Robby Djohan adalah seorang dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, mantan bankir, mantan chief executive officer (CEO) pada beragam perusahaan raksasa yang berhasil mengukir berbagai prestasi.

Berkat prestasi dan gebrakannya, ia menerima penghargaan The Best CEO 2000 dan CEO Terbaik di Masa Krisis, yang diadakan Majalah Swa dan Asian Market Intelegence (AMI).

Tulis Pengalaman Hidup dalam Buku

pekanbaru.tribunnews.com
pekanbaru.tribunnews.com

Ketika menerima penghargaan dari Majalah Swa dan AMI, pada kurun waktu yang sama, Robby Djohan juga meluncurkan bukunya yang berjudul The Art of Turn Around, Kiat Restrukturisasi.

Buku setebal 334 halaman dari Penerbit Aksara Karunia tersebut merupakan perpaduan antara biografi dan sejumlah kiat bisnis, dipetik dari segala macam pengalaman yang telah puluhan tahun digelutinya.

Mulai dari perjalanannya sejak berjualan kue basah di zaman Jepang saat duduk di sekolah dasar, menjadi tukang catut ketika di SMA dan mahasiswa.

Lalu merintis karier di Citibank sampai 1976, membesarkan Bank Niaga, menjabat Dirut Garuda Indonesia, memimpin Bank Mandiri sampai 23 Mei 2000, dan pengalaman mengelola sejumlah bisnis pribadi.

Latar Belakang Keluarga yang Beragam

blog.laurenpressey.com
blog.laurenpressey.com

Pria yang mengaku memiliki karakter cenderung bebas, urakan, slebor atau cuek ini dilahirkan pada tanggal 1 Agustus 1938 di Semarang.

Ia dikaruniai tiga putri cantik dari istrinya yang bernama Nanan Hadiretna. Anggota World Economi Forum ini dilahirkan dari seorang Ibu keturunan Indo-Belanda beragama Katolik.

Sedangkan Ayahnya orang Pontianak, masih keturunan Arab dari pihak nenek, beragama Islam dan pernah bekerja di Semarang, Medan, dan Singapura.

Robby memiliki saudara kandung yang beragama katolik dan Islam. Ia sendiri beragama Islam. Sudah sejak kecil, ia selalu merayakan Lebaran sekaligus Natal.

Jadi Sosok Andalan

klasik.kontan.co.id
klasik.kontan.co.id

Dalam lingkungan bisnis, ia termasuk sosok andalan. Ketika di Bank Niaga, ia mengangkat bank yang tadinya tidak terkenal itu menjadi bank swasta nomor dua terbesar di Indonesia.

Pengalaman sangat spektakulernya adalah ketika selama enam bulan ia dipercaya memimpin Garuda, ketika situasi yang dihadapi sangat miris. Jumlah utang (liabilities) jauh lebih besar dari harta (asset), sehingga saldonya negatif.

Kalau hanya berpikir seperti ketika sedang mengelola perusahaan biasa, Robby pasti akan melakukan likuidasi.

Tetapi, akhirnya ia memilih peluang restrukturisasi mengingat Garuda adalah pembawa bendera Indonesia sehingga terdapat ikatan emosional pada masyarakat luas serta kebanggaan yang sulit dihapuskan.

Robby pun melakukan restrukturisasi. Restrukturisasi berarti membuang yang jelek dengan melakukan perubahan mendasar berupa perubahan manajemen, kepemimpinan, operasional dan pendekatan pasar. Tujuannya agar nilai pasar Garuda bisa meningkat.

Sesudah dua bulan memimpin Garuda, termasuk memindahkan kantor ke Bandara Soekarno-Hatta agar bisa langsung memantau situasi lapangan, ia pun berhasil menjadikan maskapai penerbangan yang nyaris bangkrut ini tetap terbang, sekaligus bisa menguntungkan.

Berhasil Lambungkan Nama Maskapai Garuda

blog.hulaa.com
blog.hulaa.com

Namanya makin berkibar ketika ia berhasil menyelamatkan Garuda. Saat itu ia juga berani menghadapi demonstrasi karyawan yang menyambutnya sewaktu baru masuk ke Garuda.

Dengan tenang ia datang menghadapi serta memberi penjelasan secara rinci dan terbuka atas semua kebijakan yang sedang, telah, dan akan dia ambil.

Menurutnya, seseorang bisa naik menjadi pemimpin sampai ke puncak tentu sesudah ia lolos dalam berbagai macam seleksi sejak merangkak dari bawah.

Dengan demikian, ketika sudah berada di atas, ia harus berani bertindak dengan memanfaatkan kekuasaan yang otomatis akan datang melekat pada diri seorang pemimpin.

Banyak pemimpin, di perusahaan atau pemerintahan, bertindak sebagai manajer, senang terlibat dalam proses.

Tetapi, Robby menilai bahwa yang dibutuhkan sekarang oleh Indonesia justru pemimpin, leader dan leadership, orang yang bisa melihat perubahan sebagai potensi, memberi gagasan, inspirasi dan arah, serta punya kepemimpinan tegas.

Ia pun mengungkapkan khotbah dari seorang ustadz, ketika suatu Jumat tanpa sengaja ia shalat di sebuah masjid kecil di tengah kampung di sudut Metropolitan Jakarta.

Ustadz tersebut berkata bahwa negara Indonesia kacau-balau karena tidak pernah ditangani serius.

Masyarakatnya tidak pernah serius ketika mengerjakan sesuatu, maka jadinya selalu seperti yang kita lihat dan alami sehari-hari.

[td_smart_list_end]