Kesultanan Mataram atau yang juga sering dikenal dengan Kerajaan Mataram Islam berdiri pada abad ke-16, tepatnya sekitar tahun 1562 dengan pusat kerajaan berada di Kotagede. Sebelah tenggara dari Kota Yogyakarta.

Dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, Kerajaan Mataram Islam memiliki peran yang cukup vital dalam perjalanan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Karena kerajaan Islam satu dengan kerajaan Islam lainnya saling berhubungan.

Para pemimpin kerajaan  nampak memiliki semangat tinggi dalam menyebarkan ajaran Islam ke penjuru Nusantara melalui upaya memperluas daerah kekuasaan sekaligus mengislamkan penduduknya. Hal ini tidak lepas dari keberadaan ulama di tengah-tengah pemerintahan kerajaan.

Proses asimilasi dan akulturasi budaya Islam dengan budaya Jawa telah berhasil menjadikan sebagian besar penduduk Jawa masuk agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari berbagai bentuk budaya jawa yang hingga kini masih bertahan seperti kenduri, wayangan, dan lain sebagainya.

Agar kita mengetahui sejarah para pendahulu kita dalam berjuang dan mengembangkan kerajaan Islam di tanah Jawa. Berikut ini ulasan singkat para raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Islam.

1Ki Ageng Pamanahan

snipview.com

Beliau adalah pendiri Desa Mataram pada tahun 1556 M. Desa inilah yang nantinya berkembang menjadi Mataram Islam. Wilayah Mataram sendiri merupakan tanah perdikan pemberian Hadiwijaya karena Ki Ageng Pamanahan berhasil membunuh Arya Penangsang.

2Panembahan Senapati

staticflickr.com

Sepeninggal Ki Ageng Pamanahan, pemerintahan Mataram beralih kepada anaknya yang bernama Sutawijaya. Beliau juga adalah menantu dari Raja Pajang. Sejak masa Senapati Sutawijaya inilah wilayah kerajaan Mataram Islam berkembang mulai dari Pajang, Demak, hingga Surabaya.

Panembahan Senapati akhirnya meninggal pada tahun 1601 yang kemudian digantikan oleh Raden Mas Jolang, putranya.

3Raden Mas Jolang

slidesharecdn.com

Raden Mas Jolang juga sering dikenal dengan nama Panembahan Anyakrawati. Beliau memimpin kerajaan Mataram Islam sekitar 12 tahun, yaitu pada tahun 1601 – 1613 Masehi. Pada masanya, energi kerajaan lebih banyak untuk mempertahankan kekuasaan wilayah.

Hal ini disebabkan banyaknya wilayah yang melakukan pemberontakan.

Raden Mas Jolang meninggal di desa Krapyak pada tahun 1613 dan mendapat gelar Panembahan Sedo Ing Krapyak. Makam beliau sekarang berada di Pasar Gede, di bawah makam ayahnya.

4Raden Mas Rangsang (Sultan Agung)

historia.id

Raden Mas Rangsang merupakan anak dari Raden Mas Jolang. Di masa beliaulah Kerajaan Mataram Islam mencapai puncaknya. Pada saat memimpin kerajaan, beliau mendapat gelar Sultan Agung Senapati Inglaga Ngabdurrachman. Memimpin dari tahun 1613 – 1645.

Pada masa beliau, wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat  dikuasainya. Selain menaklukkan para raja di Jawa, beliau juga melakukan peperangan melawan VOC yang ketika itu ingin menguasai tanah Jawa.

Kerajaan Mataram Islam juga berkembang menjadi negara agraris sejak kekuasaan beliau. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan dimakamkan di Imogiri.

5Amangkurat I

dewimutiaraintanberlianpakidulan.blogspot.com

Sepeninggal Sultan Agung, kekuasaan Mataram digantikan oleh anaknya yang bernama Amangkurat. Pada masa kekuasaannya, pusat kerajaan dipindahkan ke Kraton Plered pada tahun 1596. Amangkurat berkuasa dari tahun 1645 – 1677.

Sifatnya begitu bertolak belakang dengan ayah beliau. Karena dirinya justru menjadikan VOC sebagai sekutu. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan perpecahan di Kerajaan Mataram Islam yang berujung pada kehancurannya.