Salah satu syarat sah dari sholat, baik sholat wajib mupun sholat sunnah, adalah bersuci. Bersuci baik dari hadats atau kotoran kecil maupun besar.

Yang disebut hadats besar adalah junub (setelah berhubungan badan atau keluarnya air mani dari kemaluan), keluarnya darah haid, serta terkena najis yang wajib disucikan dengan mandi besar.

Cara bersuci dari hadats besar tersebut adalah dengan mandi besar terlebih dahulu, dan kemudian bersuci dengan wudhu.

Sedangkan hadats kecil adalah keluarnya angin, air, atau kotoran dari lubang kemaluan dan anus, seperti kencing, BAB, kentut, dan atau terkena najis ringan. Bisa disucikan dengan hanya berwudhu.

Namun jika tak ada air, Allah member keringanan dengan tayamum, yaitu bersuci menggunakan debu suci.

Nah, untuk berwudhu sendiri, dengan cara yang benar sesuai rukun, maka akan otomatis membuat sholat kita menjadi kusyu’ dan diterima oleh Allah.

Dan jika wudhu saja salah, maka jelas akan mengurangi pahala sholat dan kekusyu’an kita. Bagaimana Allah mau menerima sholat kita tersebut?

Untuk itu umat Muslim harus tahu, dan mampu memahami serta menjalankan dengan benar wudhu sesuai dengan rukunnya. Dimana rukun tersebut kemudian menjadi syarat sahnya sebuah wudhu.

Yang pertama adalah niat. Yang belum bisa niat dalam do’a niat wudhu, cukup membaca basmalah dan meniatkan wudhunya untuk bersuci sebelum menghadap Allah.

Yang kedua adalah membasuh muka. Batas wajah atau muka yang dibasuh secara vertical adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut secara normal sampai ke dagu. Dan horizontal dali telinga ke telinga.

Yang ketiga adalah membasuh kedua tangan dari ujung jari hingga ke siku.

Yang keempat adalah membasuh sebagian kepala dari depan ke belakang dan kembali lagi ke depan.

Yang kelima adalah membasuh kedua kaki dengan batas dari jari-jari kaki hingga sampai mata kaki.

Dan yang terakhir adalah tertib, yaitu menjalankannya sesuai urutan yang benar.