu masih sendiri alias single perasaan itu akan terasa berbeda. Ada perasaan yang mengganjal, bukan karena tidak bahagia mendengar kabar gembira itu, tapi ada rasa galau atau sedih yang melanda.

Mungkin lebih tepatnya rasa ‘takut’.  Untuk kamu yang berumuran20-an ke atas dan saat ini masih sendiri pasti tahu bagaimana rasanya ditinggal menikah oleh sahabat.

“Kini, aku ditinggal pergi, aku akan semakin kesepian saat ini”, mungkin itu adalah salah satu ungkapan atas apa yang kamu rasa. Apakah kamu pernah merasakan perasaan seperi itu?. Well, sepertinya terlihat agak egois, tapi begitulah faktanya.

Sahabat. Mereka adalah yang selama ini menemani kita menjalani hari-hari, saling berbagi dalam suka dan duka, saling betukar cerita, saat-saat itu sangat membahagiakan, namun kini ia akan menjadi hak orang lain sepenuhnya. Ia akan menikah.

Tak bisa dipungkiri, terkadang  kita akan merasa tidak terima saat sahabat kita menikah terlebih dahulu. Rasa iri? Mungkin saja atau lebih ke rasa cemas, khawatir dan takut akan kesendirian. Apakah kamu juga merasakan hal-hal seperti itu ketika sahabatmu menikah terlebih dahulu?

Kamu tidak perlu malu untuk mengakuinya, apalagi bagi kamu kaum hawa perasaan-perasaan semacam itu pastilah sering muncul.

Eits, tunggu dulu, kamu tidak akan merasakan rasa-rasa yang membuatmu  galau seperti di atas jika kamu mempunyai resep bahagia berikut.

1Berpikirlah,”Pernikahan Bukan Penghalang Persahabatan”

pbs.twimg.com

Rasa ‘kehilangan’ itu mungkin terasa. Saat biasanya sore ini kalian menghabiskan waktu bersama di toko buku namun kini rasa ingin mengajaknya untuk jalan bersama urung kamu lakukan. Yup, karena dia tak bisa lagi jalan sesuka hati dengan mu seperti dulu.

Tapi ingatlah, meskipun dia mempunyai kehidupan baru, dia tidak pernah melupakanmu. Kamu tetap bisa berkomunikasi dengannya, berkumpul bersama mereka. Perlu diingat juga, kamu harus mempertimbangkan kondisi sahabatmu saat itu ya.

2Gali Potensi Dirimu

moeslema.com

Pikiran negatif itu sering muncul saat kita memiliki banyak waktu luang. So, mulai saat ini sibukkanlah dirimu dengan hal-hal positif. Kamu bisa menggali potensi dalam dirimu, misal kembangkan hobi menggambarmu tekunilah, siapa tahu kamu bisa berkarir di bidang desain.

Travelling! Ini adalah salah satu cara agar pikiranmu kembali fresh. Atau merawat tanaman di rumah sehingga dapat mempercantik rumahmu.

Kamu juga dapat menghabiskan waktu dengan membaca buku ataupun belajar memasak. Well, intinya lakukanlah kegiatan yang bermanfaat dan berdampak positif bagi dirimu.

3Fokus Pada Cita-cita

bennykuncoro.files.wordpress.com

Manfaatkanlah kesendirianmu untuk fokus pada cita-cita. Mungkin ada hal-hal yang belum tercapai dalam list hidupmu. Kamu dapat mewujudkannya mumpung masih single. Selian itu, fokus pada karir akan menunjang masa depanmu juga.

Namun, meski demikian hal ini bukan berarti mengesampingkan tentang pernikahan, alangkah baikanya jika kamu bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Karena kehidupan setelah menikah juga membutuhkan modal lho.

4Move On! Temukan Teman-teman Baru

www.insightmac.com

Tidak ada gunanya kamu meratapi kesendiriamu karena ditinggal sahabatmu menikah. Yang perlu kamu lakukan adalah move on. Yup, move on bukan hanya istilah untuk orang-orang yang sedang putus cinta. Mulailah mencari teman baru, dengan begitu kamu dapat saling berbagi keceriaan.

Hali ini bukan berarti mengganti sahabatmu, tapi menambah teman baru. Meski teman-teman barumu tidak seperti sahabatmu tapi mereka akan memberikan warna dalam hidupmu. Bagimanapun juga sahabatmu tidak tergantikan, kamu hanya perlu suasana baru dalam hidupmu.

5Persiapkan Diri Menananti Giliran “Menikah!”

herianstiyani.files.wordpress.com

Perasaan bercampur-campur pasti menyeruak di dalam diri. Ada rasa harap-harap cemas ketika kita menanti seseorang yang akan menjadi kekasih halal bagi kita. Mulai persiapkan diri untuk menyambutnya.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan saat ini agar ketika ‘sang pangeran’ itu datang menjemputmu, kamu sudah siap untuk meraih tangannya.

Perlu dingat bahwa menanti itu sebenarnya bukanlah hal yang membosankan jika kita tahu apa saja dan apa yang seharusnya kita lakukan selama penantian.

Itulah beberapa resep bahagia untuk kamu agar terhindar dari perasaan galau saat ditinggal menikah terlebih dahulu oleh sahabat-sahabatmu. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua.