Publik Jerman digegerkan oleh sebuah kabar mengejutkan dari dunia kesehatan. Seorang perawat Jerman mengaku telah membunuh dengan menyuntik mati 24 pasien gawat darurat.

Kabar ini terunkap setelah perawat tersebut divonis atas pembunuhan dua orang pasien gawat darurat, dan percobaan pembunuhan tiga pasien lain. Seblumnya, perawat ini sudah menjalani vonis hukuman seumur hidup sejak Februari 2015.

Dinukil dari BBC.com, Rabu (13/4/2016), pria bernama Niels H (39) mengaku telah membunuh 24 pasien lainnya, dengan suntikan overdosis. Lewat pengakuannya di kepolisian setempat, Nelis menyatakan bahwa suntikan itu diberikan kepada pasien yang mengalami serangan jantung.

Kalau terbukti benar, Neils menjadi pembunuh berantai dengan korban terbanyak secak pasca perang Jerman. Nelis berharap dengan melakukan suntikan overdosis tersebut maka pasien yang sekarat akan kembali hidup. Setidaknya dia telah melakukan suntikan kepada 90 pasien.

Ada rasa puas jika pasien Neils kembali hidup. Muncul perasaan sebagai penyelamat pertama dikarenakan dia berhasil beraksi lebih dulu dibanding koleganya yang belum bertindak. Ada perasaan bersukacita ketika berhasil, namun jika gagal, dia merasa sangat terpukul pasien yang hendak ditolongnya tewas.

Sesaat setelah melihat kematian akibat ulahnya, muncul perasaan menyesal dan dia berjanji untuk tidak melakukan permainan itu. Namun, tidak berapa lama muncul kembali hasratnya untuk melanjutkan suntikan ke pasien gawat daruratnya.

Sontak, publik Jerman gempar. Aparat keamanan, langsung mengutus tim khusus untuk menyelidiki kematian pasien lainnya. Pihak berwenang telah menggali 77 makam untuk memeriksa kembali jenazah yang pernah ditangani Neils.

Terdapat setidaknya 24 kasus kematian yang mencurigakan dari pasien yang pernah ditangani Neils. Pihak berwenang sedang menunggu hasil penelitian atas tujuh mayat lainnya yang sedang diperiksa.

Sebelum bekerja di RS Delmenhorst, Neils ternyata pernah bekerja di sebuah klinik, rumah jompo dan sebuah layanan medis darurat.

Pada 2005, rekan kerja Neils memergokinya sedang menyuntik seorang pasien gawat darurat. Untungnya pasien tersebut berhasil diselamatkan. Pada 2008 Neils ditangkap dan dijatuhi hukuman tujuh setengah tahun penjara.

Namun setelah melakukan investigasi pertama, diketahui terdapat jejak mencurigakan atas lima pasien lain yang ditangani Neils dan telah mati. Majelis Hakim akhirnya menjatuhi hukuman seumur hidup pada Neils.

Pihak berwenang menduga, apa yang terjadi dari kasus Neils ini hanyalah puncak dari gunung es.