Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat membeli RS Sumber Waras yang dikelola swasta. Namun niat pemerintah ini justru berakhir menjadi sebuah polemik.

Pasalnya ada pada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2014 yang menyebut laporan keuangan Pemprov DKI dengan penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Salah satu yang menjadi catatan adalah proses pembelian RS Sumber Waras yang menurut BPK ada banyak kejanggalan. Di tengah polemik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ngotot ingin meneruskan pembangunan.

Bahkan Ahok menilai laporan BPK ngaco. Ahok juga diperiksa oleh KPK sebagai saksi dalam kasus ini. Namun keinginan Ahok untuk membeli RS Sumber Waras seolah tak terbendung.

Apa sebenarnya yang ingin dibangun Ahok dalam hal ini Pemrov DKI di lahan yang dibeli RS Sumber Waras? Berikut jawabannya yang dihimpun dari beberapa sumber

Bangun RS Khusus Kanker

kompas.com
kompas.com

Ahok berkeinginan membangun RS Khusus Kanker di Jakarta. Menurut Ahok RS yang selama ini menangani kanker di Jakarta seperti RS Dharmais dan Harapan Kita sudah tak mampu melayani pasien.

Ahok berniat membeli RS Sumber Waras dan memersiapkan anggaran Rp 1,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014.

Memilih lahan RS Sumber Waras itu bukan tanpa alasan. Ahok tak mau lahan rumah sakit dijadikan mal oleh PT Ciputra Karya Utama.

www.cnnindonesia.com
www.cnnindonesia.com

Namun, pada Juni 2014 pihak RS Sumber Waras menyatakan jika lahan tersebut tidak dijual karena sudah terikat dengan PT Ciputra Karya Utama.

Posisi saat itu PT Ciputra Karya sudah menyerahkan uang komitmen membeli Rumah Sakit Sumber Waras. Kemudian tiba-tiba berubah dengan menawarkan RS Sumber Waras kepada Ahok.

Kemudian, Dinas Kesehatan DKI pun merekomendasikan untuk membangun rumah sakit impian Ahok itu di Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, bersebelahan dengan Kantor Dinas Kesehatan dan di Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, yang kini menjadi lokasi Gedung Ambulans Gawat Darurat.

Tapi, pada bulan yang sama, RS Sumber Waras menyurati Ahok bahwa lahannya akan dijual. Mereka memasang harga nilai jual objek pajak (NJOP) sekitar Rp 20 juta untuk lahan tersebut.

Ahok pun langsung meminta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI kala itu, Andi Baso Mappapoleonro untuk memersiapkan anggaran senilai Rp 20 juta tanpa proses negosiasi.

Bangun Apartemen Mewah

kompas.com
kompas.com

Ternyata bukan hanya Rumah Sakit Khusus Kanker saja yang ingin dibangun oleh Ahok. Dia juga akan membangun sebuah apartemen.

Seperti dikutip dari Viva.co.id, Ahok ingin membangun apartemen mewah berkapasitas 500 unit di sana. Belum diketahui siapa pengembang yang akan membangun proyek apartemen ini.

Menurut Ahok, apartemen yang akan dibangunnya itu disediakan untuk menginap para pasien penderita kanker yang telah memasuki stadium empat.

“Supaya orang yang kena kanker stadium empat dan enggak mungkin disembuhkan lagi, jangan dipulangkan ke rumah,” kata Ahok pada Minggu 17 April 2016.

www.aktual.com
www.aktual.comĀ 

Ahok mengungkapkan, konsep apartemen tersebut, merupakan konsep palliative care. Menurut dia, konsep rumah sakit berbasis palliative care itu cukup ampuh, karena dinilai obat yang mujarab adalah hati yang gembira.

Dia menyebut aparteman itu dibangun, agar pasien merasa nyaman, ketimbang harus dirawat di rumah. “Di rumahnya terlalu sempit, terlalu panas yang enggak mampu. Siapa yang ngurus makan minum mandinya, kami akan taruh di apartemen,” kata Ahok.

Tak Jadi Membangun

arah.com
arah.com

Namun sayang, niat Ahok untuk membangun proyek triliunan itu terganjal aturan. Proyek tersebut masuk ke dalam proyek jangka panjang yang pembangunannya memakan waktu lebih dari satu tahun.

Hingga tahun 2016, proses yang dilakukan baru sebatas pembelian. Sementara proses serah terima baru akan dilakukan pada 2018.

Dalam aturan yang baru, Kepala Daerah dilarang membangun proyek multiyears jika masa jabatannya akan segera habis.

Masa jabatan AhokĀ  akan habis per Oktober 2017. Sementara itu, progres pembangunan rumah sakit jantung dan kanker di atas lahan RS Sumber Waras masih jalan di tempat lantaran adanya kasus terkait laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemprov DKI yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Saat ini, berkas laporan temuan dan audit investigatif BPK sedang diproses oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).