Siapa yang tidak kenal sosok Ki Hajar Dewantara? Salah satu pahlawan nasional yang berjasa di bidang pendidikan.

Ingin tahu jasa apa saja yang sudah dilakukan Ki Hajar Dewantara untuk bangsa ini? Yuk, simak ulasan berikut.

1Tulisan Ki Hajar Dewantara Antikolonial

destyanaldi.blogspot.com

Ki Hajar Dewantara aktif membuat tulisan yang mengkritik Kolonial Belanda ketika menjadi mahasiswa sampai dengan bekerja sebagai wartawan.

Sebelumnya, Ki Hajar Dewantara bersekolah di STOVIA (Sekolah Dokter Boemiputera).

Beliau lalu bekerja sebagai wartawan media Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisan beliau sangat tajam, patriotik dan komunikatif.

Banyak kalangan masyarakat yang terinspirasi oleh tulisan-tulisannya. Bahkan membangkitkan semangat antikolonial Belanda di masa itu.

2Selalu Aktif Organisasi

cangcut.com

Selain aktif menulis, Ki Hajar Dewantara juga aktif organisasi. Beliau adalah salah satu pengurus di organisasi Boedi Utomo.

Tugas beliau saat itu yakni mensosialisasikan dan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

3Ki Hajar Dewantara Pendiri Indische Partij

junglekey.in

Berdirinya organisasi Boedi Utomo nampaknya membuat Ki Hajar Dewantara ingin mendirikan organisasi sendiri. Pada tangga 25 Desember 1912, beliau mendirikan partai politik pertama yang mengedepankan nasionalisme Indonesia yaitu Indische Partij.

Ki Hajar Dewantara mendirikan partai tersebut bersama dua orang lainnya, yakni Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Hebatnya, partai ini didirikan dengan tujuan meraih kemerdekaan Indonesia.

Sayangnya, Indische Partij tidak mendapatkan pengakuan badan hukum karena dianggap berbahaya.

Melalui Gubernur Jenderal Idenburg, partai ini ditolak pendaftarannya dengan alasan dapat menggerakan rakyat untuk menentang menentang pemerintah kolonial Belanda.

4Pendiri Komite Boemipoetra

bekasimedia.com

Rupanya Ki Hajar Dewantar tidak menyerah setelah Partai Indische Partij ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda.

Beliau kemudian mendirikan Komite Boemiputera sebagai tandingan dari komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda.

Kritikan keras dan tajam dilontarkan oleh Komite Boemiputera kepada Pemerintah Belanda.

Pasalnya, Belanda merayakan kemerdekaan Belanda dari Perancis dengan memakai uang dari rakyat di tanah jajahannya, termasuk Indonesia.

5Melahirkan Ajaran Tut Wuri Handayani

wikimedia.org

Ki Hajar Dewantara juga melahirkan ajarannya yang terkenal.

Ajaran tersebut yakni tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

6Kritikan Tajam Ki Hajar Dewantara Melalui Tulisan

madaaris.net

Lagi-lagi Ki Hajar Dewantara melayangkan tulisan untuk mengkritik Pemerintah Kolonial Belanda. Beliau menulis sebuah essay berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang dimuat di surat kabar de Expres.

Selain itu, beliau juga menulis essay berjudul Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga).

Tapi, akibat dua tulisan tersebut, Ki Hajar Dewantara berikut kedua rekannya, Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, dijatuhi hukum buang oleh Pemerintah Belanda.

Ki Hajar Dewantara dibuang ke Pulau Bangka. Sementara itu Douwes Dekker dibuang ke Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Begini kira-kira bunyi potongan essay Als Ik Eens Nederlander Was karangan Ki Hajar Dewantara : Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya.

Itulah beberapa hal tentang Ki Hajar Dewantara yang mestinya selalu kamu ingat. Tanpa beliau, pendidikan Indonesia tidak akan pernah ada. Terima kasih bapak!