Pernahkah kamu perhatikan nama jalan di Indonesia? Ternyata, setiap jalan di Indonesia menyimpan cerita, sejarah, dan bisa jadi kisah di masa lalu.

Di Indonesia, untuk mengenang tokoh pahlawan, maka dibuatkan nama jalan atas nama tokoh pahlawan tersebut.

Baca: 4 Fakta yang Belum Pernah Kamu Tahu dari Biografi Soekarno

Berikut sejumlah nama jalan yang sering kamu lewati namun kamu tidak tahu siapa sih di balik nama jalan tersebut.

1T. B. Simatupang

savindievoice.wordpress.com

Nama jalan T.B Simatupang pasti tidak asing di telingamu. T.B sendiri kependekan dari Tahi Bonar, seorang Letjen Purnawirawan asal Sumatera Utara.

Beliau adalah Kepala Staf Angkatan Perang RI (KASAP) di masa Presiden Soekarno. Ia ditunjuk sebagai KASAP setelah Panglima Besar Jenderal Soedirman Wafat.

Pada 2013, Presiden SBY memberikan gelar pahlawan nasional kepada T.B Simatupang. Namanya diabadikan di jalan besar di kawasan Cilandak.

Setelah pensiun dan melepas tugas kemiliterannya, Simatupang aktif menyumbangkan ide dan pemikirannya tentang peranan Gereja di masyarakat.

Ia sempat menjabat sebagai Ketua Persekutuan Gereja, hingga Ketua Dewan Gereja-gereja se-Dunia. Simatupang meninggal pada tahun 1990 di Jakarta kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

2HR Rasuna Said

wikipedia.org

Adakah yang mengira bahwa nama ini adalah nama wanita? Nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said.

Nama ini lebih dikenal dengan HR Rasuna Said. Beliau adalah wanita pejuang kemerdekaan Indonesia yang juga memiliki gelar pahlawan nasional. Serupa dengan Kartini, ia memperjuangkan hak-hak wanita.

Rasuna Said sendiri merupakan anak dari saudagar asal Minangkabau Muhammad Said. Rasuna sejak kecil dikenal sosok yang cerdas dan pemberani. Ia sempat mengajar namun berhenti setelah berkenalan dengan politik.

Ia juga dikenal sebagai jurnalis dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pasca kemerdekaan, ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat RIS (DPR RIS).

Rasuna Said diangkat sebagai salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Namanya sekarang diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

3M. T. Haryono

wikipedia.org

Nama jalan yang satu ini letaknya di daerah Pancoran. M.T Haryono sendiri kepanjangan dari Mas Tirtodarmo Haryono.

Beliau merupakan Letjen TNI Anumerta, salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang terbunuh pada peristiwa G20S PKI.

Haryono dikenal pendiam namun sangat sederhana. Meski demikian, ia sangat terampil berbahasa Belanda.

Untuk menjaga keselamatan keiuarga dan terutama anak-anaknya, M.T Haryono tidak pernah membawa senjata pulang dan menaruhnya di rumahnya.

Sifat berhati-hati tidak pernah ditanggalkan oleh M.T. Haryono. Demikian M.T. Haryono merupakan suami yang baik dan ayah yang bertanggung-jawab dalam keluarganya.

4Panglima Polim

likanurmalika44.blogspot.com

Nama lengkap pahlawan asal Aceh ini adalah Teuku Muhammad ALi Panglima Polim. Kalau di Jakarta, nama jalan ini biasa disingkat Pangpol. Panglima Polim merupakan pejuang sejati kemerdekaan Indonesia.

Beliau juga sempat membuat tulisan mengenai kesetiaan Aceh terhadap negara Republik Indonesia.

Polim juga sempat memberikan pidato singkat mengenai gerakan pemberontakan terhadap Belanda. Di akhir hayatnya, 6 Januari 1974, ia tetap setia mengabdi kepada negara meski negara dianggap belum memerhatikan Polim.

5M. H. Thamrin

www.gresnews.com

Tokoh kebanggaan Batavia ini bernama lengkap Mohammad Husni Thamrin. Ia merupakan politisi di masa Hindia Belanda yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia.

Lahir di Jakarta, dengan ayah asal Belanda dan ibu seorang Betawi tulen. Namun, ia tak menyandang gelar Belanda karena ayahnya meninggal.

Menjadi tokoh pahlawan nasional didapatnya dari tingkat lokal. Ia memulai gerakan tokoh lokal Betawi yang memikirkan masyarakat Betawi. Jiwa kepemimpinannya sudah tampak sejak berusia remaja.

Ia wafat tanggal 11 Janiari 1941 setelah menahan sakit keras. Wafatnya Thamrin membuat Indonesia kehilangan pemimpin yang pintar dan berwibawa.

M. H. Thamrin, namanya kemudian diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta dan proyek perbaikan kampung besar-besaran di Jakarta pada tahun 1970-an

6Gatot Subroto

catatanwongndeso.wordpress.com

Mungkin nama ini yang sering kita temui di beberapa jalan di Indonesia. Jenderal Gatot Soebroto, cah asal Banyumas ini merupakan tokoh perjuangan kemerdekaan dan juga pahlawan nasional Indonesia.

Gatot merupakan pemrakarsa Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang ini adalah cikal bakal nama TNI loh. Prestasinya gemilang dalam pertempuran Ambarawa.

Gatot adalah pemimpin yang tegas, disiplin dan berani membela kaum lemah. Namun, ia sempat dituduh sebagai dalang kerusuhan tahun 1953. Namun diangkat kembali menjadi Wakil Kepala Staf ANgkatan Darat tahun 1956.

Gatot meninggal di usia 55 tahun pada 11 Juni 1962. Seminggu setelah ia dimakamkan di desa Mulyoharjo, Ungaran, Jogjakarta, ia disematkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional menurut Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.222 tanggal 18 Juni 1962.

7Otto Iskandardinata

www.pahlawanindonesia.com

Nama panggilannya adalah Si Jalak Harupat. Ia merupakan cendekiawan asal SUnda dalam masa pra-kemerdekaan. Otto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah

Ia kemudian menjadi menteri negara di era Soekarno. Di jabatannya itu ia kehilangan nyawanya. Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung pada periode 1921-1924.

Otto Iskandardinata diangkat sebagai Pahlawan Nasional dan dibuatkan monumen perjuangan Bandung Utara di Lembang, Bandung bernama “Monumen Pasir Pahlawan”.  Otto Iskandardinata juga diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota di Indonesia.