Ada beberapa pendapat dari orang-orang kafir bahwa dakwah yang dilakukan Rasulullah adalah tindakan perlawanan antara kaum miskin kepada kaum kaya. Rasa dengki membuat Muhammad dan pengikutnya berjuang dengan agama baru.

Mereka beralasan kebanyakan pengikut Nabi Muhammad di awal dakwahnya adalah budak, orang-orang miskin, dan orang-orang yang tertindas.

Kemudian saat Islam jaya, Islam mengalami masa kejayaan bahkan hingga merebut tahta Romawi dan Persia.

Tuduhan tersebut sangat mengada-ada dan tidak beralasan. Sebelumnya Rasulullah pernah di tawari kaum musyrik kekuasaan, kekayaan, dan kepemimpinan asalkan Rasulullah menghentikan dakwahnya.

www.salimunj.com
www.salimunj.com

Namun, Rasulullah sama sekali tak tergiur dengan kemilaunya dunia tersebut. Beliau tetap memilih memperjuangkan aqidah Islam meskipun dengan penderitaan sangat berat.

Ia tidak hanya di caci dan di maki, namun nyawanya berkali-kali mendapatkan ancaman. Begitu juga dengan sahabat dan pengikutnya yang juga harus mengalami penderitaan mempertahankan aqidah.

Beberapa fragmen sejarah Nabi Muhammad tak ada satupun kisah yang mengatakan bahwa dakwah baik sebelum peperangan maupun setelah peperangan memiliki tujuan utama mengejar kekayaan dunia.

Bahkan Rasulullah bersama kaum muslimin pernah merasakan pemboikotan ekonomi oleh orang-orang Quraisy selama 3 tahun. Berikut sejarah Nabi Muhammad dan penderitaan akibat pemboikotan ekonomi yang mengharukan.

1Rasulullah dalam Perlindungan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib

www.perindusurga.com

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa pemboikotan ekonomi ini terjadi sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Namun ada juga yang berpendapat bahwa pemboikotan terjadi setelah Rasulullah hijrah.

Kala itu orang-orang Quraisy telah sepakat akan membunuh Nabi Muhammad. Namun Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib tetap kukuh tak mau menyerahkan Rasulullah kepada mereka.

Hal yang perlu diketahui bahwa hal ini sama sekali tak membuktikan bahwa Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib telah mengakui kebenaran Islam dan beriman kepada Allah.

Perlindungan dari kedua suku ini hanyalah semata-mata ‘ashabiyah (fanatisme kesukuan) yang sangat kental pada orang-orang Arab. Mereka tak mau anak dari saudara mereka di bunuh oleh orang-orang Quraisy.

2Perjanjian Orang-Orang Quraisy

www.dainusantara.com

Lantaran tak dapat membunuh Nabi Muhammad, orang-orang Quraisy bersepakat mengucilkan Rasulullah dan kaum muslimin beserta Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib.

Mereka menuliskan perjanjian bahwa mereka tidak akan mengawini dan melakukan jual beli dengan orang-orang yang telah dikucilkan. Naskah perjanjian ini mereka gantungkan di dalam Ka’bah.

3Penderitaan yang Dialami Rasulullah dan Kaum Muslimin

www.burjo.wordpress.com

Bani Hasyim, Bani Muthalib, serta kaum muslimin dikepung dan dikucilkan di Syi’ib (pemukiman) Bani Muthalib. Di pemukiman inilah mereka berkumpul kecuali Abu Lahab atau Abdul Izzi bin Abdul Muthalib.

Meskipun Abu Lahab termasuk dalam Bani Muthalib, namun ia telah bergabung dengan orang-orang Quraisy untuk memusuhi dakwah Rasulullah.

www.wahdahpalu.or.id
www.wahdahpalu.or.id

Mereka dikucilkan dan terputus sama sekali semua kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial.

As Suhail menceritakan bahwa setiap ada kafillah yang datang ke Makkah dari luar daerah, sahabat Rasulullah yang berada di luar kepungan datang ke pasar untuk membeli bahan makanan.

Namun, mereka tidak dapat membeli apapun lantaran harga yang ditetapkan melambung sangat tinggi.

Abu Lahab berteriak menghasut, “Hai para pedagang, naikkanlah harga setinggi-tingginya agar para pengikut Muhammad tidak mampu membeli apa-apa. Kalian mengetahui betapa banyak harta kekayaanku dan aku sanggup menjamin kalian tidak akan merugi.”

Kaum muslimin pulang dengan tangan hampa. Istri dan anak-anak mereka yang kelaparan bahkan memakan daun-daun agar bisa bertahan hidup.

Kaum muslimin bersabar menjalani penderitaan ini semata-mata karena Allah. Namun, Bani Hasyim dan Bani Muthalib mejalani karena kefanatikan suku.

4Allah Mengirimkan Rayap dan Menghancurkan Lembar Perjanjian

www.alialhinduan.wordpress.com

Pada awal tahun ketiga dari pemboikotan, Bani Qushayyi mengecam pemboikotan ini. Mereka memutuskan bersama untuk membatalkan perjanjian.

Kemudian Allah mengirimkan anai-anai (rayap) untuk menghancurkan lembar perjanjian kecuali beberapa kalimat yang menyebutkan nama Allah.

SHARE