Musim hujan adalah berkah dari sang kuasa setelah kekeringan yang cukup lama melanda Indonesia. Walaupun dinanti kedatangannya terutama bagi para petani, di sisi lain hujan malah menjadi momok menakutkan bagi para penduduk perkotaan.

Utamanya bagi daerah-daerah yang menjadi langganan banjir. Seperti pada tahun lalu beberapa daerah di indonesia terendam air akibat musim hujan yang deras.

Buat kamu yang tinggal di daerah rawan banjir atau yang sekedar antisipasi saja, bisa mempersiapkan rumahnya menghadapi banjir dengan beberapa tips. Mulai dari hal yang sederhana hingga yang menghabiskan banyak uang.

Apa saja tips tersebut dan bagaimana caranya? Ini ulasannya.

1Menyiapkan Saluran Air

ourvisionofwater.blogspot.com

Ini memang bukan tips yang baru dan sudah banyak yang mengetahuinya. Tapi walaupun begitu, masih belum banyak orang yang serius melakukannya.

Paling mudah dan sederhana persiapan yang harus dilakukan untuk saluran air adalah dengan membersihkannya. Akan lebih ringan jika menjadi program RT dan RW sehingga banyak warga yang terlibat di dalamnya.

Jika saluran air lingkungan rumah ternyata butuh perbaikan dan penambahan, bikin saja permohonan kepada dinas pekerjaan umum atau instansi lain yang terkait.

2Membuat Biopori

junharbisumsel.wordpress.com

Apa itu biopori? Biopori merupakan lubang-lubang kecil dengan lebar 10 cm yang dibuat di dalam tanah. Fungsinya adalah untuk mengoptimalkan daya serap air pada pekarangan rumah sehingga dapat meminimalisir genangan air di pekarangan rumah.

Membuat biopori tidaklah sulit, dan bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Paling penting untuk disediakan adalah bor tanah untuk membuat lubangnya. Buatlah lubang tersebut sedalam 100 cm dengan jarak antar lubang kurang lebih 1 meter.

Makin banyak lubang biopori yang kamu buat, maka air di pekarangan rumahmu akan semakin cepat meresap. Banjir pun akan bisa dihindari atau minimal mudah reda dengan cepat.

3Membuat Sumur Resapan

drainasevertikal.com

Banyak cara untuk menampung air hujan, salah satu cara yang cukup ampuh adalah dengan membuat sumur resapan. Selain sebagai penampungan, sumur tersebut juga akan mempercepat peresapan air yang ditampung tersebut ke dalam tanah

Kemungkinan rumah terendam saat banjir akan semakin kecil jika rumah memiliki sumur resapan. Maka segera periksa rumahmu apa sudah terdapat sumur resapan atau belum.

Jika belum ada, sangat dianjurkan untuk segera membuat sumur itu. Selain sebagai upaya untuk menghindari banjir, sumur tersebut juga telah menjadi standar regulasi rumah dan harus ada di tiap rumah.

4Pekarangan Rumah yang Mudah Meresap

arya-flower.com

Rumah dengan pekarangan yang hampir semuanya tertutup semen tentu saja akan makin menambah resiko banjir dan air menggenang ke dalam rumah. Paling aman untuk rumah yang rawan banjir adalah dengan membuat pekarangan dari rumput saja.

Sebagian lain mungkin bisa memilih pavling yang masih memungkinkan air bisa meresap melalui celah pavling. Tapi ingat, memasang pavling jangan dengan semen, dan sebaiknya hanya di bagian penting saja seperti pijakan kendaraan.

5Memperbanyak Tanaman Penyerap Air

sokaagro.com

Jika rumahmu termasuk dalam daerah rawan banjir, maka memilih tanaman dan pohon juga harusnya menyesuaikan. Pilihlah tanaman yang mudah menyerap air dengan skala banyak, contohnya seperti tanaman perdu.

6Menguruk Tanah dan Meninggikan Halaman

kaskus.co.id

Pastikan halaman rumahmu lebih tinggi daripada jalan di depan, dan halaman di sebelah rumah juga lebih tinggi dari jalan. Sehingga bila air menggenang akan mengalir ke area rendah dan tak sampai masuk rumah.

Jika halaman rumahmu masih lebih rendah atau sama dengan jalan, uruk dengan tanah untuk meninggikannya. Pilihan lain lebih sederhana, buatlah tanggul berupa gundukan yang mengelilingi sekeliling rumah.

7Meninggikan Rumah

fromabahwithlove2014.wordpress.com

Ini pilihan terakhir jika semua solusi tidak dapat menyelasaikan masalah banjir. Selain kamu harus bersabar karena proses pengerjaannya lama, kamu juga harus merogoh kocek dalam-dalam untuk merenovasi rumah.

Mau tidak mau hal ini hanya bisa dilakukan sebelum musim hujan karena pengerjaannya lama, maka persiapkanlah jadwal dan keuangan secara matang. Lebih mudah bagi yang akan membangun rumah bisa memulai dari meninggikan pondasi dan konstruksi rumahnya.