Bagi seorang Muslim, iman adalah kepercayaan dasar. Tidak dikatakan seorang Muslim hingga seorang memiliki iman di dalam dirinya.

Iman juga bermakna akidah dalam Islam. Akidah menjadi pondasi bagi seorang Muslim untuk menjalankan agamanya.

Seseorang yang memeluk Islam harus menguatkan akidahnya terlebih dahulu. Itulah hakikat dakwah Rasulullah pertama kali di Makkah. Makna kekuatan akidah dan iman ditanamkan benar-benar.

Iman pun tak sebatas percaya. Harus ada penjelasan seorang Muslim percaya pada apa saja. Maka Allah dan Rasulullah memberikan garis-garis bantuan apa saja yang seorang Muslim harus imani.

Kaidah tersebut dirumuskan dalam rukun iman. Islam mengenal ada enam rukun iman yang harus mereka yakini. Hal ini sesuai dengan hadis nabi saat berdialog dengan Malaikat Jibril yang dikisahkan oleh Umar bin Khattab RA.

“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para rasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” …Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan rasulNya lebih mengetahui,” Dia bersabda, ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” (HR Muslim)

Allah juga berfirman Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS Al-Baqarah: 136)

Nah berikut penjelasan soal enam rukun iman yang wajib dipercayai seorang Muslim

1Iman kepada Allah

play.google.com

Iman kepada Allah menjadi pondasi paling dasar. Mengucap syahadat adalah salah satu bentuk ikrar percaya dan mengimani Allah sebagai Tuhan dan sesembahan.

Beberapa ulama menguraikan ada tiga hal yang harus diimani kaitannya dengan iman kepada Allah. Pertama mengimani rububiah Allah yakni tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah.

Kedua, mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala.

Ketiga, mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma’ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.

2Iman kepada Para Rasul Allah

manipakistani.deviantart.com

Rangkaian syahadat adalah juga mengakui dan mengimani jika Nabi Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah SWT.

Jika seseorang hanya memenggal syahadat pada iman kepada Allah saja tanpa mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul, maka keislamannya tidak sah.

Selain itu iman kepada para Rasul juga mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya.

Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata.

Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.

3Iman kepada para Malaikat Allah

alfreincowickham.blogspot.com

Malaikat adalah satu makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari cahaya. Mereka tidak pernah membangkang dan selalu taat terhadap perintah Allah.

Mengimanai malaikat Allah adalah mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada para malaikat yang jumlahnya banyak dan hanya Allah yang mengetahui.

4Iman kepada Kitab-Kitab Allah

arraayah.ac.id

Iman kepada kitab maknanya adalah meyakini jika Allah menurunkan wahyu kepada para nabi lewat kitab-Nya yang bersumber dari Allah SWT.

Iman kepada kitab juga bermakna mengimani jika seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaan-Nya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk.

Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya. Kita juga mengimani jika Allah pernah menurunkan beberapa kitab sebelum Al Qur’an sebelum hukumnya dihapus dan diperbarui oleh Al Qur’an.

5Iman kepada Hari Akhir

fuh.my

Iman kepada hari Akhir maknanya adalah mengimani semua yang terjadi di alam barzakh yakni alam antara dunia dan akhirat dan mempercayai adanya nikmat kubur dan siksa kubur.

Termasuk juga mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.

6Iman kepada Qada dan Qadar yang Baik dan Buruk

gambartop10.blogspot.com

Iman kepada Qada dan Qadar adalah mengimani segala sesuatu takdir yang baik maupun yang buruk. Mengimani semua kejadian jika semuanya termasuk yang baik dan buruk datangnya dari Allah SWT.

SHARE