Saya akan kultwit tentang Sistem Politik dan Prestasi Ekonomi berdasarkan kolom saya di Jawapos edisi 28 Mei 2012. Sistem politik yang korup hanya akan menghasilkan pengusaha-pengusaha kecil, usaha gerobak kaki lima yang sulit untuk maju. Dengan sistem politik itu, insinyur kita hanya akan jadi pengusaha keripik, getuk dan camilan saja. Sementara yang membuat boiler, otomotif, permesinan, apalagi robot yang mampu menjelajahi asteroid, pasti bukan anak-anak kita.

Usaha-usaha besar yang sarat perizinan dan tanah seperti pertambangan, infrastruktur dikuasai mereka yang berkong-kalikong dengan politisi. Sementara di bagian bawah tak ada yang melindungi entrepreneur untuk naik kelas. Tak ada akses modal besar dengan bunga rendah seperti di negara-negara lain, atau seperti yang dinikmati para konglomerat di era orde baru. Tak ada jaminan hukum terhadap inovasi. Bagaimana mau menghasilkan industri-industri besar? Tentu semua ini harus diubah.

hukumpedia.com
hukumpedia.com

Bandingkan dua pengusaha yang dibesarkan dalam sistem politik berbeda: Bill Gates (AS) dan Carlos Slim (Meksiko). Bill Gates tumbuh dalam sistem pemerintahan yang mendorong inovasi dan kompetisi. Bagi yang pro subsidi itu disebut “liberal”.  Sistem pemerintahan yang relatif bersih, sistem itu mendorong tumbuhnya sektor-sektor usaha formal, perizinan mudah, transparan. Politisi tidak mengintervensi dunia usaha, semua terlihat transparan.

Bunga bank di AS berkisar antara 2 – 3 persen sehingga memudahkan pengusaha menjadi start up. Infrastruktur begitu bagus sehingga pengusaha beroperasi dalam ekonomi biaya rendah dan SDM hebat mudah didapat asal gajinya cocok. Bill Gates tumbuh menjadi besar walaupun memulainya dari sebuah garasi kecil. Didukung venture capital, lalu go public.

business-humanrights.org
business-humanrights.org

Sementara Carlos Slim dibesarkan dalam sistem politik korup yang tidak memungkinkan ia jadi usahawan besar selain “berkongsi” dengan penguasa. Negara seperti ini biasanya tidak menaruh perhatian pada hak cipta. Usaha-usaha yang tumbuh di dalam sistem ini biasanya hanya usaha-usaha kecil. Slim kaya bukan karena usaha yang berbasis inovasi, tetapii Telmex, perusahaan telekomunikasi yang mulanya milik negara dan monopoli.

Saat Carlos Salinas menjadi presiden, pemerintah mengumumkan untuk melepas 51% sahamnya kepada publik (1989). Meski Carlos Slim bukan penawar tertinggi, tapi ia menang. Tapi bisakah ia membayar tunai semua deal besar itu? Tentu tidak. Melalui kongkalikong dengan para pejabat, Carlos Slim menguasai sejumlah area usaha. Namun bagaimana kalau melanggar hukum? Berbeda dengan Gates yang kena sangsi, Slim selalu lolos. Ketika berhadapan dengan  kasus monopoli di tahun 1996, Slim dibebaskan dan tak dikenai hukuman.

elinformantebcs.mx
elinformantebcs.mx

Kisah Carlos Slim mengingatkan saya pada seorang anak muda yang terinspirasi gagasan-gagasan kewirausahaan yang pernah saya gulirkan. Namun anak muda itu akhirnya harus kalah setelah usahanya ‘digusur’ karena berjualan baju yang didesain untuk salah satu calon gubernur. Saya ingin menyampaikan pesan moral: Sistem politik ini hanya akan menghasilkan pengusaha-pengusaha kecil, usaha gerobak kaki lima yang sulit maju. Sekian kultwit saya tentang “Sistem Politik” ini, semoga bermanfaat dan bisa membawa perubahan. Salam perubahan.

*Kultwit Prof. Rhenald Kasali @Rhenald_Kasali 31/05/2012