Menurut para sejarawan, pada abad ke-13 Masehi, Islam sudah masuk ke nusantara yang dibawa oleh para pedagang muslim.

Namun untuk lebih pastinya, masih terdapat perbedaan pendapat dari para sejarawan terkait sejarah yang benar mengenai bagaimana Islam pada mulanya muncul dan berkembang di Indonesia.

Masuknya islam di Indonesia berlangsung secara damai dan menyesuaikan dengan adat istiadat penduduk lokal. Ajaran islam yang tidak mengenal perbedaan kasta membuatnya sangat diterima penduduk setempat.

Sebetulnya, bagaimana sih sejarah awal mula Islam bisa berkembang di Nusantara?

1Perdagangan

id.wikipedia.org

Letak Indonesia yang sangat strategis di jalur perdagangan di masa itu membuat Indonesia banyak disinggahi para pedagang dunia termasuk pedagang muslim.

Banyak dari mereka yang akhirnya tinggal dan membangun perkampungan muslim, tak jarang mereka juga sering mendatangkan para ulama dari negeri asal mereka untuk berdakwah. Hal inilah yang diduga memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam di nusantara.

2Perkawinan

fanind.com

Penduduk lokal beranggapan bahwa para pedagang muslim ini adalah kalangan yang terpandang, sehingga banyak penguasa pribumi yang menikahkan anak mereka dengan para pedagang muslim.

Sebagai sayarat sang gadis harus memeluk islam terlebih dahilu, hal inilah yang diduga memperlancar penyebaran ajaran islam.

3Pendidikan

id.wikipedia.org

Setelah perkampungan islam terbentuk, mereka mulai mendirikan fasilitas pendidikan berupa pondok pesantren yang dipimpin langsung oleh guru agama dan para ulama.

Para lulusan pesantren akan pulang ke kampung halaman dan menyebarkan ajaran islam di daerah masing-masing.

4Kesenian

youtube.com

Wayang merupakan warisan budaya yang masih terjagan hingga saat ini, dalam penyebaran ajaran islam wayang memiliki perang yang sangat konkrit. Contohnya sunan kalijaga yang merupakan salah satu tokoh islam menggunakan pementasan wayang untuk berdakwah.

5Jalur Masuk

beritamuslim.com

Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina.

Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.

Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu.

Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus.

Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.

6Arab

sumatrabeyond.com

Peran orang Arab sangat krusial dan besar dalam perkembangan dakwah di Indonesia. Sehingga, eksistensi orang Arab dalam dakwah tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebagian besar dai yang mengislamkan nusantara berasal dari Arab. Misalnya sosok Wali Songo, berdasarkan riwayat yang bisa dipercaya sebagian besar dari Hadramaut (Yaman). Begitu juga ulama-ulama lainnya, seperti para Habaib sebagian besar juga berasal dari Arab.

7Masjid sebagai Simbol Utama

id.shabestan.ir

Masjid memiliki peran yang jauh lebih dahsyat daripada situs bersejarah lain yang diunggulkan Indonesia. Masjid berperan bagi kehidupan bermasyarakat di Nusantara, khususnya pada awal mula Islam masuk ke tanah ini.

Masjid menjadi salah satu pusat kegiatan dalam penyebaran Islam, sehingga keberadaannya sangat mempengaruhi bagaimana Islam bisa menjadi agama mayoritas warga Indonesia hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here