Kedatangan Imam Mahdi merupakan satu diantara sepuluh tanda-tanda besar akhir zaman sebagaimana pembagian yang diklasifikasikan oleh para ulama. Sedangkan tanda-tanda kecil akhir zaman sangatlah banyak dan datangnya mendahului tanda-tanda besar akhir zaman.

Hikmah yang Allah berikan kepada manusia atas banyaknya tanda-tanda kecil akhir zaman yang mendahului tanda-tanda besar akhir zaman agar kita dapat memiliki kesempatan untuk berintrospeksi diri dan bertaubat atas segala dosa-dosa kita sebelum tanda-tanda besar hadir di tengah-tengah kita.

Saat ini sudah begitu banyak tanda-tanda kecil yang Allah tampakkan di hadapan kita. Artinya waktu hadirnya tanda-randa besar sudah begitu dekat dengan diri kita. Tanda besar pertama yang nantinya muncul adalah kemunculan Dajjal.

Namun, sebagian ulama berpendapat, bahwa sebelum munculnya Dajjal, akan hadir terlebih dahulu tanda penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda penghubung yang dimaksudkan di sini adalah kehadiran Imam Mahdi di tengah-tengah umat.

Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan memimpin ummat Islam memerangi Mulkan Jabariyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri di dunia yang menjalankan ideologi menghambakan manusia pada manusia.

Di mana, pada masa hadirnya Imam Mahdi, dunia sedang berada pada konflik bersenjata, khususnya di wilayah Jazirah Arab. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi,

“Kalian perangi Jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian berangi Roma, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal dan Allah beri kalian kemenangan.”

Lalu, apa yang menjadi tanda datangnya Imam Mahdi? Maka Rasulullah telah menubuwatkannya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.”

Bahkan, dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah memberikan gambaran lebih jelas tanda-tanda menjelang munculnya Imam Mahdi di tengah-tengah ummat Muslim. Haditsnya berbunyi,

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berad di antara Mekkah dan Madinah.”

Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai ummat Islam jika Allah takdirkan mempersaksikan pembai’atan Imam Mahdi. Maka Rasulullah berpesan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud,

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’atlah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi”.