Selama ini berlibur selalu identik dengan wisata alam, wisata kuliner, jalan-jalan ke mall, dan bermain ke taman ria. Namun ada juga wisata yang tak kalah menarik dan memberikan kekayaan jiwa. Inilah yang disebut wisata budaya.

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Salah satu wisata budaya yang menarik sekaligus disuguhi pemandangan alam yang indah adalah mengunjungi Pulau Lombok.

Jika kamu berkunjung ke Pulau Lombok, kamu akan bertemu dengan desa Suku Sasak. Masyarakat di perkampungan ini masih memegang teguh tradisi-tradisi yang diwariskan nenek moyang mereka.

www.kebudayaan.kemdikbud.go.id
www.kebudayaan.kemdikbud.go.id

Mereka masih melestarikan kebudayaan Sasak lama sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Mereka tinggal di Desa Sade yang berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

www.momtraveler.com
www.momtraveler.com

Memasuki desa adat tersebut kamu akan disambut oleh seseorang yang ramah. Hanya dengan membayar tidak terlalu mahal, kamu dan rombonganmu akan didampingi oleh salah seorang warga Suku Sasak untuk berkeliling ke desa ini.

Kesan pertama yang membuatmu tertarik dengan Suku Sasak adalah rumah adat yang masih dipertahankan sampai sekarang. Mereka sama sekali tak tertarik untuk membangun rumah modern sebagai tempat tinggal mereka.

Berikut ini keunikan rumah adat Suku Sasak yang syarat akan kesederhanaan.

1Bagian-Bagian Rumah

www.blj.co.id

Secara umum rumah Suku Sasak dibagi menjadi 2 bagian yaitu bale tani dan Lumbung. Bale tani berfungsi sebagai tempat tinggal. Sedangkan Lumbung berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan hasil pertanian.

Sebagian besar warga Suku Sasak memang bermatapencaharian sebagai petani. Oleh karena itu mereka membutuhkan ruangan untuk menyimpan hasil panen pertanian mereka.

Bale tani terbuat dari kayu dengan dinding-dinding terbuat dari anyaman bambu. Atapnya berasal dari alang-alang kering. Bagian yang unik dari rumah ini adalah lantai.

Lantai berasal dari campuran tanah, getah pohon, abu jerami, serta dilapisi dengan kotoran kerbau. Semua bangunan terbuat dari bahan alami bukan?

Bale tani dibagi lagi menjadi bale dalam dan bale luar. Bale dalam dikhususkan untuk anggota keluarga perempuan. Di dalam bale juga terdapat dapur.

Sedangkan bale luar diperuntukan untuk anggota keluarga laki-laki yang sekaligus berfungsi sebagai ruang tamu.

2Berugak Sebagai Tempat Quality Time

www.lombokspeedboat.co.id

Selain bale dalam dan bale luar, pemukiman Suku Sasak juga memiliki tempat bernama Berugak. Berugak biasanya berdiri di depan samping kiri atau samping kanan bale tani.

Kamu tak akan menemukan dinding pada bagian berugak. Berugak merupakan sebuah bangunan berbentuk panggung yang disangga oleh 4 tiang (sekapat) atau 6 tiang (sekenem).

Berugak bisa dikatakan sebagai aula rumah. Berugak digunakan untuk menerima tamu, tempat untuk berkumpul dan berbincang santai setelah bekerja, atau pertemuan internal keluarga.

www.jalan-dong.blogspot.com
www.jalan-dong.blogspot.com

Para wanita masyarakat Suku Sasak juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penenun. Mereka menenun dengan alat tradisional. Berbagai hasil tenunan mereka jadikan taplak meja, kain sarung, kain songket, selendang, dan lain-lain.

Perkembangan zaman memang diperlukan dalam hidup. Namun hidup sederhana harus tetap dipertahankan. Mengejar dunia dengan kemewahan tidak akan pernah ada habisnya. Mengejar dunia hanya terhenti saat kamu mati berkalang tanah.

www.zelkychillout.blogspot.com
www.zelkychillout.blogspot.com

Dari Suku Sasak kita belajar arti penting kesederhanaan dan kekeluargaan dalam hidup yang perlu di pegang teguh di tengah gempuran arus materialistik.

Pada kenyataannya masyarakat Suku Sasak bahagia dengan kesederhanaan tanpa perlu memikirkan permasalahan hidup yang rumit seperti saat ini.

SHARE