Sholawat adalah do’a yang ditujukkan oleh umat Muslim kepada Allah untuk segala kebaikan Rasulullaah Muhammada SAW. Sholawat sendiri merupakan salah satu bentuk penghargaan dan pujian kita sebagai umat Muslim kepada Baginda Rasulullaah SAW.

Selain karena Rasulullaah SAW adalah ekkasih dan utusan Allah, beliau juga lah yang telah membawa umat Muslim dari masa jahiliyah emnuju masa terang dengan segenap pengorbanan jiwa dan raga beliau.

Beliau yang rela dihina, dianiaya, direndahkan, namun akan sangat marah ketika musuh menginjak-injak Al Qur’an dan Allah, itulah mengapa kita harus terus menjadikan beliau suri tauladan dalam kehidupan kita ini.

Selain itu, pada akhir hayat beliau SAW, tak ada yang ditangisi atau dikhawatirkan olehnya kecuali “Ummatiy…ummatiy..”! Ya, Rasulullaah SAW telah sangat merindukan dan mengkhawatirkan kita jauh sebelum beliau SAW bertemu dengan kita.

Nah, lalu apa itu sholawat Fatih?

Sholawat Fatih adalah sholawat yang biasanya dibaca selama 100 kali selama 40 hari dalam rangka meminta pertolongan Allah serta mengharapkan syafaat Rasulullaah SAW di hari Akhir kelak agar bisa bertemu dan bersatu dalam barisan beliau, barisan orang mukmin.

Sholawat ini berbunyi:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

“Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang
membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran,

dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung”.

Adapun beberapa fadhilah membaca sholawat fatih ini adalah dapat menghilangkan pikiran yang susah dan resah, insya Allah diselamatkan atau dijauhkan dari api neraka, sama halnya dengan membaca shalawat 10.000x, dapat melepaskan berbagai kesulitan dan bencana.

Sesungguhnya membaca sholawat itu bukanlah sebuah bid’ah, walau Rasulullah SAW tak pernah mengajarkannya dahulu, namun itu adalah sebuah salam dan penghargaan kita kepada beliau atas segala jasa dan pengorbanannya.