Majapahit merupakan sebuah kerajaan yang berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 Masehi di Jawa Timur. Kerajaan ini dahulu sangatlah jaya dan mampu menguasai beberapa wilayah di Indonesia ketika diperintah oleh Raja Hayam Wuruk.

Majapahit sendiri dianggap sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar se-Indonesia. Kekuasaannya meliputi Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya hingga ke Indonesia timur juga.

Dari begitu luasnya daerah kekuasaan Majapahit, banyak sekali sejarah yang telah mereka torehkan dalam catatan sejarah di Indonesia. Dipimpin oleh sepuluh orang raja yang membawa namanya begitu masyhur pada waktu itu.

Tak mengherankan juga bila banyak peninggalan sejarah yang ditemukan sebagai bukti kejayaan Majapahit di masa silam. Beberapa diantaranya adalah candi yang tersebar di beberapa wilayah berikut ini.

1Gapura Wringin Lawang

nathalliafidrawati.blogspot.com

Candi Gapura Wringin Lawang ini diberikan dalam bahasa Indonesia yang berarti Gapura Pintu Beringin. Terbuat dari batu bata merah dengan tinggi 15.5 meter dan luas dasarnya adalah 13 x 11 meter. Gapura ini diperkirakan dibuat pada abad ke-14.

Jika kalian perhatikan, mungkin arsitektur gapura ini banyak dibuat untuk beberapa tempat peribadahan di Bali.

2Candi Tikus

en.wikipedia.org

Candi Tikus pertama kali ditemukan masih terkubur di dalam tanah pada tahun 1914. Candi ini terletak di komplek Trowula, tenggara Kota Mojokerto. Pemugaraan untuk Candi Tikus dilakukan secara menyeluruh di tahun 1984 hingga 1985.

Kenapa candi ini diberi nama Candi Tikus? Menurut warga sekitar, dulunya candi ini ditemukan di suatu tempat yang menjadi sarang tikus.

3Candi Pari

www.ruangberbagi.com

Candi yang menjadi peninggalan dari pemerintahan Raja Hayam Wuruk ini berada di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Dulunya, di atas gerbang dari candi ada batu yang bertuliskan angka 1293 Saka yang merupakan tahun 1371 Masehi.

Mungkin batu itu adalah lambang dibuatnya candi ini di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang menjabat pada tahun 1350-1389 Masehi.

4Candi Sukuh

Candi Hindu yang sejak tahun 1995 diusulkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia ke UNESCO ini merupakan candi pertama yang menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi Sukuh berada di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Candi ini dikenali sebagai candi Hindu karena ditemukannya objek pujaan lingga dan yoni di sana. Candi Sukuh dianggap memiliki bentuk yang tidak lazim, sehingga nampak berbeda dengan candi lain dari peninggalan Kerajaan Majapahit.

5Candi Surawana

arkeologiindonesia.com

Di abad ke-14 lah candi ini diperkirakan berdiri. Terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Candi Surawana awalnya memiliki nama Wishnubhawanapura. Tujuan dibuatnya Candi Surawana untuk memuliakan Bhre Wengker.

Bhre Wengker adalah seorang raja dari Kerajaan Wengker yang masih berada di wilayah kekuasaan Majapahit.

6Gapura Bajang Ratu

alment1993.blogspot.com

Gapura Bajang Batu merupakan salah satu gapura terbesar di zaman Kejayaan Majapahit. Fungsi dibuatnya gapura ini digunakan sebagai pintu masuk bagi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.

7Candi Ceto

databudaya.net

Candi yang berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar ini berada di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Candi Ceto adalah candi Hindu yang merupakan peninggalan di masa akhir pemerintahan Majapahit pada abad ke-15.

8Candi Brahu

ekaffitri.blogspot.com

Candi Brahu berada di kawasan situs arkeologi Trowulan yang merupakan bekas ibu kota Majapahit. Kata brahu yang menjadi nama candi ini diduga berasal dari kata wanaru atau warahu. Candi Brahu dibuat menggunakan bata merah.

Tinggi dari candi ini sekitar 20 meter dengan panjang mencapai 22.5 meter dan lebarnya 18 meter. Diperkirakan bahwa Candi Brahu dibangun pada abad ke-15.

9Candi Jabung

4shared.com

Candi yang tertulis di dalam kitab Nagarakertagama ini bernama Bajrajinaparamitapura. Candi Hindu yang dibangun menggunakan bata merah ini sangatlah kokoh karena mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Candi yang terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur ini pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk untuk melawat pada tahun 1359 Masehi.