Banyak lagu nasional yang diciptakan untuk mengenang sosok guru yang telah mendidik dan mengukir moral dan akhlaq dari para tunas-tunas Bangsa demi kemajuan Negara ini. Salah satunya adalah Hymne Guru.

Syairnya yang dalam, dan menujukkan penghormatan kepada guru, seharusnya bisa kita resapi, baik sebagai murid, mantan murid, atau bahkan sebagai seorang guru.

Sehingga dalam kehidupan nyata, di Indonesia ini terutama, guru bukan sebagai pihak sewenang-wenang kepada murid apalagi justru menjadi pihak yang teraniaya.

Baru-baru ini banyak berita bermunculan tentang kondisi guru di daerah pelosok Indonesia yang mengalami kemiskinan, tetap berangkat mengajar walau tak mendapat bayaran yang layak dari Negara.

Atau mungkin berita tentang kasus dituntutnya guru oleh orangtua siswa hanya karena guru melakukan sedikit ‘hal’ kepada siswanya, seperti misal memarahi atau menegur. Sungguh ironis sekali!

Bagaimana Indonesia bisa maju pendidikannya seperti Negara maju lainnya jika dalam dunia pendidikan saja para pelakunya baik siswa maupun guru masih terus mengalami berbagai gesekan seperti ini.

Salah satu yang membuat guru di Indonesia mungkin terlihat seperti profesi ‘murah’ atau hal yang kurang kuat kewajibannya dalam mengemban amanah adalah karena Negara ini belum mampu memberikan kesejahteraan yang baik kepada mereka.

Gaji guru, apalagi guru sekolah swasta sangat minim, bahkan ada beberapa yang mendapat tunjangan. Namun tak sedikit pula dari mereka yang tetaps emangat mengajar walau imbalan tak setimpal.

Nah, di bawah ini adalah beberapa alasan logis mengapa Negara kita ini perlu memperhatikan lagi kesejahteraan para guru, jika memang sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa masih ingin dilekatkan pada mereka:

Tugas Guru Berat

yayuk77 blogspot com
yayuk77.blogspot.com

Tak hanya sekedar mengajarkan pelajaran di sekolah, tentang Matematika, Agama, atau pelajaran lainnya, namun guru menjadi sosok yang ditiru oleh murid-muridnya.

Maka tugas guru sangat berat ketika banyak pihak menyadari amanah mereka tak hanya tentang memahamkan murid-murid mengenai pelajaran sekolah namun juga budi pekerti, akhlaq, dan moral.

Pekerjaannya Banyak

foto sdmtponorogo com
foto.sdmtponorogo.com

Bagi yang sedang atau pernah berkecimpung di dunia pendidikan dan sekolah, pasti tahu rasanya waktu dalam hidup menjadi sangat sibuk dengan mengurus murid dan pendidikan.

Saat murid-murid atau pegawai lain libur, namun mereka harus mengerjakan nilai-nilai ujian, rapor, belum lagi menyiapkan agenda sekolah yang bisa meningkatkan skill dan budi pekerti murid-muridnya.

Dengan waktu yang lebih banyak untuk bekerja, apakah tidak kasihan jika gaji yang diterima hanya seratus atau dua ratus ribu saja? Hmm…

Untuk Meningkatkan Semangatnya

qwerty co id
qwerty.co.id

Guru-guru di luar negeri, terutama di Negara maju, mendapatkan penghasilan paling banyak dibandingkan profesi lainnya. Mengapa demikian?

Karena pemerintah di Negara-negara tersebut sadar bahwa tugas guru berat, dan ditangannya nanti akan lahir generasi-generasi penerus bangsa mereka, sehingga para guru perlu terus diberikan semangat.

Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu semangat yang bisa diberikan adalah penghargaan lewat reward atau gaji, jika memang yang diterima layak dengan kerja keras, maka siapapun akan lebih semangat bekerja bukan?

Sehingga tak aka nada lagi cerita guru hanya memberi tugas, menerangkan di depan kelas, namun tak mau tahu tentang akhlaq dan budi pekerti siswanya.

Atau cerita tentang guru yang memberikan pendidikan dan teguran namun justru malah dituduh melakukan penganiayaan.