Jangan pernah terheran jika kamu menemui orang yang bisa berubah drastis. Pada dasarnya hati manusia memang diciptakan sangat dinamis, ibaratnya seperti sudut yang bisa terbolak-balik sampai 180 derajat.

Semua itu tergantung kepada lingkungan dimana dia berada, bagaimana interaksinya dengan orang-orang yang ada di lingkungan itu, serta bagaimana pula orang-orang itu telah memperlakukannya.

Bahkan hubungan dua orang yang memiliki pertalian darah pun tidak ada jaminan bisa terjalin harmonis. Semuanya bergantung pada riwayat hubungan dan interaksi yang sudah dibangun.

ummi-online.com

Tak beda jauh dengan hubungan percintaan dua insan yang saling mengasihi. Siapa yang bisa menjamin pasangan yang dahulu nampak begitu mesra, namun cinta keduanya akhirnya juga lapuk dimakan sang waktu.

Hubungan yang hanya berlandaskan cinta, atau sekedar rasa suka secara seksual, tak bisa membendung keretakan hubungan. Apabila egoisme sudah memuncak dan tak bisa lagi ada saling pengertian, itulah tanda episode akhir hubungan rumah tangga.

Maka itu bagi kamu yang baru mengawali rumah tangga, atau yang baru memulai jalinan kasih, sadarilah bahwa sebesar apapun cinta kalian, jika tidak diiringi dengan sikap yang benar dan konsistensi, jangan harap kelanggengan akan terwujud.

Lalu seperti apakah sikap terbaik dari seorang pasangan agar jalinan cinta tetap terjaga selamanya. Berikut ini adalah 4 sikap yang perlu kamu simak dan terapkan dalam hubungan rumah tanggamu.

1Menjaga Kualitas Waktu Bersama

ummi-online.com

Memang banyak komponen yang membuat sebuah keluarga menjadi bahagia, contohnya seperti materi. Namun sayangnya, banyak dari keluarga yang terlalu mendewakan materi dan orientasinya selalu kesana.

Akhirnya saat kedua pasangan ini semuanya sibuk mengejar pundi-pundi dan karir, maka hubungan mereka secara tidak disadari semakin renggang. Awalnya semuanya berniat mulia, yakni agar keluarga dapat bahagia tanpa mengalami kekurangan materi.

Namun, semakin lama mereka melupakan tujuan awal dan bergeser pada obsesi karirnya. Akibatnya kedua pasangan semakin jarang bersama. Kalaupun ada saat kebersamaan, kualitasnya waktunya juga buruk.

Dimana waktu kebersamaan itu hanya waktu sisa saat keduanya sudah keletihan. Ataupun dalam waktu bersama itu, terkadang fokus dan pikiran masih tertuju pada masalah pekerjaan.

ummi-online.com

Buruknya kualitas waktu bersama juga terjadi saat sisi keromantisan tidak ada dalam interaksi keseharian. Ada gejala banyak pasangan setelah menikah lama, mereka cenderung enggan untuk bersikap romantis.

Biasanya pasangan yang sudah bersama-sama semenjak lama, merasa malu atau gengsi untuk mengungkapkan sikap romantis. Padahal keromantisan adalah pelumas dalam sebuah hubungan cinta.

Bisa kamu bayangkan kendaraan yang selalu kamu pakai setiap hari, tapi sudah tidak pernah lagi diberi pelumas, lalu apa yang akan terjadi? Berdoalah semoga itu tidak terjadi pada keluarga kita.

2Sentuhan Kasih Secara Fisik

bimma-master.blogspot.com

Ini masih terkait dengan keromantisan. Dalam hubungan rumah tangga kualitasnya bisa terlihat dari bagaimana interaksi fisik di antara keduanya.

Intensitas pelukan, kecupan, atau minimal genggaman tangan, sepatutnya untuk kamu jaga selalu walaupun usia pernikahan sudah sangat lama.

Apalagi jika kamu termasuk orang yang sulit untuk mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, maka sentuhan fisik sudah cukup mewakili. Kualitas sentuhan fisik bukan hanya perkara seksual, bahkan antara cinta dan seksual tidak selalu berkolerasi.

Maka dalam berhubungan seksual antara suami-istri, seperti yang selalu dianjurkan dalam agama agar tetap didasari rasa cinta dan sikap romantis.

3Melayani

ummi-online.com

Jangan dianggap kata melayani selalu dianggap merendahkan satu pihak terhadap pihak yang lain. Sikap melayani dalam hubungan suami istri adalah saat pasangan rela melakukan banyak hal untuk kebahagiaan pasangannya.

Istri yang melayani suami saat sebelum dan sesudah kerja. Begitupun suami yang melayani dengan melindungi istri dan selalu membuatnya aman.

4Memberikan Kebebasan

delightedream.blogspot.com

Hubungan suami istri bukanlah seperti kisah Adam dan Hawa yang melulu berdua tanpa ada lingkungan sosialnya. Suami dan istri selalu punya background masing-masing, baik itu keluarga, pendidikan, pertemanan, maupun karir.

Maka janganlah mengekang kebebasan pasangan untuk hidup juga dengan lingkungan yang lain, karena itu adalah kebahagiaannya. Bukankah kebahagian pasangan adalah bagian dari kebahagiaan keluarga?

SHARE