Hari yang telah kamu tunggu-tunggu itu akhirnya tiba juga. Akhirnya kamu dapat keluar dari pekerjaan yang selama ini sangat kamu benci.

Dalam atmosfir yang dipenuhi kebencian terhadap atasan, pekerjaan kamu atau malah kedua-duanya, pasti ada keinginan dalam diri kamu untuk mewujudkan fantasi yang selama ini telah direncanakan

ckscience.co.uk
ckscience.co.uk

Memberitahu atasan kamu bagaimana tidak becusnya ia dalam mengatur bawahan, membocorkan pada rekan-rekan kerja tentang siapa-siapa saja yang pernah membicarakan mereka dan apa saja yang pernah dibicarakan, atau mengambil persediaan kertas folio di gudang untuk dibawa pulang.

Kamu mungkin berpikir : toh saya juga akan segera keluar dari tempat itu, jadi nggak ada salahnya kan memanfaatkan kesempatan itu?

Salah besar. Cara kamu mengundurkan diri secara tidak langsung akan mempengaruhi karir kamu di masa depan.

Tahan amarah kamu dan jangan berusaha membalas, tapi keluarlah dari pekerjaan tersebut dengan keprofesionalan yang masih terjaga. Berikut adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan.

1Berpikir Jangka Panjang

www.adminbandit.com.au

Jangan sampai kamu mengeluarkan komentar-komentar yang menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja di tempat lama.

Meski dorongan tersebut sangat kuat dan sangat menyenangkan bila bisa melakukannya, perlu diingat bahwa apa yang telah diucapkan tidak dapat ditarik kembali.

Kata-kata tersebut akan selalu teringat dan mungkin suatu saat akan sampai ke orang yang kamu jelek-jelekkan.

Selain kamu masih membutuhkan tempat kerja lama sebagai referensi, masih ada kemungkinan kamu akan bertemu dengan rekan kerja baru yang memiliki hubungan dengan kantor lama, baik sebagai klien, supervisor, atau yang lebih parah lagi teman dekat dari salah seorang rekan kerja kamu di tempat lama.

2Berpikir Rasional

www.thatsreallypossible.com

Berhenti kerja dapat menjadi pengalaman bernuansa penuh emosi baik bagi kamu maupun atasan yang mungkin selama ini memperlakukan kamu dengan semena-mena.

Atasan mungkin akan merasa kaget, marah atau melakukan pembelaan diri dan menganggap kesalahan sepenuhnya ada di tangan kamu.

Meski ketegangan mungkin terjadi, tahan emosi dan tetaplah berlaku sebagai seorang profesional.

Dengan berhenti, kamu sebenarnya telah berhasil membalas perlakuannya. Bayangkan, berapa lama yang akan dibutuhkan untuk mencari sampai melatih orang baru hingga dapat benar-benar mengisi posisi kamu?

3Berpikir ke Depan

www.thatsreallypossible.com

Buat surat dengan singkat, to the point dan mencantumkan tanggal kapan kamu akan efektif berhenti bekerja. Jangan mengirim melalui email, tapi langsung datangi orang yang berkepentingan dan serahkan surat tersebut.

Berhati-hatilah sebab mungkin saja begitu menyerahkan surat pengunduran diri, kamu akan langsung disuruh membereskan meja. Oleh karena itu sangatlah penting mengemasi barang-barang kamu beberapa hari sebelum misalnya seminggu sebelum berhenti.

Kumpulkan barang-barang yang mungkin dapat berguna suatu hari misalnya alamat email, kartu-kartu nama dari klien, rekan kerja atau supervisor, atau informasi yang kamu butuhkan mengenai proyek yang sedang kamu kerjakan.

Sebab begitu kamu menginggalkan kantor untuk terakhir kalinya, barang-barang tersebut tidak bisa diambil lagi.

4Berpikir Positif

www.portfoliodesign.net

Meski dulu pekerjaan lama kamu diwarnai masa-masa sulit dan menyebalkan, mungkin akan sedikit sulit untuk tidak berkomentar mengenai masa-masa tersebut.

Namun membawa beban lama ke pekerjaan baru hanya akan merusak reputasi kamu. Atasan atau rekan baru kamu pastinya tidak ingin mendengarkan keluhan mengenai pekerjaan lama kamu.

Lupakan deh mimpi buruk kamu yang dulu, lagipula toh sekarang sudah ada pekerjaan baru. Hadapi masa-masa transisi tersebut dengan seprofesional mungkin dan songsonglah kesempatan emas di pekerjaan baru yang ada di depan kamu.

SHARE