Masih ingat dengan beberapa judul sinetron Indonesia tahun ’90-an dahulu?

Bagi kamu yang mengaku Generasi ’90-an pasti masih ingat dong dengan beberapa judul sinetron seperti Si Doel Anak Betawi, Pondok Pak Djon, dan Keluarga Cemara?

Ya, beberapa judul sinetron tersebut adalah contoh sinetron-sinetron yang bermutu dan memiliki bobot cerita tinggi serta sangat mendidik.

Ceritanya tidak melulu tentang dunia percintaan apalagi tentang dunia ababil yang menjerumuskan anak muda. Kebanyakan mengupas tentang masalah keluarga dan persahabatan.

Namun miris sekali, bahwa industri sinetron di Indonesia era sekarang justru mengalami degradasi karena bobot cerita yang sangat monoton, ditambah dengan kadar tidak mendidik yang sangat tinggi.

Dari sinetron-sinetron sekarang, generasi muda Indonesia banyak meniru adegan percintaan yang tidak pantas, belum lagi adegan bullying antar teman, dan tindak kekerasan yang tidak manusiawi.

Nah, berikut ini adalah beberapa alasan yang menunjukkan kepada kita semua warga Indoensia, bahwa sinetron-sinetron Indonesia era sekarang banyak yang tidak mendidik generasi mudanya.

Tentunya tidak semua sih, namun kebanyakan. Hehehe.

1Adegan Percintaan Anak Sekolahan yang Tidak Pada Tempatnya

jurnalpagi.com

Bagaimana perasaan kalian yang sudah menjadi orangtua, jika anak kalian yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar atau SMP tiba-tiba meniru adegan percintaan di sinetron yang tayang di TV?

Itulah kenapa, sebagai orangtua, kita memang harus sangat selektif terhadap apa-apa yang ditonton oleh si Kecil, termasuk membatasi waktunya berinteraksi juga dengan TV.

Beberapa adegan tidak pantas di sinetron Indonesia adalah tayangan anak-anak sekolah yang main cipika-cipiki atau peluk seenaknya, atau berboncengan sambil kebut-kebutan, mengatasnamakan cinta.

Bukankah lebih baik mengangkat tema anak sekolahan yang sedang berjuang menuntaskan pendidikannya atau mengejar beasiswa daripada berjuang memperebutkan pacar dengan teman sendiri?

2Adegan Perkelahian Anak Sekolahan

jurukunci.net

Mungkin saja, salah satu contoh yang ditiru oleh anak-anak sekolahan yang melakukan tawuran adalah dari adegan-adegan perkelahian antar anak sekolahan di sinetron.

Bisa jadi kan?

Belum lagi kasus bullying yang sekarang marak sekali ditemukan di kalangan pelajar. Entah antar teman yang memperebutkan pacar, atau antara senior ke juniornya.

Miris sekali!

3Adegan Bunuh Diri Hanya Karena Masalah Sepele

hereandnow.wbur.org

Apakah kamu pernah melihat beberapa adegan di sinetron Indonesia era sekarang yang menunjukkan bagaimana seseorang dengan mudahnya bunuh diri karena diputus pacar?

Ada lagi kasus bunuh diri dikarenakan tidak dibelikan HP atau motor oleh orangtua.

Padahal jika kita bisa berpikir dengan akal sehat, bagaimana orangtua dengan susah payah menyekolahkan anak-anaknya dan berharap mereka tumbuh menjadi orang sukses.

Namun apa daya, pengaruh lingkungan, entah masyarakat atau tontonan yang tidak mendidik justru meracuni pola pikir si Anak menjadi seperti itu.

4Ada Kelompok Berkuasa dan Kelompok Tertindas

kdramaindo.com

Sinetron Indonesia sekarang kebanyakan memberikan pendidikan “keren” sedari dini kepada generasi muda tentang kesenjangan sosial.

Dimana ada kelompok kaya yang berkuasa dan bebas sewenang-wenang, dan kelompok miskin dan lemah yang selalu dianiaya.

Tayangan adegan demi adegan saat membully si Miskin pun seperti sudah biasa mewarnai layar kaca.

Tentunya kita sebagai guru, orangtua, kakak, atau generasi yang dianggap lebih dewasa tak ingin bukan melihat generasi muda Indonesia tumbuh menjadi generasi yang buruk?

Untuk itu, jika industri sinetron di Indonesia kebanyakan masih menjalani “praktek” seperti itu demi rating, tak ada jalan lain selain membatasi bahkan melarang anak-anak untuk menonton sinetron.

Dan tentunya harus terus dalam kontrol ketat dari orangtua.