Awal mula keberadaan Kerajaan Aceh Darussalam merupakan daerah taklukan dari Kerajaan Pedir. Wilayah Darussalam mulai menunjukkan perkembangan yang cukup pesat saat Malaka jatuh kepada Portugis di tahun 1511.

Setelah Malaka jatuh dan mengalami keruntuhan akibat serangan Portugis. Kemudian para pedagang muslim beralih dari Malaka ke Bandar Laut Aceh Darussalam untuk melakukan aktifitas perdagangan.

Hingga akhirnya hal ini membuat wilayah Aceh Darussalam mulai melakukan pengembangan yang pesat dan mampu melepaskan diri dari Kerajaan Pedir di tahun 1520. Saat itu, pemimpin pertama yang sekaligus menjadi pendiri dari Kerajaan Aceh Darussalam ialah Sultan Ibrahim.

Beliau juga dikenal sebagai Sultan Ali Mughayat Syah yang memerintah Kerajaan Aceh Darussalam dari tahun 1514 hingga sampai 1528. Kerajaan ini mulai memperluas pengaruhnya dengan merebut beberapa daerah yang ada disekitarnya.

Sejak tahun 1524, wilayah Samudra Pasai dan Pedir sedikit demi sedikit mulai ditaklukkan. Selain itu, sejak Sultan Ali Mughayat Syah memimpin Kerajaan Aceh Darussalam, mereka juga selalu berusaha untuk merebut kembali Malaka dari cengkeraman Portugis.

Di bawah kepemimpinan Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar, secara perlahan Kerajaan Aceh Darussalam mulai berkembang menjadi sebuah kerajaan yang sangat kuat. Dia mulai mengembangkan dan memperkuat angkatan perang.

Selain itu, dia juga mempererat hubungan diplomatik dengan kerajaaan yang berada di luar negeri. Seperti kerajaan Islam yang berada India dan Turki. Hubungan tersebut dilakukan untuk dapat mempererat hubungan politik dan memajukan hubungan perdagangan.

Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar juga mengirimkan utusan ke Konstantinopel untuk dapat memperoleh bantuan dalam usahanya melawan kekuasaan Portugis. Dengan adanya kekuatan militer yang semakin besar, membuatnya lebih mudah dalam memperluas wilayah kekuasaan.

Beberapa kerajaan yang ada di wilayah Aceh pun satu persatu ditaklukkannya. Seperti Kerajaan Barat, Aru dan Babat.

Saat bantuan peralatan dan tentara perang yang berasal dari Turki datang pada tahun 1537 sampai tahun 1568, tentara Aceh Darussalam pun akhirnya dapat melakukan serangan ke Malaka dan Johar untuk mengusir kekuatan Portugis dari wilayah itu.

Sepeninggal Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar wafat, para penggantinya tetap meneruskan perjuangannya dalam memperkuat pengaruh kerajaan ini. Serangan ke Johar terus dilakukan serta melakukan hubungan persahabatan dengan kerajaan Islam yang ada di Jawa.

Di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, perlawanan kepada Portugis mulai digalakkan kembali. Kerajaan Aceh Darussalam terus berusaha menguasai kembali daerah-daerah yang ditaklukkan oleh Portugis.

Di masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda ini, Kerajaan Aceh Darussalam mulai mengalami puncak kejayaan.